Israel Terus Menyerang Palestina, Kemlu RI Diminta Galang Kekuatan Internasional Hentikan Serangan

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Senin, 08 Agustus 2022 | 09:28 WIB
Israel Terus Menyerang Palestina, Kemlu RI Diminta Galang Kekuatan Internasional Hentikan Serangan
Bangunan milik warga Palestina dibom oleh pasukan Israel di desa Sur Baher yang berada di antara Yerusalem Timur dan Tepi Barat, Palestina, Senin (22/7/2019) waktu setempat. [Dok.Antara]

Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI untuk menghentikan kebrutalan Israel yang terus menyerang Palestina dengan menggalang kekuatan internasional.

Menurutnya, selain menggalang kekuatan internasional, perlu untuk memberi bantuan kemanusiaan segera ke Gaza.

"Harus ada tekanan dari komunitas internasional untuk hentikan serangan Israel. Selain itu, perlu segera memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Saya berharap pemerintah Indonesia bisa melakukan inisiasi untuk menggalang kekuatan," kata Sukamta di Jakarta, Senin (8/8/2022).

Pernyataan tersebut diutarakan oleh Sukamta menyusul pernyataan Kementerian Kesehatan Jalur Gaza Palestina pada Minggu (7/8/2022). Kemenkes Jalur Gaza menyampaikan korban tewas akibat serangan Israel ke Gaza meningkat menjadi 29 orang dan 214 orang luka-luka.

Selain itu, Sukamta juga berharap komunitas internasional tidak menerapkan standar ganda dalam menangani konflik ini.

Menurut dia, jika komunitas internasional bisa bersikap tegas dan melakukan embargo ekonomi kepada Rusia karena menginvasi Ukraina, seharusnya sikap tegas yang sama juga terhadap Israel.

"Sikap tegas komunitas internasional harus dilakukan kepada Israel. Negara itu jelas-jelas telah melakukan pendudukan terhadap wilayah Palestina puluhan tahun lamanya. Israel juga terus melakukan aksi brutal pembunuhan dan pemboman terhadap warga sipil," ujarnya.

Wakil rakyat ini juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas banyak korban sipil, termasuk anak-anak, yang menjadi korban serangan Israel.

Ia menilai serangan udara Israel di permukiman penduduk jelas secara sengaja menyasar warga sipil.

"Ini kekejian yang nyata. Isarel secara terang-terangan mengabaikan hukum internasional dan banyak prinsip kemanusiaan. Mengutuk serangan ini tentu tidak cukup, harus ada upaya nyata untuk hentikan kekejian ini," katanya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Udara Israel: Tewaskan Komandan Jihad Palestina, Korban Bertambah Jadi 31 Orang

Serangan Udara Israel: Tewaskan Komandan Jihad Palestina, Korban Bertambah Jadi 31 Orang

Bogor | Senin, 08 Agustus 2022 | 08:26 WIB

MUI Sebut Serangan Israel Program Sistematis Lumpuhkan Rakyat Palestina, Desak Amerika Serikat Bela Kemanusiaan

MUI Sebut Serangan Israel Program Sistematis Lumpuhkan Rakyat Palestina, Desak Amerika Serikat Bela Kemanusiaan

Sumut | Minggu, 07 Agustus 2022 | 18:19 WIB

MUI: Serangan Israel Program Sistematis Lumpuhkan Perlawanan Palestina

MUI: Serangan Israel Program Sistematis Lumpuhkan Perlawanan Palestina

Sulsel | Minggu, 07 Agustus 2022 | 17:52 WIB

Kutuk Serangan Udara Israel ke Palestina, MER-C Indonesia Minta Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang

Kutuk Serangan Udara Israel ke Palestina, MER-C Indonesia Minta Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang

Jakarta | Minggu, 07 Agustus 2022 | 07:00 WIB

6 WNI ABK Sky Fortune Diduga 7 Bulan Telantar di Filipina, Kasus Ditangani KBRI Manila

6 WNI ABK Sky Fortune Diduga 7 Bulan Telantar di Filipina, Kasus Ditangani KBRI Manila

Batam | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Terkini

Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai

Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:47 WIB

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:39 WIB

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:38 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:37 WIB

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:14 WIB

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB