Napak Tilas Perang Rasulullah Lawan Kafir Quraisy di Jabal Uhud

Rifan Aditya, Rendy Adrikni Sadikin

Minggu, 31 Juli 2022 | 18:55 WIB
Napak Tilas Perang Rasulullah Lawan Kafir Quraisy di Jabal Uhud
Jabal Uhud, Arab Saudi (Dok. MCH 2022)

Suara.com - Jabal Uhud berada sekitar 4,5 kilometer di sebelah utara Kota Madinah, Arab Saudi. Di sana, terjadi Perang Uhud, yaitu perang balas dendam kafir Quraisy akibat kekalahan pada Perang Badar.

Di Jabal Uhud, pertama terlihat adalah Masjid Syuhada yang memiliki satu kubah dan dua menara. Burung-burung merpati bermain di lapangan sekitar masjid, tidak jauh terlihat Bukit Rumat atau bukit pemanah.

Puluhan jemaah haji dari berbagai negara termasuk Indonesia tampak menaiki Bukit Rumat. Mereka berfoto bahkan berdoa di atas bukit batu tersebut.

Dinamakan Bukit Rumat karena pada saat Perang Uhud, pasukan pemanah menjadikan bukit tersebut sebagai lokasi mereka menyerang musuh.

Tidak jauh dari Bukit Rumat terdapat pemakaman para syuhada Perang Uhud termasuk sahabat Rasulullah dan para pengikutnya yang gugur di medan perang.

Sementara Jabal Uhud sendiri memiliki tinggi sekitar 1.050 meter dengan panjang sekira tujuh kilometer dan terdiri dari batu-batuan granit, marmer merah serta batu-batu mulia.

Perang Uhud adalah balas dendam kaum Quraisy atas kekalahan mereka dari pasukan Muslim di Perang Badar pada tahun kedua Hijriah.

Perang Uhud terjadi pada tahun ketiga Hijriah atau 625 Masehi di Madinah, kata petugas Bimbad, Aan Setiawan Rusli kepada Media Center Haji (MCH) di Bukit Rumat, Jabal Uhud.

Rusli menceritakan, kekalahan kaum kafir Quraisy Mekkah pada Perang Badar mencoreng nama mereka.

baca juga

Pasalnya dengan jumlah kekuatan yang berbeda jauh, kaum kafir Quraisy memiliki 1.000 pasukan, 600 persenjataan lengkap, 700 unta dan 300 ekor kuda dikalahkan oleh pasukan Islam yang dipimpin Rasulullah.

Padahal pasukan yang dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW hanya terdiri dari 313 orang Muslim, delapan pedang, enam baju perang, 70 ekor unta, dan dua ekor kuda.

"Pada saat itu Muslim di Madinah kuat dan ini jadi ancaman bagi kota Mekkah karena ini jalur perdagangan," kata Rusli.

Strategi

Saat perang Uhud terjadi, pasukan Muslim berjumlah 700 orang yang dipimpin Nabi Muhammad SAW berhasil memukul mundur 3.000 pasukan kaum kafir Quraisy Mekkah.

Sebagai pemimpin, Nabi Muhammmad SAW menggunakan strategi perang yang sangat jenius. Rasulullah menempatkan 50 pemanah di Bukit Rumat yang dipimpin Abdullah bin Jubair.

Ibarat serangan dari udara, anak panah dari pasukan yang dipimpin Abdullah bin Jubair berhasil memukul mundur pasukan Quraisy.

"Di sini kejeniusan Rasulullah, menempatkan 50 pemanah di Bukit Rumat, sehingga 700 orang bisa memukul 3.000 orang," kata Rusli. Padahal pada Perang Uhud, pasukan Muslim tidak dibantu Malaikat seperti pada Perang Badar.

Pasukan kafir Quraisy pun mundur serta meninggalkan harta dan perbekalan mereka di medan perang.

Nabi saat itu memerintahkan para pemanah untuk tidak meninggalkan Bukit Rumat apapun yang terjadi, baik dalam kondisi perang maupun kalah sampai Baginda Rasulullah mengirimkan utusan dan menyampaikan kabar mereka boleh meninggalkan posnya.

Harta rampasan perang yang ditinggalkan kaum Quraisy mulai dari pedang, unta, kuda, emas dan perak menjadi rebutan pasukan Muslim, melihat kondisi tersebut juga dimanfaatkan oleh pemanah di Bukit Rumat.

Sebanyak 40 pemanah turun dari bukit hingga lupa pesan Nabi agar mereka tidak meninggalkan Bukit Rumat. Mereka beralasan bahwa pesan tersebut berlaku saat perang, sedangkan saat ini menurut mereka perang telah selesai karena pasukan musuh sudah dipukul mundur.

Kecuali sang komandan Abdullah bin Jubair dan 10 pemanah lainnya yang masih bertahan di Bukit Rumat.

Melihat situasi tersebut, komandan pasukan Quraisy saat itu, Khalid bin Walid memanfaatkan keadaan membawa pasukannya berbelok dari arah belakang pasukan Islam yang tersisa di Bukit Rumat kemudian menghunjam pasukan Muslim dari depan dan dari belakang.

Terjadi kekacauan dan pasukan Muslim kocar kacir karena diserang dari dua arah, bahkan saling membunuh karena tidak diketahui mana kawan mana lawan. Terjadilah kekalahan besar saat Perang Uhud.

"Bahkan kaum kafir Quraish Mekkah bikin psywar yang menyebut Muhammad sudah mati, guna menjatuhkan mental pasukan Muslim ketika itu. Para sahabat kebingungan. Pilihan perang adalah menang atau mati syahid," ujar Rusli.

Namun, kabar wafatnya Nabi Muhammad SAW dalam Perang Uhud dibantah para sahabat yang melihat langsung Rasul masih hidup.

