Wajar Ada Protes Kenaikan Tarif Rp3,75 Juta, Warga Khawatir Kunjungan Wisata Berkurang hingga Alasan Monopoli TN Komodo

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 03 Agustus 2022 | 13:19 WIB
Wajar Ada Protes Kenaikan Tarif Rp3,75 Juta, Warga Khawatir Kunjungan Wisata Berkurang hingga Alasan Monopoli TN Komodo
Tarif masuk Taman Nasional Komodo naik. (Tim Pelaksana Penguatan Fungsi Taman Nasional Komodo)

Suara.com - Kenaikan drastis tarif Taman Nasional Komodo menjadi Rp3,75 juta menuai kontra. Bahkan penolakan itu secara terang-terangan diutarakan para pelaku usaha ekonomi kreatif di wilayah pariwisata tersebut.

Mereka melakukan aksi hingga menyatakan mogok massal bekerja melayani para wisatawan.

Melihat hal tersebut, anggota DPR RI Dapil Nusa Tenggara Timur, Andreas Hugo Pareira, ikut memahami apa yang dirasakan para warga sekitar yang mencari pekerjaan dari sektor pariwisata Labuan Bajo.

"Kenaikan tarif ke TN Kawasan Wisata Komodo yang drastis Rp 3,75 juta yang menimbulkan shock bagi pelaku wisata di Labuan Bajo yang mekhawatirkan akan berkurangnya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo," kata Andreas, Rabu (3/8/2022).

Kekhawatiran akan kenaikan tarif itu yang kemudian memicu gelombang protes melalui aksi dan mogok massal terpaksa dilakukan.

Andreas menilai bahwa memang kenaikan tarif bisa berimbas pada pelaku wisata dan ekonomi kreatif di wilayah terkait. Padahal mereka baru saja mulai bangkit dari keterpurukan akibat pandemi.

Sejumlah pelaku bisnis wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT berunjuk rasa menentang kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo pada Juli 2022. [Antara/Fransiska Intan Nuka]
Sejumlah pelaku bisnis wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT berunjuk rasa menentang kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo pada Juli 2022. [Antara/Fransiska Intan Nuka]

"Kekhawatiran ini wajar karena para pelaku wisata dan ekraf di Labuan Bajo sebagaimana pelaku wisata daerah lain benar-benar terpukul oleh pandemi," jata Andreas.

Andreas memandang penjelasan Pemda NTT ihwal kenaikan tarif TN Komodo belum memuaskan warga terutama pelaku wisata di daerah sana. Hal itu yang menjadi dasar mengapa aksi dan mogok massal masih terus berlangsung.

Andreas sendiri mengatakan bahwa pastinya seluruh pihak sepakat dengan adanya tujuan konservasi di TN Komodo. Tetapi mengatasinya dengan cara menaikkan tarif, ia rasa hal itu perlu didialogkan kembali.

baca juga

"Saya kira untuk itu Pemda NTT dan perwakilan organisasi-organisasi pelaku wisata perlu duduk bersama untuk mencari solusi demi menghentikan aksi-akai demo di Labuan Bajo," kata Andreas.

Di sisi lain, Andreas turut menyoroti pemicu masih dilakukannya aksi dan mogok massal oleh warga. Satu di antaranya ialah rasa ketidakpercayaan masyarakat atas alasan koservasi di balik kenaikan tarif.

"Penyebab mogok massal ini juga nampaknya dipicu juga oleh ketidakpercayaan pelaku wisata akan motif alasan kenaikan tarif dengan diberikan hak monopoli oleh Pemda NTT kepada BUMD Flobamora untuk menetapkan tarif dan mengelola TN Komodo," ujar Andreas.

Berdampak ke Citra Labuan Bajo

Andreas menilai mogok massal oleh para pelaku ekonomi kreatif, terlebih dibarengi dengan unjuk rasa penolakan kenaikan tarif tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pasalnya hal itu akan berdampak terhadap citra Labuan Babo di mata wisatawan.

"Situasi Labuan Bajo dengan suguhan aksi damai demo merupakan suguhan yang buruk bagi wisatawan dan negatif campaign untuk Labuan Bajo-Flores. Kalau demo mogok massal ini berlangsung terus, lama kelamaan wisatawan enggan dan tidak nyaman berkunjung ke Labuan Bajo-Flores," kata Andreas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mogok Massal dan Demo Berlarut Berdampak ke Citra Labuan Bajo, Komisi X DPR Diminta Segera Panggil Kemenparekaf

Mogok Massal dan Demo Berlarut Berdampak ke Citra Labuan Bajo, Komisi X DPR Diminta Segera Panggil Kemenparekaf

News | Rabu, 03 Agustus 2022 | 12:13 WIB

Pengamat: Penetapan Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp3,75 juta Belum Ada Landasan Hukum

Pengamat: Penetapan Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp3,75 juta Belum Ada Landasan Hukum

Sulsel | Selasa, 02 Agustus 2022 | 15:34 WIB

Belum Ada Perda Tarif Tiket Masuk TN Komodo Rp 3,7 Juta, Pengamat: Harusnya Tidak Diberlakukan Dahulu

Belum Ada Perda Tarif Tiket Masuk TN Komodo Rp 3,7 Juta, Pengamat: Harusnya Tidak Diberlakukan Dahulu

News | Selasa, 02 Agustus 2022 | 13:38 WIB

Tarif Masuk Taman Nasional Komodo Tetap Diberlakukan, Pemprov NTT: Konservasi yang Baik Butuh Anggaran Besar

Tarif Masuk Taman Nasional Komodo Tetap Diberlakukan, Pemprov NTT: Konservasi yang Baik Butuh Anggaran Besar

Lifestyle | Selasa, 02 Agustus 2022 | 12:34 WIB

Pemprov NTT Terus Lakukan Sosialisasi Tiket Masuk Kawasan Taman Nasional Komodo

Pemprov NTT Terus Lakukan Sosialisasi Tiket Masuk Kawasan Taman Nasional Komodo

Lifestyle | Selasa, 02 Agustus 2022 | 13:07 WIB

Kemenparekraf Luncurkan Website Hasil Kajian Strategis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kemenparekraf Luncurkan Website Hasil Kajian Strategis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Metro | Selasa, 02 Agustus 2022 | 08:03 WIB

Terkini

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

×