Australia Bangun Rumah Kaca Agar Bisa Menanam Tomat Sepanjang Tahun

Siswanto | ABC | Suara.com

Jum'at, 29 Juli 2022 | 11:12 WIB
Australia Bangun Rumah Kaca Agar Bisa Menanam Tomat Sepanjang Tahun
Ilustrasi tomat yang mengandung likopen. (Freepik)

Suara.com - Sebuah rumah kaca seluas enam hektar yang dibangun di Goulburn Valley, negara bagian Victoria, dengan perkiraan dapat memproduksi sekitar 4 ribu ton tomat setiap tahun dan akan mempekerjakan 60 orang.

Walau sedang musim dingin di Australia, suhu udara di dalam rumah kaca yang terletak sekitar 182 km dari Melbourne ini bisa mencapai 28 derajat Celcius dan dipenuhi semerbak aroma 150 ribu tanaman tomat.

Direktur Eksekutif perusahaan pengelola rumah kaca tersebut, Flavorite Mike Nichol, mengatakan perusahaannya akan memperluas operasi di empat tempat lagi di negara bagian Victoria karena tingginya permintaan akan tomat.

"Kami sudah punya satu di sini di Tatura, satu di Katunga, Mansfield dan satu di tempat asal kami di Warragul," katanya,

"Warragul adalah lahan terbesar kami untuk saat ini namun di Katunga kami memiliki kapasitas untuk menanam sekitar 30 hektar.

"Kami bisa membangun tiga rumah kaca lagi di Tatura dan juga memiliki tempat untuk mengolah tomat yang dipanen sehingga memungkinkan untuk mengirim produk langsung dari sini."

Perusahaan tersebut bisa memproduksi tomat, ketimun, dan paprika."

Mike Nichols mengatakan adanya banjir di kawasan utara Australia baru-baru ini memperlihatkan keuntungan untuk menanam sayur-sayuran di dalam ruangan, sehingga tidak tergantung pada keadaan alam.

"Semua tanaman berisiko rusak karena berbagai faktor alam tersebut," katanya.

"Infrastruktur ini memungkinkan kami untuk memastikan kerusakan ini tidak akan terjadi pada kami. Kami bisa menjamin semua produk yang kami tanam akan bisa dipanen tepat waktu."

Dari mana asal dananya?

Perusahaan ini mendapatkan pendanaan dari pemerintah negara bagian Victoria lewat Dana Bagi Pertumbuhan Bisnis di Kawasan Regional. 

Dana senilai Rp2,5 triliun dikelola oleh perusahaan manajemen investasi ROC Partners dan berasal dari dana yayasan pensiun swasta, Spirit Super dan Aware Super.

"Kami pada dasarnya membantu perekonomian dari aset yang dimiliki negara, dalam bentuk pinjaman atau penanaman modal," kata Menteri Keuangan Victoria, Tim Pallas.

"Victoria hanya memiliki lahan sebanyak tiga persen dari keseluruhan di Australia tapi kami memproduksi lebih banyak hasil pertanian dibandingkan Queensland.

"Ini menunjukkan kami adalah sumber pangan bagi Australia, dan satu-satunya cara mempertahankan reputasi tersebut adalah lewat inovasi baru di bidang pertanian."

Tanaman yang terlindungi 

Di Australia, menanam sayuran atau buah di tempat seperti rumah kaca yang bisa diatur suhunya merupakan industri yang semakin berkembang. 

Hal ini disebabkan semakin banyak petani yang merasa kesulitan bercocok tanam di bawah ancaman banjir dan kebakaran hutan.

Direktur operasi, Flavorite Chris Millis, mengatakan meski rumah kaca mahal dalam pembuatannya namun banyak keuntungannya.

"Kami bisa memproduksi lebih banyak dengan kerja yang lebih minimal," kata Mills.

"Kami tidak harus bergerak jauh, ini bagus bagi karyawan yang bisa bekerja sepanjang tahun, apalagi tanaman hanya memerlukan sedikit air dan bahan kimia."

"Saya kira ini adalah sistem akan yang akan terus berkembang di masa depan.

"Saingan utama kami adalah petani yang menanam di lahan terbuka, namun kalau kita lihat adanya banjir dan kebakaran hutan, itu tidak mudah bagi mereka."

