Antisipasi Subvarian Baru Omicron, Epidemiolog Imbau Masyarakat Perkuat Prokes

Rabu, 13 Juli 2022 | 19:13 WIB
Antisipasi Subvarian Baru Omicron, Epidemiolog Imbau Masyarakat Perkuat Prokes
Ilustrasi Covid-19 - Tingkat Keparahan Omicron BA.4 dan BA.5 (Freepik)

Suara.com - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengimbau masyarakat untuk memperkuat protokol kesehatan. Imbauan itu ditujukan agar masyarakat waspada subvarian baru Omicron

"Masyarakat harus tetap waspada dan meningkatkan protokol kesehatan," katanya pada Rabu (13/7/2022).

Epidemiolog sekaligus Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu menjelaskan bahwa pada saat ini terdapat tiga subvarian baru Omicron.

"Tiga subvarian yang saat ini sedang bersirkulasi adalah BA.4, BA.5 dan BA.2.75," katanya.

Meski terdapat subvarian baru Omicron, ia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan, yang penting masyarakat memperkuat protokol kesehatan untuk menurunkan risiko terinfeksi.

"Jangan panik berlebihan, namun tetap waspada. Masyarakat juga dapat tetap beraktivitas karena yang terpenting adalah tetap melakukan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin," katanya.

Terlebih lagi, kata dia, bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak dan mereka yang memiliki komorbid, harus selalu disiplin untuk memperkuat protokol kesehatan.

"Selain itu jangan lupa untuk selalu menjaga kelompok rentan di sekitar kita, seperti bayi dan anak-anak, mereka yang memiliki komorbid. Menjaga mereka berarti menjaga ketahanan kesehatan bangsa kita," katanya.

Masdalina Pane menambahkan, selain protokol kesehatan, vaksinasi mulai dosis pertama hingga dosis penguat atau booster juga menjadi hal utama yang dibutuhkan oleh semua penduduk.

Baca Juga: Duh, Jawa-Bali Sumbang 95,45 Persen Total Kasus Covid-19 di Indonesia

"Selain itu tetap penuhi standar dasar pengendalian wabah terutama 3T. Praktik 3T ditambah disiplin penerapan protokol kesehatan dan juga vaksinasi merupakan sejumlah upaya yang diperlukan untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19," katanya.

Dia menjelaskan, praktik 3T yang dimaksud adalah pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing) dan pengobatan (treatment). Menurutnya, peningkatan kapasitas 3T terutama di level mikro harus terus diintensifkan guna menekan risiko penularan dan penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat berbicara di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (11/7), memperkirakan puncak kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 mencapai kisaran 20.000 kasus per hari pada pekan kedua atau ketiga Juli 2022. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI