Apa yang Terjadi dengan Al-Qaeda Setelah Kematian Ayman Al-Zawahiri?

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 03 Agustus 2022 | 20:52 WIB
Apa yang Terjadi dengan Al-Qaeda Setelah Kematian Ayman Al-Zawahiri?
BBC

Suara.com - Kematian mendadak pemimpin al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri, di Kabul, akhir pekan lalu menimbulkan pertanyaan yang tak bisa dielakkan: apa yang terjadi dengan organisasi yang dia tinggalkan? Apakah al-Qaeda dan masihkah relevan pada 2022?

Dalam bahasa Arab, al-Qaeda bermakna "fondasi" atau "dasar". Sejak didirikan, organisasi tersebut didedikasikan untuk menyerang kepentingan negara-negara Barat di seluruh dunia serta menjatuhkan pemerintahan di Asia dan Afrika yang dianggap terlalu akrab dengan Barat dan tidak tunduk pada syariat Islam.

Organisasi itu dibentuk pada akhir 1980-an oleh sisa-sisa relawan militer Arab di kawasan perbatasan Afghanistan-Pakistan. Orang-orang tersebut pernah memerangi Uni Soviet yang menginvasi dan menduduki Afghanistan.

Hanya satu generasi lalu, nama al-Qaeda sangat terkenal di seantero dunia dan dipandang sebagai ancaman keamanan nomor satu oleh negara-negara Barat.

Mengapa? Karena saat itu al-Qaeda sukses melakukan serangkaian serangan teror yang lebih berani dan lebih kompleks. Belakangan aksi-aksi tersebut menginspirasi banyak orang untuk bergabung dan bertindak keji.

Pada 1998, kelompok itu menjalankan pengeboman simultan di Kedutaan Besar AS di Kenya dan Tanzania sehingga menewaskan banyak warga sipil Afrika.

Pada 2000, mereka menabrakkan perahu bermotor yang penuh bahan peledak ke sisi USS Cole di Pelabuhan Aden, menewaskan 17 ABK dan merusak kapal perang bernilai miliaran dollar.

Kemudian, pada 11 September 2001 pagi di New York, mereka melancarkan serangan yang "mengubah dunia selamanya".

Setelah berbulan-bulan melakukan perencanaan secara rahasia, sejumlah anggota al-Qaeda membajak empat pesawat maskapai AS saat sedang mengudara dan menabrakkan dua di antaranya ke Gedung World Trade Centre di New York. Kedua gedung ambruk dengan menciptakan bola api dan hujan debu.

Satu pesawat kemudian ditabrakkan ke Pentagon, markas Departemen Pertahanan AS. Adapun pesawat keempat gagal mencapai target karena para penumpang pesawat menggagalkan aksi pembajak. Pesawat tersebut jatuh di sebuah lapangan dan menewaskan semua orang di dalamnya.

Secara keseluruhan, hampir 3.000 orang tewas hari itu. Rentetan kejadian tersebut dikenal dengan istilah "9/11"karena sistem kalender AS menaruh bulan di depan dan tanggal di belakang.

Serangan itu praktis menjadi serangan teroris paling parah di daratan AS sekaligus memicu "perang melawan teror" yang kontroversial selama dua dekade.

Isitlah 9/11 dicetuskan dan direncanakan oleh al-Qaeda di pegunungan Afghanistan, tempat mereka dilindungi oleh Taliban. Sehingga AS dan Inggris menginvasi negara itu, mengusir Taliban serta membasmi al-Qaeda.

Perlu waktu 10 tahun lagi bagi AS sampai akhirnya negara itu bisa melacak dan membunuh pimpinan al-Qaeda, Osama Bin Laden, pada Mei 2011.

Lantas apa yang terjadi semenjak itu dan bagaimana kondisi al-Qaeda sekarang?

Perubahan petinggi dan rival baru

Osama Bin Laden secara cepat digantikan oleh mentor lamanya, sang kutu buku berkacamata, Dr Ayman al-Zawahiri. Sosok inilah yang dibunuh CIA menggunakan serangan drone pada akhir pekan lalu.

Selama 11 tahun memimpin al-Qaeda, mantan dokter bedah mata asal Mesir ini sama sekali tidak bisa menandingi gaya karismatik pendahulunya yang diapresiasi para pengikut muda dan berwatak keji.

Pesan-pesannya yang disebarluaskan menggunakan tayangan video, selalu menyerukan serangan terhadap Barat dan sekutu-sekutunya dengan gaya bertele-tele dan membosankan. Singkat kata, dia tidak punya daya pikat khalayak.

Tak perlu waktu lama, para pengikut al-Qaeda menyeberang ke kelompok pecahan baru yang menamai diri mereka "ISIS"singkatan untuk Negara Islam di Irak dan Syam (Suriah raya).

Para pengikut muda, yang tak sabar melakukan serangan-serangan anyar, mengejek kepemimpinan al-Qaeda. Kata mereka, petinggi al-Qaeda banyak bicara sedangkan ISIS yang beraksi.

Intelijen lebih baik

Serangan 9/11 adalah bukti kegagalan dahsyat intelijen AS.

Banyak petunjuk serangan luput dari perhatian Washington. Di samping itu, serangan bisa berhasil karena CIA tidak membagi rahasia yang mereka miliki dengan FBI, begitu pula sebaliknya.

Namun itu telah berubah. Semua badan intelijen AS dan Barat kini lebih baik dalam mendapat informasi, lebih banyak berkolaborasi, dan para informan yang mereka rekrut dari dalam al-Qaeda dan ISIS membuat banyak serangan teror bisa digagalkan.

Suaka di Afghanistan?

Tapi negara-negara Barat tidak bisa mengelak bahwa penarikan mundur pasukan dari Afghanistan, tahun lalu, telah membuka peluang-peluang baru yang berbahaya bagi al-Qaeda.

Fakta bahwa al-Zawahiri bisa hidup nyaman di sebuah "rumah aman"di Kabul, dekat dengan hunian para petinggi Taliban, menunjukkan elemen jihadis garis keras di dalam Taliban tidak berniat memutus hubungan dengan al-Qaeda.


Afghanistan sejatinya punya makna khusus bagi al-Qaeda.

Baca juga:

Di sanalah, Osama bin Laden muda, kaya, dan idealis membawa kemampuan insinyurnya untuk membangun jaringan gua nan rumit pada 1980-an untuk melawan pasukan Uni Soviet.

Di negara itu pula Bin Laden bermukim selama lima tahun di bawah perlindungan Taliban dari 1996-2001. Dan di sana al-Qaeda berniat membangkitkan kekuatannya mengingat Taliban kembali berkuasa.

Afrika - medan tempur baru

Al-Qaeda dulu merupakan organisasi yang kecil, tersentral, dan setiap anggotanya sangat dekat satu sama lain. Kini, mereka telah berjejaring dengan pra pengikut tersebar di seluruh dunia, utamanya di daerah yang tidak dikuasai pemerintahan kuat.

Di Somalia, contohnya, afiliasi al-Qaeda bernama "al-Shabab" menjadi organisasi teror yang paling menonjol.

Afrika kini menjadi medan tempur baru bagi kelompok-kelompok jihadis, seperti al-Qaeda dan ISIS, khususnya di kawasan sekitar Sahel di Afrika barat laut.

Mereka tidak hanya bertempur untuk menjatuhkan pemerintah yang mereka anggap "murtad", tapi juga berperang satu sama lain sehingga warga sipil terjebak dalam pertempuran.

Timur Tengah

Al-Qaeda sejatinya adalah kelompok teror asal Timur Tengah. Bin Laden berasal dari Arab Saudi, al-Zawahiri dari Mesir, para petinggi senior hampir semuanya Arab.

Kelompok tersebut masih mempertahankan keberadaannya secara signifikan di Suriah barat laut, tempat gempuran-gempuran drone AS dan serangan pasukan khusus terjadi secara berkala untuk membongkar tempat persembunyian para jihadis.

Dengan kematian al-Zawahiri, al-Qaeda boleh jadi segera memutuskan untuk membangkitkan kekuatan mereka dengan pemimpin baru serta strategi baru.

Konyol jika sebuah badan intelijen menyimpulkan ancaman dari kelompok ini turut mati bersama dengan pemimpinnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suriah Memanas: Serangan Udara Israel dan Klaim Mengejutkan dari Mantan Pemimpin Al-Qaeda

Suriah Memanas: Serangan Udara Israel dan Klaim Mengejutkan dari Mantan Pemimpin Al-Qaeda

News | Kamis, 12 Desember 2024 | 19:35 WIB

Rencana Penyerangan Konser Taylor Swift Bikin Heboh, Ada Materi ISIS dan Al-Qaeda di Rumah Tersangka

Rencana Penyerangan Konser Taylor Swift Bikin Heboh, Ada Materi ISIS dan Al-Qaeda di Rumah Tersangka

News | Kamis, 08 Agustus 2024 | 18:46 WIB

Kelompok ISIS dan Al-Qaeda Akan Lakukan Bom di Konser Taylor Swift

Kelompok ISIS dan Al-Qaeda Akan Lakukan Bom di Konser Taylor Swift

News | Kamis, 08 Agustus 2024 | 18:16 WIB

Jaringan Al Qaeda Mulai Berani Serang Polisi di Malaysia, Singapura Bersiap

Jaringan Al Qaeda Mulai Berani Serang Polisi di Malaysia, Singapura Bersiap

News | Rabu, 22 Mei 2024 | 11:30 WIB

Al Qaeda Peringatkan Orang Islam Tidak ke Piala Dunia 2022: Qatar Bawa Orang-orang Tak Bermoral ke Semenanjung Arab

Al Qaeda Peringatkan Orang Islam Tidak ke Piala Dunia 2022: Qatar Bawa Orang-orang Tak Bermoral ke Semenanjung Arab

Bola | Minggu, 20 November 2022 | 09:10 WIB

Haru Warga Amerika Warnai Peringatan 21 Tahun Tragedi 9/11

Haru Warga Amerika Warnai Peringatan 21 Tahun Tragedi 9/11

Foto | Selasa, 13 September 2022 | 10:00 WIB

5 Fakta Rudal Hellfire R9X yang Tewaskan Pemimpin Al Qaeda, Ini Spesifikasinya

5 Fakta Rudal Hellfire R9X yang Tewaskan Pemimpin Al Qaeda, Ini Spesifikasinya

News | Rabu, 03 Agustus 2022 | 19:34 WIB

ACT Dituduh Salurkan Uang ke Al Qaeda, Pengacara Ahyudin: Tidak Ada Afiliasi Teroris!

ACT Dituduh Salurkan Uang ke Al Qaeda, Pengacara Ahyudin: Tidak Ada Afiliasi Teroris!

Bisnis | Senin, 11 Juli 2022 | 12:00 WIB

Soal Dugaan Aliran Dana ke Organisasi Teroris Al-Qaeda, Begini Respons ACT

Soal Dugaan Aliran Dana ke Organisasi Teroris Al-Qaeda, Begini Respons ACT

News | Rabu, 06 Juli 2022 | 19:32 WIB

Terkini

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:55 WIB

Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026

Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:49 WIB

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39 WIB

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:29 WIB

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:23 WIB

Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah

Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:14 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:46 WIB

Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:39 WIB

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:26 WIB