Suara.com - Tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga tengah menganalisa kembali hasil dari Laboratorium Forensi (Labfor) terkait kasus penembakan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Dalam kasus ini, dua orang telah menyandang status tersangka. Mereka adalah Bharada E atau Richard Eliezer dan Brigadir RR atau Ricky Rizal.
Sedangkan sang empunya rumah dinas, yakni Ferdy Sambo kini ditahan di ruang isolasi, Mako Brimob Kelapa Dua. Sang jenderal bintang dua disebut telah melanggar kode etik dalam hal penanganan saat kejadian berlangsung.
"Pemeriksaan saksi dan juga menganalisa kembali hasil dari laboratorium forensik. Semua bukti nanti akan disampaikan, dan akan langsung dijelaskan kepada teman-teman semuanya," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo di Mako Brimob Kepala Dua, Senin (8/8/2022).
Hari ini, tim khusus mendatangi Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pantauan di lokasi, rombongan tim khusus masuk ke Mako Brimob Kelapa Dua sekitar pukul 12.20 WIB. Mereka pun meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.30 WIB.
Periksa Ferdy Sambo
Dedi mengatakan, kedatangan tim khsusus dalam rangka pemeriksaan saksi dalam kasus penembakan yang menewaskan Yosua. Salah satu pihak yang diperiksa adalah Irjen Ferdy Sambo.
"Ya (FS Diperiksa) timsus fokus untuk mendalami," sambungnya.
Dedi menyebutkan, seluruh anggota tim khusus hadir langsung dalam agenda di Mako Brimob Kelapa Dua. Mulai dari Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono hingga Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto.
"Timsus semuanya, langsung dipimipin oleh Pak Wakapolri, kemudian Pak Irwasum, kemudian semuanya dalam proses pendalaman," sambungnya.
Irjen Sambo kekinian ditahan di tempat khusus imbas adanya dugaan pelanggaran kode etik dalam penanganan kasus kematian Yosua. Dedi menegaskan, seluruh proses pemeriksaan baik tim khsuus maupun inspektorat khusus masih berjalan.
"Semuanya masih berproses. Jadi pemeriksaan dari Dirpidum masih berproses, kemudian dari Irsus juga masih proses," ucap dia.
Dari inspektorat khusus, lanjut Dedi, dipimpin langsung oleh Irwasum Polri. Nantinya, hasil pemeriksaan akan disampaikan lebih lanjut.
"Ini sama Pak Irwasum langsung yang memimpin langsung proses pemeriksaan dari Itsus, langsung di bawah pimpinan beliau. Beliau memeriksa semuanya. Hasilnya secara komperensif nanti akan kami sampaikan."
Dedi menambahkan, pendalaman keterangan saksi begitu penting dalam mengungkap kasus tersebut. Hanya saja, Dedi tidak merinci mengenai hasil pemeriksaan tersebut.