Catat! Sampai di Debarkasi, Jemaah Haji Indonesia Tidak Dikarantina!

Selasa, 19 Juli 2022 | 07:00 WIB
Catat! Sampai di Debarkasi, Jemaah Haji Indonesia Tidak Dikarantina!
ilustrasi jemaah haji (Pixabay)

Suara.com - Seluruh jemaah haji Indonesia yang tiba di Tanah Air tidak bakal dikarantina. Hingga kini para petugas di debarkasi juga sudah menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia.

Pernyataan itu ditegaskan Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi, Akhmad Fauzin, saat ditemui tim Media Center Haji di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Minggu (17/7/2022).

"Kita memastikan jemaah haji Indonesia tidak ada karantina setelah selesainya penyelenggaraan ibadah haji atau saat datang ke Indonesia," ujar Akhmad Fauzin, menegaskan.

Kekinian, para jemaah sudah diterima di seluruh embarkasi di Indonesia. Ketika mereka datang, imbuh Akhmad Fauzin, tidak ada karantina. Mereka hanya dipantau selama 21 hari.

"Mereka sudah diterima di seluruh embarkasi di Indonesia. Saat mereka datang, tidak ada karantina. Hanya selama 21 hari dipantau kesehatannya," kata Akhmad Fauzin.

Ketika ditemukan orang yang mengalami demam dan penyakit menular saat pemantauan, lanjut Akhmad Fauzin, jemaah tersebut akan masuk radar dokter atau puskesmas setempat.

Sebelumnya, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Budi Sylvana menegaskan, bagi jemaah yang dalam kondisi sehat dapat langsung kembali ke daerahnya masing-masing dan tidak ada karantina terpusat kepada jemaah.

“Tidak ada karantina terpusat selama 21 hari kepada jemaah haji. Kami ulangi, tidak ada karantina kepada jemaah haji kita,” tegasnya di Jeddah, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa jemaah akan diminta mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH). Tujuan pengisian kartu tersebut untuk melakukan pengawasan kesehatan secara mandiri selama 21 hari ke depan.

Baca Juga: Kemenkes Ungkap Penyebab Kematian Terbanyak Jemaah Haji di Arab Saudi, Gara-gara Penyakit Apa?

“Jadi tidak ada karantina, yang ada adalah pengawasan secara mandiri di daerah masing-masing. Jadi jemaah bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasa,” ujarnya.

Jika ditemukan gejala Covid-19 atau suhu tubuh di atas 37,5 derajat saat pemeriksaan di bandara, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan tes PCR.

Demikian jika ada jemaah yang sakit setelah beberapa hari pulang dari Tanah Air, mereka diminta segera memeriksakan diri ke faskes terdejat supaya bisa dilakukan pengontrolan kesehatan.

“Ini sebagai upaya kita melakukan deteksi dini agar tidak terjadi penularan penyakit di Tanah Air,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI