Perlintasan KA di Cengkareng Dijaga Pakai Bambu Secara Manual, Penjaga Singgung Palang Pintu Kereta Tak Jadi-jadi

Dwi Bowo Raharjo | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Rabu, 27 Juli 2022 | 12:30 WIB
Perlintasan KA di Cengkareng Dijaga Pakai Bambu Secara Manual, Penjaga Singgung Palang Pintu Kereta Tak Jadi-jadi
Heri (58), sibuk mengatur kendaraan yang melintas di perlintasan kereta api, di Duri Kosambi, Rawa Buaya Jakarta Barat. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Heri (58), sibuk mengatur kendaraan yang melintas di perlintasan kereta api, di Duri Kosambi, Rawa Buaya Jakarta Barat.

Sembari membawa jerigen yang sudah dipotong bagian atasnya, Heri sesekali menarik bambu yang di cat kuning-hitam untuk menyetop kendaraan saat kereta hendak melintas.

Heri mengaku telah lama membantu menjaga perlintasan rel kereta api. Hanya bermodal pantauan, Heri melakukan buka-tutup bambu perlintasan.

Mirisnya, perlintasan tanpa palang pintu ini berada di dekat Stasiun Rawa Buaya.

“Sudah lama saya ngatur di sini, karena pas ada rel kereta belom pernah ada palang pintunya,” kata Heru kepada Suara.com, di lokasi, Rabu (27/4/2022).

Heri mengaku, tidak ada upah bulanan yang ia terima dari menjaga perlintasan kereta oleh pihak KAI. Ia hanya mendapatkan upah dari hasil sumbangan sukarela para pengendara yang dikumpulkannya di derigen putih.

“Kalau kejadain mah sering. Biasanya mereka yang bandel nerobos,” katanya.

Heri (58), sibuk mengatur kendaraan yang melintas di perlintasan kereta api, di Duri Kosambi, Rawa Buaya Jakarta Barat. (Suara.com/Faqih)
Heri (58), sibuk mengatur kendaraan yang melintas di perlintasan kereta api, di Duri Kosambi, Rawa Buaya Jakarta Barat. (Suara.com/Faqih)

Heri tidak sendiri menjaga perlintasan rel kereta, ada 20 rekannya yang membantu, hanya saja dalam bertugas mereka membagi shift.

“Saya tadi dari jam setengah 9 sampai nanti jam 2an. Ada lagi nanti gantian,” jelas Heri.

Sementara itu, salah seorang penjaga warung didekat persimpangan rel kereta, Andien (64) mengaku juga sering membantu mengatur perlintasan saat sore hari. Biasanya volume kendaraan lebih padat dari biasanya di sore hari.

“Dari awal dibagunnya rel kereta sampai sekarang belom pernah ada palng pintu. Saya juga kadang ikut bantu ngatur kalau lagi padat,” kata Andien.

Andien mengatakan peristiwa kendaraan tertabrak kereta bukan hal baru. Selalu ada saja peristiwa seperti itu.

Anehnya, lanjut Andien, setiap habis kecelakaan selalu ada petugas yang mengukur untuk dibuatkan palang pintu perlintasan, namun sudah beberapa kali insiden, palang pintu itu tidak terealisasi.

“Kejadian diukur, kejadian diukur tapi enggak ada hasilnya,” pungkas Andien.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan uang melibatkan odong-odong dengan kereta api di Serang Banten, pada Selasa (26/7/2022). 9 orang tewas dalm insiden itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lokasi Kecelakaan Odong-odong Tertabrak Kereta Api yang Sebabkan 9 Korban Tewas Tidak Ada Palang Pintu

Lokasi Kecelakaan Odong-odong Tertabrak Kereta Api yang Sebabkan 9 Korban Tewas Tidak Ada Palang Pintu

Banten | Selasa, 26 Juli 2022 | 14:49 WIB

Penampakan Sepeda Motor yang Terseret Kereta Sejauh 2,5 Km di Kranji, Begini Nasib Pengemudinya

Penampakan Sepeda Motor yang Terseret Kereta Sejauh 2,5 Km di Kranji, Begini Nasib Pengemudinya

Bekaci | Kamis, 07 Juli 2022 | 18:45 WIB

Nekat Menerobos, Pemotor Muda-mudi Malah Tersangkut Kejebak di Palang Kereta Api

Nekat Menerobos, Pemotor Muda-mudi Malah Tersangkut Kejebak di Palang Kereta Api

Riau | Rabu, 06 Juli 2022 | 16:15 WIB

3 Pemotor Nyaris Tersambar Kereta Api Gegara Terobos  Perlintasan

3 Pemotor Nyaris Tersambar Kereta Api Gegara Terobos Perlintasan

Sumut | Jum'at, 01 Juli 2022 | 06:35 WIB

Detik-Detik Pria Selamatkan Nyawa Sopir Becak Bermotor Berisi 2 Penumpang di Perlintasan Kereta Api, Publik Deg-degan

Detik-Detik Pria Selamatkan Nyawa Sopir Becak Bermotor Berisi 2 Penumpang di Perlintasan Kereta Api, Publik Deg-degan

Otomotif | Senin, 27 Juni 2022 | 15:20 WIB

Viral Sopir Bus Nekat Lawan Arus dan Terobos Palang Pintu Kereta Api di Bangil

Viral Sopir Bus Nekat Lawan Arus dan Terobos Palang Pintu Kereta Api di Bangil

Malang | Jum'at, 24 Juni 2022 | 14:34 WIB

Terkini

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 06:55 WIB

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB