Siapa Peretas Misterius yang Mengaku Sebabkan Kebarakan Pabrik Baja Iran?

Siswanto, BBC

Kamis, 14 Juli 2022 | 17:00 WIB
Siapa Peretas Misterius yang Mengaku Sebabkan Kebarakan Pabrik Baja Iran?
Ilustrasi hacker. (Shutterstock)

Suara.com - Peretasan di dunia digital yang menyebabkan kerusakan di dunia nyata sangat jarang terjadi.

Namun serangan siber di pabrik baja Iran pada akhir Juni lalu dianggap sebagai salah satu perkembangan signifikan yang meresahkan.

Kelompok peretas yang disebut Predatory Sparrow mengatakan mereka berada di balik penyerangan, yang menurut mereka menyebabkan kebakaran parah.

Mereka kemudian merilis video untuk mendukung pernyataan itu.

Baca juga:

Video yang dikeluarkan adalah rekaman CCTV insiden itu dan menunjukkan para pekerja meninggalkan pabrik sebelum mesin di pabrik memuntahkan baja cair dan terbakar. Video berakhir dengan orang-orang mencoba memadamkan kebakaran dengan menyemprot air melalui selang.

Dalam video lain yang beredar di dunia maya, pekerja pabrik terdengar berteriak memanggil petugas pemadam kebakaran dan menjelaskan kerusakan peralatan.

Predatory Sparrow, juga dikenal dengan nama Persianya, Gonjeshke Darande, mengatakan ini adalah salah satu dari tiga serangan yang dilakukan terhadap produsen baja Iran pada 27 Juni, sebagai tanggapan atas tindakan "agresi" yang yang dilakukan oleh Republik Islam.

Kelompok ini juga mulai membagikan data-data yang diklaim dicuri dari perusahaan, termasuk email rahasia.

baca juga

Di halaman Telegram-nya, Predatory Sparrow mengunggah: "Perusahaan-perusahaan ini tunduk pada sanksi internasional dan melanjutkan operasi mereka meskipun ada pembatasan. Serangan siber ini, dilakukan dengan hati-hati untuk melindungi individu yang tidak bersalah."

Kalimat terakhir itu telah menusuk telinga dunia keamanan siber.

Jelas para peretas tahu bahwa mereka berpotensi membahayakan nyawa, tetapi tampaknya mereka berusaha keras untuk memastikan lantai pabrik kosong sebelum mereka melancarkan serangan - dan mereka sama-sama ingin memastikan semua orang tahu betapa berhati-hatinya mereka.

Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya apakah Predatory Sparrow adalah tim peretas militer yang disponsori negara secara profesional dan diatur secara ketat, yang bahkan mungkin diwajibkan untuk melakukan penilaian risiko sebelum mereka meluncurkan operasi.

"Mereka mengeklaim diri mereka sebagai kelompok peretas, tetapi mengingat kecanggihan mereka, dan dampaknya yang besar, kami meyakini kelompok itu dioperasikan, atau disponsori oleh negara," kata Itay Cohen, kepala penelitian siber di Check Point Software.

Iran menjadi sasaran dari rangkaian serangan siber yang berdampak di dunia nyata. Namun yang sebelumnya terjadi, tidak seserius ini.

"Jika ini ternyata menjadi serangan siber yang disponsori negara yang menyebabkan kerusakan fisik - atau dalam studi perang disebut dengan jargon kerusakan 'kinetik' - ini bisa sangat signifikan," kata Emily Taylor, Editor Cyber Policy Journal.

"Secara historis serangan Stuxnet terhadap fasilitas pengayaan uranium Iran pada 2010, telah disorot sebagai salah satu dari sedikit - jika bukan satu-satunya yang diketahui - contoh serangan dunia maya yang menyebabkan kerusakan fisik."

Stuxnet adalah virus komputer yang pertama kali ditemukan pada 2010, yang merusak atau menghancurkan sentrifugal di fasilitas pengayaan uranium Iran di Natanz, sehingga menghambat program nuklirnya.

Sejak itu, sangat sedikit kasus kerusakan fisik yang dilaporkan.

Mungkin satu-satunya laporan adalah pada tahun 2014 di Jerman.

Dalam laporan tahunan otoritas siber Jerman dinyatakan bahwa serangan siber menyebabkan "kerusakan besar" pada sebuah pabrik baja, menyebabkan penutupan darurat, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut yang pernah diberikan.

Ada serangan siber lain yang dapat menyebabkan kerusakan serius tetapi tidak berhasil.

Misalnya, peretas telah mencoba tetapi gagal menambahkan bahan kimia ke pasokan air dengan mengambil alih fasilitas pengolahan air.

Pada umumnya, serangan siber lebih sering menyebabkan gangguan, tanpa menyebabkan kerusakan fisik yang nyata.

