Arab Saudi Selidiki Video Aparat Pukul Remaja Perempuan di Panti Asuhan

Siswanto | BBC | Suara.com

Sabtu, 03 September 2022 | 00:05 WIB
Arab Saudi Selidiki Video Aparat Pukul Remaja Perempuan di Panti Asuhan
BBC

Suara.com - Pihak berwenang Saudi mengatakan sedang menggelar penyelidikan atas sebuah video daring yang memperlihatkan sejumlah aparat keamanan memukuli beberapa remaja perempuan di sebuah panti asuhan.

Dalam rekaman yang belum diverifikasi, seorang polisi dan beberapa orang berpakaian sipil terlihat menggerebek Rumah Pendidikan Sosial di Khamis Mushait, Arab Saudi.

Seorang petugas tampak menyeret seorang remaja perempuan yang berteriak-teriak di lantai. Sementara, seorang polisi memukulnya dengan ikat pinggang.

Para remaja perempuan lainnya terlihat dikejar-kejar dan dipukul dengan tongkat kayu.

Situasi persisnya dan waktu kejadian tidak jelas, namun seorang pengguna Twitter yang mengklaim dirinya yang mengedit video itu, menulis bahwa gadis-gadis itu melakukan "pemogokan melawan korupsi dan ketidakadilan" setelah mereka "menuntut hak-hak mereka dari panti asuhan dan ditolak".

Dia kemudian mengunggah foto-foto beberapa perempuan yang disebutnya mengalami memar-memar akibat tindakan kekerasan itu.

Dia kemudian menuduh bahwa seorang pejabat senior mengancam mereka jika video itu tidak dihapus dari media sosial.

Para aktivis hak asasi manusia dan kelompok oposisi menyatakan kegeraman mereka atas isi rekaman video yang beredar pada Selasa malam.

Sementara tagar "Khamis_Mushait_Orphans" mulai menjadi tren di Twitter di Arab Saudi.

Baca juga:

Pegiat HAM mengutuk 'serangan ganas' itu

Kelompok hak asasi yang berbasis di Inggris, ALQST, mengatakan rekaman itu "mengganggu" dan bahwa otoritas Saudi "harus meminta pertanggungjawaban kepada para pelaku".

Kelompok oposisi yang tergabung dalam Partai Majelis Nasional, yang terdiri para pembangkang yang diasingkan, mengutuk "serangan ganas" tersebut.

Mereka menuntut agar pemerintah Arab Saudi "melindungi para remaja perempuan di tempat penampungan dan panti asuhan, supaya mereka dapat menggunakan hak-hak dasarnya".

Seperti apa reaksi otoritas Arab Saudi?

Gubernur wilayah Asir barat daya mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (31/08), bahwa dia telah membentuk komite untuk menyelidiki isi rekaman itu.

Dia juga mengatakan, hasil temuannya akan diberikan kepada pihak berwenang terkait.

Insiden kekerasan ini terjadi pada saat meningkatnya kekhawatiran internasional tentang hak-hak perempuan di Arab Saudi.

Baca juga:

Siapa aktivis perempuan Saudi yang dipenjara?

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi telah mencabut larangan mengemudi bagi perempuan.

Negara itu juga melonggarkan aturan perwalian laki-laki, namun di sisi lain mereka memenjarakan sejumlah aktivis perempuan terkemuka.

Tindakan ini dianggap sebagai bagian dari tindakan keras terhadap adanya perbedaan pendapat.

Baca juga:

Kelompok hak asasi manusia, Dawn, yang berbasis di AS melaporkan pekan ini bahwa ada seorang perempuan Saudi dijatuhi hukuman 45 tahun penjara karena menggunggah pernyataannya di media sosial, yang mengkritik para pemimpin kerajaan.

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa Nourah binti Saeed al-Qahtani dihukum karena "menggunakan internet untuk memporakpandakan tatanan sosial" dan "melanggar ketertiban umum dengan menggunakan media sosial", kata kelompok hak asasi itu.

Perempuan Saudi lainnya, mahasiswa program Doktoral di Universitas Leeds, Inggris, Salma al-Shehab, dipenjara selama 34 tahun karena aktivitas Twitter-nya pada awal bulan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

News | Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

News | Senin, 06 April 2026 | 22:56 WIB

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

News | Senin, 06 April 2026 | 22:47 WIB

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

News | Senin, 06 April 2026 | 22:17 WIB

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

News | Senin, 06 April 2026 | 21:58 WIB

Tak Pikirkan Tim Lain, Beckham Putra Fokus Sisa Delapan Laga Sisa

Tak Pikirkan Tim Lain, Beckham Putra Fokus Sisa Delapan Laga Sisa

Bola | Senin, 06 April 2026 | 21:49 WIB

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United

Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United

Bola | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

7 Eye Cream untuk Mata Panda dan Kerutan, Siap Tampil Segar

7 Eye Cream untuk Mata Panda dan Kerutan, Siap Tampil Segar

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 21:36 WIB

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:06 WIB

Terkini

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

News | Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

News | Senin, 06 April 2026 | 22:56 WIB

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

News | Senin, 06 April 2026 | 22:47 WIB

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

News | Senin, 06 April 2026 | 22:17 WIB

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

News | Senin, 06 April 2026 | 21:58 WIB

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

News | Senin, 06 April 2026 | 21:02 WIB

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

News | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:48 WIB

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

News | Senin, 06 April 2026 | 20:25 WIB

Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!

Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:22 WIB