Pemanas rumah kaca di Tatura ini adalah gas alam cair dengan sistem pemanasan yang menggunakan air.

"Pemanas adalah biaya terbesar," kata Mills.

"Semua yang kami lakukan di sini adalah berusaha memperkecil jumlah pemanasan yang harus dilakukan.

"Kami memiliki dua layar thermal di atap yang bisa menyimpan energi sepanjang hari dan kami berusaha semaksimal mungkin menggunakan sinar alami dari matahari.

"Dalam soal konsumsi air, kami menggunakan sekitar 12 sampai 18 liter air untuk memproduksi satu kilogram tanaman, sementara untuk lahan terbuka dibutuhkan sekitar 60 sampai 100 liter.

"Ketika kami kehabisan air, kami mengambil air untuk digunakan kembali."

Produksi tanaman menggunakan rumah kaca sudah banyak dilakukan di negeri seperti Belanda yang sudah menghabiskan investasi teknologi yang bisa menghasilkan produksi sepanjang tahun.

Mills mengatakan teknologi tersebut sudah disesuaikan dengan iklim di negara bagian Victoria, namun model ini sudah diterapkan di banyak negara lain di dunia.

"Belanda sangat inovatif. Rumah kaca mereka dibuat untuk cuaca dingin," katanya.

"Kami mengadaptasi teknologi ini untuk menyesuaikan diri dengan musim dingin yang lebih dingin, juga musim panas yang lebih hangat dan mereka melakukan hal yang sama di Kanada, Prancis, AS, Meksiko dan Rusia. Mereka membangun rumah kaca di mana-mana."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mudah Dilakukan di Rumah, Begini Cara Menanam Tomat di Polybag

Mudah Dilakukan di Rumah, Begini Cara Menanam Tomat di Polybag

Lifestyle | Rabu, 28 Desember 2022 | 17:45 WIB

Terkini

'Hilal' Perang Iran Berakhir Sudah Terlihat

'Hilal' Perang Iran Berakhir Sudah Terlihat

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:55 WIB

Indonesia Mengutuk Keras UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina oleh Israel

Indonesia Mengutuk Keras UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina oleh Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:50 WIB

Amsal Divonis Bebas, Kajari dan Kasipidsus Karo Langsung Diperiksa Kajati

Amsal Divonis Bebas, Kajari dan Kasipidsus Karo Langsung Diperiksa Kajati

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:48 WIB

7 Fakta Mengerikan Mutilasi Karyawan Ayam Geprek di Bekasi: Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor

7 Fakta Mengerikan Mutilasi Karyawan Ayam Geprek di Bekasi: Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:43 WIB

Amsal Sitepu Akhirnya Bebas, DPR: Hakim Gali Rasa Keadilan Masyarakat Terhadap Kerja Kreatif

Amsal Sitepu Akhirnya Bebas, DPR: Hakim Gali Rasa Keadilan Masyarakat Terhadap Kerja Kreatif

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:40 WIB

Amsal Sitepu Akhirnya Divonis Bebas, DPR Ingatkan Kejaksaan: Jangan Mudah Mengkriminalisasi

Amsal Sitepu Akhirnya Divonis Bebas, DPR Ingatkan Kejaksaan: Jangan Mudah Mengkriminalisasi

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:35 WIB

Kunjungan Perdana ke Korea, Prabowo Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Korsel

Kunjungan Perdana ke Korea, Prabowo Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Korsel

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:14 WIB

Apresiasi Harga BBM Tak Naik, Komisi VI DPR Sebut Presiden Prabowo Siap Hadapi Dinamika Global

Apresiasi Harga BBM Tak Naik, Komisi VI DPR Sebut Presiden Prabowo Siap Hadapi Dinamika Global

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:11 WIB

Amsal Sitepu Divonis Bebas dari Dakwaan Korupsi, Sahroni Ingatkan Penegak Hukum: Harus Buka Hati

Amsal Sitepu Divonis Bebas dari Dakwaan Korupsi, Sahroni Ingatkan Penegak Hukum: Harus Buka Hati

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:09 WIB

Parkir Ganda dan Jukir Liar di Blok M Square: Pengelola Akui Sudah Ditertibkan, Tapi Kerap Kembali

Parkir Ganda dan Jukir Liar di Blok M Square: Pengelola Akui Sudah Ditertibkan, Tapi Kerap Kembali

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:03 WIB