Tidak Bisa Sampaikan Visi Misi, Airlangga Hartarto: Saya Hadiri Masih Dibatasi Sebagai Menko Perekonomian

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 22:00 WIB
Tidak Bisa Sampaikan Visi Misi, Airlangga Hartarto: Saya Hadiri Masih Dibatasi Sebagai Menko Perekonomian
Menko Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada peringatan 10 tahun Forum Pemred, Jumat (5/8/2022). [Tangkapan Layar YouTube]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menghadiri perayaan 10 Tahun Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) pada Jumat (5/8/2022).

Airlangga pun diminta untuk menyampaikan visi misinya untuk Indonesia ke depan. Namun, ia menyatakan tidak bisa menyampaikan visi misinya karena masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

"Izinkan saya untuk tidak menjawab pertanyaan pak moderator, karena saya hadir di sini sengaja masih dibatasi sebagai Menko Perekonomian. Karena jadwal dari KPU belum keluar. Ini di luar jadwal resmi dari KPU," ujar Airlangga.

Dalam sambutannya, Airlangga mengutip filosofi Spanyol Jose Ortega yang mengatakan, tidak ada yang tahu apa yang saat ini terjadi. Menurutnya filosofi tersebut sangat bertepatan dengan kondisi yang dialami Indonesia dan negara-negara lain di dunia hari ini.

"Jose Ortega mengatakan 'we dont know whats happening,' ini adalah apa yang terjadi hari ini. Jangankan kita bicara jangka panjang, kita belum tahu apa yang terjadi dalam waktu dekat," ucap Airlangga.

Selain itu, Airlangga menyebut saat ini dunia tengah menghadapi 5C yakni Covid-19, Conflict Ukraina-Rusia, Climate Change, Commodity dan Cost Of Living.

"5C yaitu, Covid-19 belum selesai, konflik Ukraina-Rusia, melebar ke Taiwan di laut Tiongkok Timur, kemudian kita bicara climate change yang membuat juga nanti situasi tambah tidak menentu dan kita bisa bicara commodity price. Kemudian juga kita bicara mengenai cost of living atau inflation," ungkap Airlangga.

Ia mencontohkan negara seperti Amerika Serikat bisa gamang menghadapi gempa tektonik ini. Airlangga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat minus 0,9% q to q, dan implacingnya 9,2.

Bahkan, kata Airlangga, pertumbuhan ekonomi di China di bawah 1 persen.

Baca Juga: Anies Dorong Forum Pemred Bisa Munculkan Sisi Objektivitas di Semua Media

"Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat minus 0,9% q to q, implacingnya 9,2. Jadi apa yang dikhawatirkan stagflasi, technically terjadi di Amerika. Apa yang terjadi di China kita lihat pertumbuhan ekonominya untuk pertama kali di bawah 1%. Geopolitik menjadi yang sesuatu real," papar dia.

Lebih lanjut, Airlangga menyebut Indonesia diminta untuk menangani dampak perang bukan perang langsung, tetapi dampak ekonomi.

"Karena antara perang dan ekonomi sudah intertwin, sudah digabungkan sanksinya adalah sanksi ekonomi. Oleh karena itu kita harus bersiap, namun alhamdulillah tadi pagi diumumkan oleh BPS pertumbuhan ekonomi kita extraordinary 5,44%," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI