China Dituduh Lakukan Pelanggaran HAM Serius Atas Etnik Uighur di Xinjiang

Siswanto, BBC

Kamis, 01 September 2022 | 23:36 WIB
China Dituduh Lakukan Pelanggaran HAM Serius Atas Etnik Uighur di Xinjiang
BBC

Suara.com - PBB menuduh China melakukan "pelanggaran hak asasi manusia yang serius" dalam laporan yang telah lama ditunggu-tunggu tentang dugaan pelanggaran penyiksaan di Provinsi Xinjiang.

Laporan ini diterbitkan di tengah tekanan dari China agar tidak mengumumkannya - Beijing menggambarkan laporan itu sebagai "lelucon" yang dipimpin oleh AS dan negara-negara Barat.

Laporan yang mengeklaim adanya pelanggaran HAM atas warga etnik Uighur dan etnik minoritas lainnya, telah dibantah oleh China.

Tim penyelidik mengatakan mereka menemukan bukti-bukti kredibel mengenai penyiksaan terhadap orang-orang Uighur.

Mereka mencatat anggota komunitas Muslim Uighur menghadapi "sistem penahanan sewenang-wenang" dan beberapa di antara mereka menjadi sasaran "pola perlakuan yang buruk".

Baca juga:

Dugaan pelanggaran itu termasuk "insiden kekerasan seksual berbasis gender", perawatan medis paksa, serta "penegakan diskriminatif kebijakan keluarga berencana dan pengendalian kelahiran".

Laporan itu merekomendasikan agar China segera mengambil langkah-langkah guna membebaskan "semua individu yang dirampas kebebasannya secara sewenang-wenang".

Kesimpulan laporan itu juga menyebutkan bahwa beberapa tindakan Beijing dapat dianggap sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan".

baca juga

Lebih dari satu juta orang diperkirakan telah ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang, di kawasan timur laut China.

Sejumlah negara sebelumnya menggambarkan tindakan China di Xinjiang sebagai genosida.

Tetapi Beijing - yang sudah membaca laporan itu sebelumnya - menyangkal tuduhan pelanggaran dan berpendapat bahwa kamp-kamp itu merupakan instrumen untuk memerangi terorisme.

Baca juga:

Laporan itu diumumkan pada hari terakhir masa jabatan Michelle Bachelet sebagai komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia.

Dugaan pelanggaran HAM terhadap warga etnik Uighur menjadi persoalan yang paling banyak menyita perhatian selama Bachelet menjabat dalam empat tahun terakhir.

Kantor HAM PBB mengindikasikan bahwa penyelidikan atas tuduhan genosida di Xinjiang sudah berlangsung lebih dari setahun silam.

Tetapi laporan ini tertunda beberapa kali, yang mengarah pada tuduhan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia Barat, bahwa Beijing menekan Bachelet supaya tidak mengumumkannya.

Dan bahkan, sampai masa-masa terakhir jabatannya, China terus saja mendesak agar dia tidak merilisnya.

Dalam konferensi pers Kamis lalu, dia mengakui bahwa dia berada di bawah "tekanan luar biasa agar mempublikasikan atau tidak mempublikasikan" laporan tersebut.

John Fisher, pimpinan Human Rights Watch, memuji pencapaian Bachelet atas hasil penyelidikan itu, namun memperingatkan bahwa mereka berisiko "dibayang-bayangi bila Anda gagal mengumumkan laporan Anda tentang Xinjiang sebelum meninggalkan jabatan".

"Uighur dan korban-korban lainnya telah mempercayakan Anda untuk melaporkan sejauh mana pelanggaran yang mereka hadapi," katanya. "Jika Anda tidak membela korban, siapa lagi?"

Dan, Duta Besar Inggris untuk Dewan HAM PBB, Rita French, berujar "penting bagi kita semua bahwa tidak ada negara yang bebas dari pengawasan obyektif pada catatan hak asasi manusianya, dan bahwa tidak ada negara yang diizinkan untuk menghalang-halangi suara independen dari komisaris tinggi HAM PBB."

Baca juga:

Awal tahun ini, BBC memperoleh bocoran dokumen yang mengungkap pemerkosaan massal, pelecehan seksual dan penyiksaan orang-orang Muslim Uighur secara terorganisir di jaringan kamp-kamp.

Dokumen Kepolisian Xinjiang, yang didapatkan BBC, mengungkapkan adanya upaya penargetan kepada komunitas Uighur atas perintah yang mengarah kepada pemimpin China, Xi Jinping.

Dan pada 2020, Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, Dominic Raab, menuduh China melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang "mengerikan dan mengerikan" terhadap warga Muslimnya.

Tuduhan itu muncul setelah sebuah video beredar yang memperlihatkan orang-orang Uighur ditutup matanya dan dibawa ke dalam kereta api.

