Apa Kaitan Fenomena Embun Es Dieng dengan Musim Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

Agatha Vidya Nariswari

Minggu, 10 Juli 2022 | 16:36 WIB
Apa Kaitan Fenomena Embun Es Dieng dengan Musim Kemarau? Ini Penjelasan BMKG
Dataran Tinggi Dieng mulai diselimuti embun es. Hal itu disebut sebagai fenomena embun upas. (Antara)

Suara.com - Fenomena embun es di kawasan Dieng, Jawa Tengah yang berlangsung beberapa hari lalu ternyata berkaitan dengan musim kemarau. Kaitan fenomena embun es dengan musim kemarau itu dijelaskan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan pada Minggu (10/7/2022) mengatakan bahwa fenomena embun es di Dieng saat musim kemarau berlangsung ini sangat mungkin terjadi.

Apalagi, lokasi Dieng yang berada di dataran tinggi dengan suhu udara yang cukup dingin dan tingkat tutupan awan sudah jarang ketika mulai memasuki musim kemarau.

Menurut penjelasannya, suhu udara akan menjadi sangat dingin pada malah hari yang tidak tertutup awan karena radiasi balik dari bumi.

"Sehingga di malam hari yang tidak tertutup awan, suhu udara akan sangat dingin sekali karena radiasi balik dari bumi dengan leluasa menuju angkasa tanpa adanya pantulan dari awan. Sehingga bumi akan menjadi dingin sekali, dan seluruh lapisan di mana yang mengandung uap air itu, karena suhu minus yang biasanya disertai adanya frost atau embun yang membeku," jelas Dodo.

Dodo menjelaskan suhu udara sampai menjadi minus, atau di bawah 0 derajat Celcius dipengaruhi kondisi awan yang sudah sangat tidak ada, bahkan clear seperti itu di malam hari.

"Suhu bumi, karena tidak ada radiasi tentunya pada malam hari tidak ada matahari, justru energi bumi yang memancar meradiasikan kembali tanpa ada pemantulan dari awan khususnya, sehingga dia menjadi minus menjadi dingin bahkan bisa sampai minus," kata Dodo melanjutkan.

Fenomena embun es ini tidak hanya terjadi di kawasan Dieng. Namun, wilayah lainnya yang berada di pegunungan juga mengalami fenomena tersebut. Embun beku tersebut berdampak pada warga yang memiliki usaha tani, yakni menyebabkan gagal panen.

Dodo mengimbau agar para petani di pegunungan mengatur musim tanam, dan tetap memperhatikan kondisi cuaca agar segera dilakukan panen sebelum embun es merusak tanaman.

baca juga

Dia menjelaskan saat ini 35 persen dari zona musim di seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sebagian besar wilayah timur Indonesia telah memasuki kemarau.

Sementara beberapa wilayah di Sumatera dan Jawa, masih terdapat beberapa wilayah yang belum memasuki kemarau, oleh karena fenomena La Nina yang menyebabkan curah hujan yang masih cukup.

Kondisi La Nina akan menuju normalnya diprakirakan pada bulan Agustus, dan menuju netral pada bulan Oktober, November dan Desember.

"Jadi tidak hanya BMKG yang membuat perkiraan terkait La Nina ini, tapi beberapa badan meteorologi dunia membuat prakiraan La Nina dan sebagian besar mengindikasikan saat ini kondisinya yang lemah akan menuju pada fungsi netral," ujar Dodo. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suhu Panas Lebih dari 35 Derajat Celcius Diiringi Angin Kering Melanda Sumut

Suhu Panas Lebih dari 35 Derajat Celcius Diiringi Angin Kering Melanda Sumut

Deli | Minggu, 10 Juli 2022 | 14:57 WIB

BMKG Minta Warga Sumut Waspada, Potensi Suhu di Atas 35 Derajat Celcius Masih Ada

BMKG Minta Warga Sumut Waspada, Potensi Suhu di Atas 35 Derajat Celcius Masih Ada

Sumut | Minggu, 10 Juli 2022 | 14:09 WIB

Waspada Suhu Panas dan Kering 35 Derajat Celcius di Sumatera Utara

Waspada Suhu Panas dan Kering 35 Derajat Celcius di Sumatera Utara

News | Minggu, 10 Juli 2022 | 13:29 WIB

Hati-hati Gelombang Laut 3,5 Meter di NTT Pada 10-11 Juli 2022

Hati-hati Gelombang Laut 3,5 Meter di NTT Pada 10-11 Juli 2022

News | Minggu, 10 Juli 2022 | 13:18 WIB

Prakiraan Cuaca Kaltim 10 Juli 2022, Hujan Lebat Diperkirakan Terjadi di Beberapa Wilayah

Prakiraan Cuaca Kaltim 10 Juli 2022, Hujan Lebat Diperkirakan Terjadi di Beberapa Wilayah

Kaltim | Minggu, 10 Juli 2022 | 06:00 WIB

Terkini

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 08:13 WIB

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 08:12 WIB

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Malang | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:48 WIB

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 07:47 WIB

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

×