Melanggar hukum internasional

Emily Taylor mengatakan itu perbedaan yang signifikan karena jika suatu negara terbukti telah menyebabkan kerusakan fisik pada pabrik baja Iran, itu mungkin telah melanggar hukum internasional yang melarang penggunaan kekuatan, dan memberi Iran alasan hukum untuk membalas.

Jadi, jika Predatory Sparrow adalah kelompok peretas militer yang disponsori negara, negara mana yang diwakilinya?

Namanya, yang merupakan plesetan dari nama kelompok perang siber Iran, Charming Kitten, bisa menjadi petunjuk, menunjukkan bahwa itu adalah negara dengan minat yang kuat kepada Iran.

Serangan Stuxnet secara luas diduga dilakukan oleh Israel, dengan dukungan dari AS.

Dan kali ini, desas-desus yang mengaitkan serangan Predatory Sparrow dengan Israel sudah cukup keras untuk memicu tanggapan dari pemerintah Israel.

Baca juga:

Menurut laporan media Israel, Menteri Pertahanan Benny Gantz telah memerintahkan penyelidikan kebocoran yang menurut media Israel, mengisyaratkan bahwa Israel berada di balik peretasan.

Gantz dilaporkan khawatir bahwa "kebijakan ambiguitas" Israel pada operasinya terhadap Iran mungkin telah rusak.

"Jika serangan siber ini disponsori oleh negara, maka tentu saja Israel adalah tersangka utama. Iran dan Israel berada dalam perang siber, dan secara resmi kedua negara mengakui hal ini," kata Ersin Cahmutoglu dari ADEO Cyber Security Services di Ankara.

"Kedua negara saling mengatur serangan siber melalui dinas intelijen mereka dan semuanya telah meningkat sejak 2020 ketika pembalasan datang dari Israel setelah Iran meluncurkan serangan siber yang gagal pada sistem infrastruktur air Israel dan berusaha mengubah kadar klorin dalam air."

Pada Oktober tahun lalu, Predatory Sparrow mengaku bertanggung jawab telah meretas sistem pembayaran stasiun bahan bakar nasional Iran.

Kelompok itu juga mengatakan berada di balik peretasan papan reklame digital di jalan, membuat mereka menampilkan pesan yang mengatakan, "Khamenei, di mana bahan bakar kami?" - merujuk pada pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sekali lagi, para peretas menunjukkan tanggung jawab dengan memperingatkan layanan darurat Iran sebelumnya tentang potensi kekacauan yang dapat terjadi.

Para peneliti di Check Point mengatakan mereka juga menemukan kode dalam perangkat lunak berbahaya yang digunakan oleh Predatory Sparrow, yang cocok dengan kode yang digunakan oleh kelompok lain, bernama Indra, yang meretas tampilan stasiun kereta Iran pada Juli tahun lalu.

Menurut laporan berita Iran, peretas menampilkan pengumuman di papan informasi di seluruh stasiun bahwa kereta api dibatalkan atau ditunda, dan mendesak penumpang untuk menelepon pemimpin tertinggi.

Tetapi para ahli mengatakan serangan pabrik baja adalah tanda bahwa taruhannya semakin tinggi.

Menurut CEO Mobarakeh, perusahaan baja di mana kebakaran terjadi, operasi pabrik tidak terpengaruh oleh serangan itu dan tidak ada yang terluka.

Dua perusahaan lain yang disasar juga mengaku tidak mengalami masalah.

Nariman Gharib, aktivis oposisi Iran yang berbasis di Inggris dan penyelidik spionase siber independen, yakin video itu asli.

Dia mencatat bahwa dua video kebakaran lainnya juga diunggah di Twitter.

"Serangan itu nyata, ketika para pekerja merekam video dari sudut lain dan kami melihat pernyataan yang diunggah di saluran Telegram satu perusahaan mengenai penangguhan jalur produksi, yang kemudian dibantah."

"Jika Israel berada di balik serangan ini, saya pikir mereka menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan kerusakan nyata, tak sekedar hanya mengganggu layanan. Ini menunjukkan bagaimana hal-hal dapat meningkat dengan cepat."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

16 Serangan Siber per Detik Mengincar Indonesia, Naik 93 Persen dalam 6 Bulan

16 Serangan Siber per Detik Mengincar Indonesia, Naik 93 Persen dalam 6 Bulan

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:28 WIB

AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun

AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber

Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari

Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:39 WIB

Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif

Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:17 WIB

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:30 WIB

Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi

Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:38 WIB

Serangan Siber Menggila! RI Digempur 280 Ribu Serangan DDoS, Sektor Ini jadi Incaran

Serangan Siber Menggila! RI Digempur 280 Ribu Serangan DDoS, Sektor Ini jadi Incaran

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:47 WIB

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:31 WIB

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:26 WIB

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 15:23 WIB

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:20 WIB

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:19 WIB

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 15:15 WIB

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:11 WIB

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:04 WIB

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:50 WIB

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:49 WIB

×