Negara-negara Asia Berburu Minyak Rusia dengan Harga Diskon, Bagaimana RI?

Siswanto, BBC

Senin, 05 September 2022 | 13:04 WIB
Negara-negara Asia Berburu Minyak Rusia dengan Harga Diskon, Bagaimana RI?
BBC

Suara.com - Negara-negara di Asia beralih ke Rusia untuk mendapatkan minyak mentah dengan harga diskon di tengah harga energi global yang masih tinggi. Meski demikian, negara-negara Barat berusaha mengurangi ketergantungan mereka pada energi Rusia.

India semakin banyak membeli minyak mentah Rusia, dan data pengapalan terbaru menunjukkan China juga makin banyak membeli minyak dari negara pimpinan Vladimir Putin tersebut.

Ke mana minyak mengalir?

Meskipun jumlah ekspor minyak Rusia ke Uni Eropa telah turun sejak invasi Moskow ke Ukraina, tapi blok ekonomi tersebut masih membeli dalam jumlah signifikan - lebih dari satu juta barel per hari.

Namun, Uni Eropa mengatakan mereka melarang semua impor melalui laut mulai Desember (sebagian besar minyak Rusia dikirim lewat laut dibandingkan jalur pipa).

Di sisi lain, India dan China justru menjadi pembeli terbesar minyak Rusia. Bahkan, kedua negara itu membeli lebih 50% dari semua kuota ekspor minyak lintas laut Rusia.

Pada Maret 2022 saja, jumlah impor minyak gabungan China - India dari Rusia melampaui jumlah impor ke 27 negara anggota Uni Eropa.

Jenis minyak Rusia yang dibeli India dikenal sebagai Ural (minyak mentah campuran yang biasa diekspor ke Eropa). Jumlahnya meningkat tajam awal tahun ini.

India mengimpor pula jenis minyak mentah Rusia yang disebut East Siberia Pasific Ocean (ESPO). Jumlahnya juga naik drastis, berdasarkan informasi dari data pengiriman kapal.

Sementara itu, China telah membeli Ural dan ESPO dalam jumlah besar sejak Maret. Pada awal Juli, China dilaporkan telah membeli jumlah terbesar selama dua bulan berturut-turut.

baca juga

Sementara itu, Sri Lanka yang sedang menghadapi krisis ekonomi parah, memanfaatkan harga diskon dengan meminta tiga kali pengiriman minyak mentah dari Rusia.

Kemudian, rezim militer Myanmar baru-baru ini mengatakan mereka juga akan mulai mengimpor minyak mentah dari Rusia.

Sebaliknya, Jepang telah menyatakan bakal menghentikan impor dari Rusia secara bertahap. Impor minyak mentah Rusia ke Korea Selatan juga turun.

Minyak Rusia mengalir sampai Asia

Setelah invasi ke Ukraina pada Februari, Rusia dihadapkan pada penurunan jumlah pembeli minyak mentah Ural. Sejumlah pemerintah dan perusahaan asing memutuskan menghindari produk energi dari Rusia, dan hal ini membuat harganya turun.

Pada satu titik di awal tahun, minyak mentah Rusia lebih murah US$30 per barel dibandingkan minyak mentah Brent [yang menjadi tolok ukur global].

Harga pasti minyak mentah yang dijual ke India belum diketahui harganya, namun potongan harga minyak mentah Rusia telah mencapai sekitar US$20 per barel.

Padahal, jumlah impor minyak mentah dari Rusia ke India sempat turun tipis pada Juli lalu karena harganya kurang menarik dibandingkan minyak mentah dari Arab Saudi.

Pemerintah India mengatakan tetap membeli produk bahan bakar fosil dari Rusia, karena mereka harus mendapatkan minyak dari tempat yang paling murah.

Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba mengatakan "setiap barel minyak mentah dari Rusia yang dikirim ke India terdapat kandungan darah warga Ukraina di dalamnya."