Kabar ini membangkitkan kembali semangat pasukan Islam, namun di satu sisi, Rasulullah menjadi incaran para kaum kafir Quraisy Mekkah yang merasa saat itu mereka sudah memenangkan peperangan.

Terjadilah perang yang dahsyat, korban dari pasukan Islam pun berjatuhan. Perang ini menggugurkan 70 sahabat Nabi Muhammad SAW termasuk tujuh pahlawan Uhud.

Salah satu dari golongan muhajirin yang wafat sekaligus merupakan paman Nabi Muhammad SAW adalah Hamzah bin Abdul Muthalib.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW pun terluka parah dari serangan musuh. Utbah bin Abi Waqqash melemparkan potongan besi dan mengenai muka Nabi hingga, wajah beliau terluka dan salah satu gigi beliau patah.

Para sahabat bahkan srikandi melindungi Nabi Muhammad SAW yang dilarikan di goa antara Jabal Uhud. Di sana, Nabi Muhammad SAW dirawat usai Perang Uhud.

Secara jumlah dan alat perang, pasukan kaum Muslimin memang kalah dibandingkan dengan pasukan kaum kafir Quraisy.

Di samping itu, kekalahan juga disebabkan karena sebagian pasukan Muslim menyalahi perintah Nabi Muhammad SAW sebagai panglima perang.

"Kekalahan Perang Uhud ini karena melanggar larangan Rasulullah. Setelahnya kekalahan ini menjadi pelajaran untuk perang-perang selanjutnya," ucapnya.

Perang Uhud menjadi kunci kemenangan Muslim pada perang-perang selanjutnya, bahwa pasukan Muslim harus mentaati larangan Rasul.

Hikmah yang dapat diambil dari Perang Uhud adalah menjadi pengingat bahwa bukan hanya harus mentaati larangan Rasul di kala perang tapi juga semua larangannya harus ditinggalkan dan perintah Nabi Muhammad SAW harus ditaati.

"Begitu kita melanggar larangan Rasul, balasan Allah SWT langsung saat itu juga. Ini merupakan bentuk teguran dari Allah SWT," ujar Rusli.

Jabal Uhud juga menjadi saksi betapa gagah beraninya para sahabat Nabi dalam berperang dan melindungi Rasul.

Meski kondisinya tidak sama lagi, Jabal Uhud, khususnya Bukit Rumat tetap menjadi magnet bagi jamaah haji maupun kaum Muslim yang datang ke Tanah Suci, untuk menyusuri bukti kegigihan pasukan Islam dalam menghadapi kaum kafir Quraisy.

Di lokasi ini juga terdapat Makam Syuhada Uhud tempat para sahabat Nabi yang gugur di perang Uhud dimakamkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Bus Bawa Rombongan Jemaah Haji Tabrakan di Asahan

Kronologi Bus Bawa Rombongan Jemaah Haji Tabrakan di Asahan

Sumut | Minggu, 31 Juli 2022 | 10:42 WIB

Bus Bawa Rombongan Jemaah Haji Tabrakan di Asahan

Bus Bawa Rombongan Jemaah Haji Tabrakan di Asahan

Sumut | Minggu, 31 Juli 2022 | 00:05 WIB

59 Akta Kematian Jemaah Haji Indonesia Diserahkan ke Pihak Keluarga

59 Akta Kematian Jemaah Haji Indonesia Diserahkan ke Pihak Keluarga

Sumut | Sabtu, 30 Juli 2022 | 21:10 WIB

Ditjen Dukcapil Serahkan 59 Akta Kematian Jemaah Haji ke Pihak Keluarga

Ditjen Dukcapil Serahkan 59 Akta Kematian Jemaah Haji ke Pihak Keluarga

News | Sabtu, 30 Juli 2022 | 19:03 WIB

Terkini

Bersama Danantara, BTN Jadi Penyalur Terbesar dalam Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi

Bersama Danantara, BTN Jadi Penyalur Terbesar dalam Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:41 WIB

Destry Singgung Independensi BI Usai Perry Warjiyo Mundur

Destry Singgung Independensi BI Usai Perry Warjiyo Mundur

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:38 WIB

Awal Tak Mulus, Penonton Ransom Canyon Season 2 Turun 43% di Pekan Perdana

Awal Tak Mulus, Penonton Ransom Canyon Season 2 Turun 43% di Pekan Perdana

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:34 WIB

Apakah Mobil Listrik Bebas Pajak Tahunan dan Ganjil Genap? Ini 5 Opsi Termurahnya

Apakah Mobil Listrik Bebas Pajak Tahunan dan Ganjil Genap? Ini 5 Opsi Termurahnya

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:33 WIB

Fenomena Fun Run: Gaya Hidup Sehat atau Sekadar Ajang Konten Media Sosial?

Fenomena Fun Run: Gaya Hidup Sehat atau Sekadar Ajang Konten Media Sosial?

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:30 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Daily Run

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Daily Run

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:26 WIB

Bedak Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Pilihan agar Makeup Halus dan Tidak Dempul

Bedak Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Pilihan agar Makeup Halus dan Tidak Dempul

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:25 WIB

Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah

Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah

Kaltim | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:24 WIB

Diringkus Polisi! Pemuda 20 Tahun Pelaku Pelecehan di Karawaci Tak Berkutik Usai Videonya Viral

Diringkus Polisi! Pemuda 20 Tahun Pelaku Pelecehan di Karawaci Tak Berkutik Usai Videonya Viral

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:23 WIB

IHSG Bergerak di Level 6.200 Pagi Ini, Saham TALF Terbang

IHSG Bergerak di Level 6.200 Pagi Ini, Saham TALF Terbang

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:19 WIB

×