- Mandi keramas seperti biasa dengan membersihkan setiap sela rambut.
- Lalu bilas atau mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan setelah itu yang kiri.
- Setelah itu, mandi dapat dilanjutkan seperti biasa.
Mandi Keramas Sebelum Puasa Idul Adha
Mandi keramas sebelum puasa memang sangat dianjurkan. Lalu, Anda mungkin bertanya, jika tidak mandi junub atau keramas sebelum sahur, lantas bagaimana dengan puasanya, apakah masih sah?
Ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa berdasarkan adab maka dilarang makan dan juga minum saat sahur jika belum mandi wajib atau mandi junub.
Dikutip dari kanal YouTube Kajian Muslim, pada video yang diunggah tanggal 11 September 2017, berjudul "Bolehkah Makan dan Minum Sebelum Mandi Junub?", Ustadz Abdul Somad mengatakan bahwa kita harus bisa membedakan antara adab dan fiqih.
"Kalau ada Ustadz melarang jangan makan minum, itu adab, bedakan antara fiqih dengan adab," kata Ustadz Abdul Somad.
Ustadz Abdul Somad melanjutkan bahwa tidak ada larangan makan dan minum sebelum mandi junub.
Jika setelah berhubungan badan baru bisa mandi wajib pada waktu subuh, maka puasanya masih bisa diteruskan.
Begitu pula jika pada siang hari misalnya mimpi basah, maka segera untuk mandi wajib karena puasanya masih bisa diteruskan. Hanya saja, ada satu hal yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sebelum makan dan minum saat dalam keadaan junub.
"Nabi SAW ada kalanya langsung mandi, ada kalanya tidak dan dia berwudhu," kata Ustadz Abdul Somad.
Berwudhu juga merupakan salah satu cara untuk bersuci, maka jika pada saat waktu sahur kita dalam keadaan junub maka sangat dianjurkan untuk berwudhu.
Oleh karena itu, jika kita dalam keadaan junub lalu hendak melaksanakan sahur, sebaiknya berwudhu terlebih dahulu.
Demikian ulasan mengenai niat mandi keramas puasa Idul Adha yang perlu diperhatikan.