Namun, pemerintah Amerika Serikat mengakui bahwa mereka tak bisa menghentikan aksi jual-beli ini karena tidak ada sanksi sekunder pada negara-negara lain yang melakukan bisnis dengan Rusia.

Belum jelas pula apakah India atau China akan mengikuti rencana negara-negara G7 (Inggris, AS, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang) untuk membatasi minyak Rusia dalam upaya menghambat pemasukan Moskow dari ekspor energi.

Dampak sanksi

Meskipun harganya menarik, perusahaan penyulingan besar di India kesulitan membiayai pembelian minyak mentah dari Rusia menyusul sanksi terhadap bank-bank negara itu.

Salah satu pilihan yang dipertimbangkan India adalah sistem transaksi berdasarkan mata uang lokal. Artinya, barang ekspor India ke Rusia akan dibayar dengan mata uang rubel, bukan dolar atau euro. Kemudian barang yang masuk ke India dibayar dengan mata uang rupee.

AS menyatakan keberatan terkait praktik ini, dengan mengatakan hal itu bisa "menguatkan rubel atau merusak sistem keuangan berbasis dolar."

Rusia juga dilaporkan meminta bayaran dari India dalam mata uang Uni Emirat Arab, meskipun perusahaan yang terlibat tidak mengonfirmasi laporan tersebut.

Adapun perusahan BUMN China semakin banyak menggunakan Yuan dibandingkan dolar AS untuk membiayai pembelian minyak dari luar negeri.

Dari mana lagi India dan China mendapatkan minyak?

Impor minyak mentah dari AS ke India meningkat tajam pada akhir 2021 dan awal tahun ini, tapi kemudian turun lalu meningkat tipis.

Meskipun impor dari Rusia ke India mengalami peningkatan, India juga melakukan pembelian minyak mentah dalam jumlah besar dari negara-negara Timur Tengah, terutama Irak dan Arab Saudi.

China juga melanjutkan untuk membeli minyak dari Timur Tengah, Angola, dan Brazil. Namun, pada Juli, Rusia tetap menjadi pemasok utama selama tiga bulan berturut-turut.

Bagaimana dengan Indonesia?

Dalam unggahannya, sebelum kenaikan harga BBM bersubsidi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, sempat menyinggung opsi pemerintah membeli minyak mentah dari Rusia.

"Saat ini teman-teman di sektor keuangan lagi ngitung-ngitung. Kita harus tegas, untuk tidak pro terhadap salah satu negara," kata Sandiaga dalam akun Instagramnya.

https://www.instagram.com/reel/CheGt5kpH71/

Dalam unggahan yang sama, Sandiaga juga mengatakan pemerintah memperhitungkan risiko sanksi dari Barat dan AS.

Opsi membeli minyak mentah dari Rusia juga sempat disampaikan anggota DPR Komisi VII, Syaikhul Islam.

"Kalau ada tawaran harga crude Rusia yang lebih murah 30%, kenapa tidak diambil? Dan kita berharap dengan adanya crude yang murah itu, tidak ada kenaikan BBM," kata Syaikhul dalam rapat kerja dengan Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Rabu (24/08).

Namun saat itu, Menteri Arifin Tasrif tidak menjawab secara rinci tentang pertanyaan mengenai opsi pembelian minyak dari Rusia.

Namun, sejumlah kalangan mengatakan terdapat risiko negatif ketika Indonesia memutuskan membeli minyak dari Rusia, seperti sanksi dari Barat dan Amerika Serikat. Hal ini nantinya akan berpengaruh terhadap hampir 11% ekspor Indonesia ke AS, seperti minyak sawit, dan kayu.

Pada 2021, minyak mentah yang menyokong Indonesia sebagian besar berasal dari Arab Saudi (4,42 juta ton), Nigeria (3,92 juta ton) dan Australia (1,41 juta ton), berdasarkan Badan Pusat Statistik.

