Wapres Ma'ruf Akui Potensi Besar Kelautan Belum Diimbangi Kesejahteraan Nelayan, Padahal Kerjanya Berisiko Tinggi

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 02 September 2022 | 17:55 WIB
Wapres Ma'ruf Akui Potensi Besar Kelautan Belum Diimbangi Kesejahteraan Nelayan, Padahal Kerjanya Berisiko Tinggi
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengakui potensi besar kelautan dan perikanan nasional masih belum diimbangi dengan kesejahteraan nelayan. Padahal, pekerjaan nelayan memiliki berisiko besar. [Dok.Antara]

Suara.com - Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengakui potensi besar kelautan dan perikanan nasional masih belum diimbangi dengan kesejahteraan nelayan. Padahal, pekerjaan nelayan memiliki berisiko besar.

Hal itu disampaikan Maruf secara daring pada Rapat Kerja Nasional Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), di Jakarta, Jumat (2/9/20220).

Maruf mengatakan penghasilan nelayan nasional masih fluktuatif dan tidak pasti di tengah besarnya potensi luas perairan Indonesia yang mencapai 6,4 juta km persegi dan garis pantai sepanjang 108 ribu km dengan total estimasi potensi sumber daya ikan sebanyak 12,01 juta ton per tahun, dan jumlah tangkapan ikan yang diperbolehkan mencapai 8,6 juta ton per tahun.

“Potensi kelautan dan perikanan yang besar sangat disayangkan masih belum diimbangi dengan kesejahteraan nelayan. Penghasilan nelayan cenderung fluktuatif, tidak pasti, dengan pola kerja yang berisiko tinggi,” kata Ma’ruf.

Nilai tukar nelayan (NTN), sebagai standar kesejahteraan nelayan mengalami fluktuasi sepanjang periode Januari 2019 hingga Maret 2022.

Ia menyampaikan, NTN nelayan mengalami kenaikan namun sangat kecil dari 98,49 pada April 2020 menjadi 106,65 pada Maret 2022.

Menurut Maruf salah satu kesulitan utama yang dihadapi nelayan adalah mengakses BBM subsidi, padahal sekitar 60 persen biaya kebutuhan melaut nelayan adalah untuk membeli BBM.

Hasil Tangkapan Ikan Nelayan di Aceh Timur Menurun Gegara Cuaca Buruk. [Antara]
Hasil Tangkapan Ikan Nelayan di Aceh Timur Menurun Gegara Cuaca Buruk. [Antara]

Selain itu, kata Ma’ruf, nelayan mengalami kesulitan mengakses administrasi masalah nelayan, mengakses pasar, pembiayaan, dan terkendala perubahan iklim.

Lebih lanjut, mantan Ketua MUI ini juga menyebut mayoritas kabupaten/kota dengan persentase kemiskinan ekstrem tertinggi adalah kabupaten/kota yang memiliki wilayah pesisir.

baca juga

Dia meyakini jika Indonesia fokus membangun daerah pesisir melalui pemberdayaan nelayan, maka akan cukup signifikan mengurangi angka kemiskinan ekstrem.

Strategi pemberdayaan nelayan kata Maruf, dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, penyuluhan, pendampingan, kemitraan usaha, kemudahan akses iptek, informasi, dan penguatan kelembagaan yang dilakukan melalui partisipasi dan kolaborasi seluruh pihak.

Wapres mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas Serikat Nelayan Nahdatul Ulama yang dinilai dapat mengambil peran strategis memberikan khidmat dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir, serta turut bekerja bersama pemerintah menghapus kemiskinan ekstrem dari Indonesia pada tahun 2024.

5 Langkah Konkret

Pertama, membangun kerja sama dan kemitraan dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait lainnya guna membuat program/kegiatan yang ditetapkan berjalan lebih optimal.

Alat cantrang yang kini dilarang dalam usaha penangkapan ikan. [kkpnews.kkp.go.id]
Alat cantrang yang kini dilarang dalam usaha penangkapan ikan. [kkpnews.kkp.go.id]

Kedua, membuat program/kegiatan dengan melibatkan nelayan, bukan semata-mata program yang dibentuk dan diturunkan dari serikat nelayan.

Ketiga, mendorong nelayan untuk berkelompok atau berkoperasi untuk meningkatkan daya tawar dan keberlanjutan usaha perikanan, layaknya usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) yang telah dilakukan kelompok petani kelapa sawit.

Keempat, mendorong nelayan untuk memanfaatkan sumber daya perikanan dengan memperhatikan konsep ekonomi biru dan penangkapan ikan secara terukur untuk memastikan keberlanjutan sumber daya ikan.

Kelima, meningkatkan kapasitas SDM nelayan melalui pemberian pendampingan usaha, akses pemasaran, pengetahuan, teknologi tentang penangkapan, dan pengolahan ikan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Masih Jadi Capres Favorit Relawan, PDIP Beri Sindiran: Kami Dukung Bukan dengan Pujian yang Memabukkan

Jokowi Masih Jadi Capres Favorit Relawan, PDIP Beri Sindiran: Kami Dukung Bukan dengan Pujian yang Memabukkan

News | Kamis, 01 September 2022 | 18:05 WIB

Wapres Maruf Minta Pengawasan di Pondok Pesantren Ditingkatkan

Wapres Maruf Minta Pengawasan di Pondok Pesantren Ditingkatkan

Tantrum | Kamis, 01 September 2022 | 06:42 WIB

Wapres Minta Pondok Pesantren Tingkatkan Pengawasan Terhadap Siswanya

Wapres Minta Pondok Pesantren Tingkatkan Pengawasan Terhadap Siswanya

Purwasuka | Kamis, 01 September 2022 | 06:26 WIB

Kaget Ada Santri Meninggal Dikeroyok, Wapres Ma'ruf Amin Dorong Peningkatan Pengawasan di Pesantren

Kaget Ada Santri Meninggal Dikeroyok, Wapres Ma'ruf Amin Dorong Peningkatan Pengawasan di Pesantren

Jabar | Kamis, 01 September 2022 | 04:00 WIB

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pengeroyokan Santri hingga Tewas Coreng Dunia Pesantren

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pengeroyokan Santri hingga Tewas Coreng Dunia Pesantren

Bekaci | Rabu, 31 Agustus 2022 | 16:04 WIB

Sebut Kekerasan di Pondok Pesantren Coreng Dunia Pendidikan Islam, Wapres Ma'ruf Amin: Ada yang Meninggal di Tangerang

Sebut Kekerasan di Pondok Pesantren Coreng Dunia Pendidikan Islam, Wapres Ma'ruf Amin: Ada yang Meninggal di Tangerang

Sumut | Rabu, 31 Agustus 2022 | 14:21 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×