Rekaman itu memicu kecaman internasional, tetapi Liu Xiaoming, yang saat itu menjadi Duta Besar China untuk Inggris, bersikeras bahwa "tidak ada kamp konsentrasi seperti itu di Xinjiang" saat tampil di acara Andrew Marr di BBC.

Apa yang dikatakan Cina?

China membantah semua tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.

Menanggapi dokumen Kepolisian Xinjiang, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan kepada BBC bahwa dokumen-dokumen itu adalah "contoh terbaru dari suara-suara anti-China yang mencoba untuk menjelek-jelekkan China".

Dia mengatakan Xinjiang menikmati stabilitas dan kemakmuran, warganya hidup bahagia, serta kebutuhan kehidupan yang sudah terpenuhi.

China mengatakan tindakan keras di Xinjiang diperlukan untuk mencegah terorisme dan membasmi ekstremisme Islam.

Dan menurut Beijing, kamp-kamp itu adalah alat yang efektif untuk mendidik kembali para narapidana dalam upaya memerangi terorisme.

Dia menegaskan bahwa kelompok militan Uighur melancarkan kampanye kekerasan guna berdirinya negara merdeka.

Dikatakan kelompok militan ini merencanakan aksi pemboman, sabotase, dan kerusuhan sipil.

Namun, menurutnya, tindakan Beijing untuk mencegah terorisme itu dibesar-besarkan sebagai ancaman untuk membenarkan penindasan terhadap orang-orang Uighur.

China juga menolak klaim bahwa mereka berusaha mengurangi populasi warga Uighur melalui program sterilisasi massal.

Mereka menyebutnya sebagai tuduhan yang "tidak berdasar". Beijing juga menegaskan adanya tuduhan kerja paksa itu "sepenuhnya dibuat-buat".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:35 WIB

Era Mobil Bensin Terancam Usai: Mobil Pembakaran Internal Perlahan Sirna di China

Era Mobil Bensin Terancam Usai: Mobil Pembakaran Internal Perlahan Sirna di China

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 15:40 WIB

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Asian Games 2026 Belum Dibuka, Akomodasi Atlet Panen Kritikan: 3 Atlet Huni 1 Kamar Kontainer

Asian Games 2026 Belum Dibuka, Akomodasi Atlet Panen Kritikan: 3 Atlet Huni 1 Kamar Kontainer

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 12:13 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang

Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:30 WIB

Sinopsis Fragments of Truth, Drama China Terbaru Huang Jun Jie di Youku

Sinopsis Fragments of Truth, Drama China Terbaru Huang Jun Jie di Youku

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:50 WIB

Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 08:21 WIB

Viral Wanita Ngamuk Tuduh Bocah Laki-laki 4 Tahun Sentuh Bokongnya di China

Viral Wanita Ngamuk Tuduh Bocah Laki-laki 4 Tahun Sentuh Bokongnya di China

News | Jum'at, 11 September 2026 | 17:45 WIB

Bos CATL Ungkap Risiko Kegagalan Baterai di Tengah Perang Harga Mobil Listrik China

Bos CATL Ungkap Risiko Kegagalan Baterai di Tengah Perang Harga Mobil Listrik China

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 14:30 WIB

Terkini

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

Bansos Salah Sasaran? Kemensos Bongkar Modus Baru Penyalahgunaan KTP Warga untuk Judi Online

Bansos Salah Sasaran? Kemensos Bongkar Modus Baru Penyalahgunaan KTP Warga untuk Judi Online

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

Igor Tolic Bongkar Kunci Persib Bungkam FC Seoul: Berjuang hingga Detik Terakhir

Igor Tolic Bongkar Kunci Persib Bungkam FC Seoul: Berjuang hingga Detik Terakhir

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 09:17 WIB

Harga HP Makin Mahal, Xiaomi: Value untuk Pengguna Tidak Berubah

Harga HP Makin Mahal, Xiaomi: Value untuk Pengguna Tidak Berubah

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 09:16 WIB

Ledakan Maut Guncang Pabrik Bata Ringan di Lamongan: 1 Tewas, 6 Luka Bakar Parah

Ledakan Maut Guncang Pabrik Bata Ringan di Lamongan: 1 Tewas, 6 Luka Bakar Parah

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 09:14 WIB

5 Warna Base Ombre untuk Bibir Hitam dan Kulit Gelap agar Hasilnya Cantik

5 Warna Base Ombre untuk Bibir Hitam dan Kulit Gelap agar Hasilnya Cantik

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:10 WIB

Petaka Usai Tahlilan di Lampung Tengah: 1 Warga Tewas, Puluhan Mendadak Tumbang

Petaka Usai Tahlilan di Lampung Tengah: 1 Warga Tewas, Puluhan Mendadak Tumbang

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:07 WIB

Cara Membuat SKCK Online: Syarat, Alur, Masa Berlaku, dan Biayanya

Cara Membuat SKCK Online: Syarat, Alur, Masa Berlaku, dan Biayanya

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:03 WIB

×