Read more from Reality Check

Send us your questions

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Dunia Turun Meski Timur Tengah Memanas, Pasokan Saudi Jadi Penahan

Minyak Dunia Turun Meski Timur Tengah Memanas, Pasokan Saudi Jadi Penahan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 10:58 WIB

Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:16 WIB

Harga Minyak Dunia Perlahan Turun, Tapi Konsisten di Angka 100 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Perlahan Turun, Tapi Konsisten di Angka 100 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:30 WIB

Ditopang Tambahan Pasokan Oman, Harga Minyak Mentah Dunia Turun Perdagangan Kamis

Ditopang Tambahan Pasokan Oman, Harga Minyak Mentah Dunia Turun Perdagangan Kamis

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:59 WIB

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:43 WIB

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB

Impor Minyak Rusia Tahap 2 Mulai Jalan, Bahlil: Demi Ketahanan Energi RI

Impor Minyak Rusia Tahap 2 Mulai Jalan, Bahlil: Demi Ketahanan Energi RI

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 15:15 WIB

ICP Agustus 2026 Naik Jadi 89,43 Dolar AS per Barel Akibat Eskalasi Geopolitik

ICP Agustus 2026 Naik Jadi 89,43 Dolar AS per Barel Akibat Eskalasi Geopolitik

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 10:48 WIB

Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:13 WIB

Ketegangan AS - Iran Mereda, Harga Minyak Mentah Dunia Merosot

Ketegangan AS - Iran Mereda, Harga Minyak Mentah Dunia Merosot

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 09:55 WIB

Terkini

Dedi Mulyadi Berpotensi Maju Pilpres 2029 Tinggalkan Prabowo

Dedi Mulyadi Berpotensi Maju Pilpres 2029 Tinggalkan Prabowo

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:31 WIB

Jadi Rahasia Sehat Syahrini, Apa Itu Habbatussauda? Ini Manfaat dan Cara Konsumsinya

Jadi Rahasia Sehat Syahrini, Apa Itu Habbatussauda? Ini Manfaat dan Cara Konsumsinya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:31 WIB

Jelang Lawan Timnas Indonesia, Pemain Bangladesh: Cuaca Jakarta Panas tapi Orangnya Ramah

Jelang Lawan Timnas Indonesia, Pemain Bangladesh: Cuaca Jakarta Panas tapi Orangnya Ramah

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 13:30 WIB

DPR dan Kemenimipas Sepakat Robohkan Fasilitas 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong

DPR dan Kemenimipas Sepakat Robohkan Fasilitas 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:30 WIB

Revisi UU LLAJ Dimulai, Komisi V DPR Soroti Masalah ODOL hingga Nasib Ojol

Revisi UU LLAJ Dimulai, Komisi V DPR Soroti Masalah ODOL hingga Nasib Ojol

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:30 WIB

Ketika Nasihat Mindfulness Bertemu Realitas yang Tidak Setara

Ketika Nasihat Mindfulness Bertemu Realitas yang Tidak Setara

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:30 WIB

3 Anggota DPRD Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, Bakal Lolos Penjara Lewat Jalur RJ

3 Anggota DPRD Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, Bakal Lolos Penjara Lewat Jalur RJ

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 13:26 WIB

Temuan Anyar Sidak DPR di Lapas Cibinong: Ada Bangunan Tanpa Izin dan Krisis Tenaga Kesehatan

Temuan Anyar Sidak DPR di Lapas Cibinong: Ada Bangunan Tanpa Izin dan Krisis Tenaga Kesehatan

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 13:26 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Iklan di HP Android? Ini 7 Cara Sederhananya

Bagaimana Cara Menghilangkan Iklan di HP Android? Ini 7 Cara Sederhananya

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 13:25 WIB

Promo Spesial BRI x Lazada Cuma Sampai 30 September, Ada Diskon Belanja Gede!

Promo Spesial BRI x Lazada Cuma Sampai 30 September, Ada Diskon Belanja Gede!

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 13:23 WIB

×