Minta Prajurit TNI Ambil Hikmah Kasus Kopda M, DPR: Selesaikan Masalah Jangan Pakai Tindakan Maut, Nanti Ujungnya Maut

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 28 Juli 2022 | 14:37 WIB
Minta Prajurit TNI Ambil Hikmah Kasus Kopda M, DPR: Selesaikan Masalah Jangan Pakai Tindakan Maut, Nanti Ujungnya Maut
Empat anggota kelompok pembunuh bayaran yang menembak istri anggota TNI AD di Semarang dihadirkan saat konferensi pers, di Markas Polda Jawa Tengah, Semarang, Senin. [ANTARA/IC Senjaya]

Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI fraksi PDIP, Mayjend TNI (Purn) TB Hasanuddin, mengatakan berkaca dari kasus penembakan Rina Wulandari (34) yang tak lain istri seorang prajurit TNI, semua pihak terkhusus institusi TNI diminta mengambil hikmah atau pelajaran.

Belakangan perkembangan terbaru dari kasus tersebut, Kopda M alias Muslimin yang diduga sebagai dalang dalam kasus penembakan istrinya tersebut ditemukan tewas.

Hasanuddin mengingatkan kepada prajurit TNI yang lain bahwa soal masalah dalam rumah tangga merupakan suatu hal yang wajar. Namun, menurutnya, jangan sampai mengambil tindakan yang gegabah dalam menyelesaikan masalah tersebut, apalagi sampai menghilangkan nyawa.

"Yang penting dari kasus ini harus diambil hikmah untuk para prajurit ya, bahwa masalah keluarga bisa saja terjadi di dalam kehidupan rumah tangga itu hal yang wajar. Tetapi solusinya pun harus wajar juga. Jangan mengambil tindakan secara maut, yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan maut juga ya," kata Hasanuddin saat dihubungi, Kamis (28/7/2022).

Hasanuddin meminta para komandan dari setiap prajurit TNI juga agar berperan aktif agar kasus serupa tak terulang.

"Jadi ya harus ada sebuah proses pembelajaran kepada para prajurit itu biasanya dilakukan oleh para komandannya di jam-jam komandan. Setelah apel diberikan pengarahan supaya kasus tidak terulang kembali," ungkapnya.

Adapun di sisi lain soal tewasnya Kopda Muslimin, Hasanuddin, mengatakan hal itu tak akan menghentikan proses hukum terhadap para eksekutor penembakan.

"Menurut hemat saya proses hukum terhadap pelaku yang lain yang sebagai eksekutor kalau tidak salah 4 orang ya ya tetap harus dilanjutkan. Sementara kepada otaknya dalam hal ini anggota militernya ya selesai karena sudah meninggal ya," tuturnya.

Sementara ketika ditanya soal rencana autopsi dan visum et repertum terhadap jenazah Kopda Muslimin, Hasanuddin menyambut positif. Hal itu dianggap sebagai pengungkap mengapa Kopda Muslimin tewas.

baca juga

"Ya nggak apa-apa visum dan autopsi mah untuk mengecek kematiannya kenapa, gak masalah (itu dilakukan)," tandasnya.

Kopda M Tewas

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman membenarkan Kopda M alias Muslimin ditemukan dalam kondisi tewas di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah. Namun, terkait dugaan yang bersangkutan tewas bunuh diri menurutnya masih perlu dipastikan.

Dudung mengatakan, pihak kepolisian rencana akan melakukan autopsi dan visum et repertum terhadap jenazah Kopda Muslimin.

"Akan dilaksanakan autopsi dan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Dudung kepada wartawan, Kamis (28/7/2022).

Kopda Muslimin merupakan buronan polisi usai diduga kuat menjadi dalang kasus penembakan Rina Wulandari (34) yang tidak lain merupakan istrinya sendiri. Peristiwa ini terjadi di depan rumah korban di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (18/7/2022) lalu.

Tim gabungan TNI-Polri berhasil menangkap keempat pelaku penembakan termasuk seorang yang membawa senjata api. Kopda Muslimin diduga kuat sebagai otak dibalik kasus ini.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, Kopda Muslimin diduga sudah empat kali memerintahkan pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa istrinya. Adapun, motif daripada kasus ini diduga karena yang bersangkutan telah memiliki kekasih lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Kasus Bullying Anak Hal Biasa, TB Hasanuudin ke Wagub Jabar: Lain Kali Kalau Ngomong Pakai Etika

Sebut Kasus Bullying Anak Hal Biasa, TB Hasanuudin ke Wagub Jabar: Lain Kali Kalau Ngomong Pakai Etika

News | Kamis, 28 Juli 2022 | 12:18 WIB

Bikin Penjahat Frustasi! Rina Wulandari Coba Dibunuh Berkali-kali dari Diracun, Disantet hingga Dibedil Tapi Masih Sehat

Bikin Penjahat Frustasi! Rina Wulandari Coba Dibunuh Berkali-kali dari Diracun, Disantet hingga Dibedil Tapi Masih Sehat

Purwokerto | Selasa, 26 Juli 2022 | 15:01 WIB

Diduga Dalangi Pembunuhan Istri, Kapolda Jateng Minta Kopda M Menyerahkan Diri

Diduga Dalangi Pembunuhan Istri, Kapolda Jateng Minta Kopda M Menyerahkan Diri

Purwokerto | Selasa, 26 Juli 2022 | 14:50 WIB

Delapan Prajurit TNI AU Dipanggil KPK, Jadi Saksi Kasus Helikopter AW-101

Delapan Prajurit TNI AU Dipanggil KPK, Jadi Saksi Kasus Helikopter AW-101

Jogja | Selasa, 26 Juli 2022 | 13:36 WIB

Kronologi Lengkap Istri Anggota TNI Ditembak OTK di Semarang, Pembunuh Bayaran Dapat Upah Rp 120 Juta

Kronologi Lengkap Istri Anggota TNI Ditembak OTK di Semarang, Pembunuh Bayaran Dapat Upah Rp 120 Juta

Purwokerto | Selasa, 26 Juli 2022 | 10:07 WIB

4 Pelaku Penembak Istri TNI di Semarang Mengaku Dibayar Rp120 Juta, Kopda M Masih Diburu

4 Pelaku Penembak Istri TNI di Semarang Mengaku Dibayar Rp120 Juta, Kopda M Masih Diburu

Sumsel | Selasa, 26 Juli 2022 | 06:50 WIB

Terkini

IHSG Masih di Level 6.500 Pagi Ini, Saham BYAN Langsung Terbang

IHSG Masih di Level 6.500 Pagi Ini, Saham BYAN Langsung Terbang

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:19 WIB

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 09:15 WIB

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:09 WIB

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:07 WIB

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:01 WIB

Dorong Ekonomi Digital,  ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

Dorong Ekonomi Digital, ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 08:59 WIB

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:56 WIB

×