Selanjutnya, kata perubahan iklim juga akan berdampak buruk pada banyak negara Islam dan penduduk Muslim dunia pada umumnya. Ayat 30 Surah Al-Baqarah menyatakan, manusia diciptakan Allah sebagai khalifah–pemimpin bumi–oleh karena itu adalah tanggung jawab suci kita untuk merawat planet ini dan mencegahnya dari kehancuran dan kerusakan.”
“Laporan ini merupakan sebuah pengingat penting bahwa kita sudah berada dalam tahap bahaya yang dapat mengakhiri kehidupan kita di planet bumi. Kondisi ini berarti kita telah merusak ciptaan Allah dan gagal memenuhi peran kita sebagai khalifah (pengayom) di muka bumi. Oleh karena itu, sebagai umat muslim kita harus berani mendesak semua negara – khususnya yang memiliki tanggung jawab dan kapasitas terbesar – untuk meningkatkan upaya mereka dalam menguranngi emisi dan menetapkan strategi yang ambisius dalam mengatasi perubahan iklim,” kata Nana Firman, Senior Ambassador at GreenFaith and co-founder of The Global Muslim Climate Network.
“Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, dan perubahan iklim secara langsung mengancam keselamatan dan kelangsungannya. Dengan semakin banyak Muslim yang “menghijaukan” haji mereka secara individu, pemerintah dan lembaga keuangan harus menerapkan rencana ambisius di tingkat sistemik dengan meningkatkan pengembangan energi terbarukan dan mulai menghapus energi berbahan bakar fosil," kata Haji Imam Saffet A. Catovic, Masyarakat Islam Amerika Utara (Kantor Urusan Antar Agama dan Komunitas).