Momen 'Di Mana Ada Jenderal Andika, Tak Ada KSAD Dudung', Hingga Muncul Sebutan Gerombolan Ormas

Bangun Santoso

Selasa, 06 September 2022 | 08:40 WIB
Momen 'Di Mana Ada Jenderal Andika, Tak Ada KSAD Dudung', Hingga Muncul Sebutan Gerombolan Ormas
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa. [Dok.Antara]

Suara.com - Rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Panglima TNI dan jajarannya memunculkan momen 'Di Mana Ada Jenderal Andika, Di Situ Tak Ada Dudung'. Komisi I DPR curiga gelagat yang ditunjukkan dua jenderal TNI itu.

Adalah anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon yang mencurigai gelagat yang ditunjukan dari dua jenderal di tubuh TNI, yakni Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Dalam rapat yang digelar di gedung DPR, Senin (5/9/2022) kemarin, Effendi Simbolon menyoroti sikap kedua jenderal itu yang kerap tidak berada di satu agenda yang sama. Ada beberapa catatan yang dimiliki Effendi.

Pantauan Suara.com, saat ada Andika di rapat kerja bersama Komisi I DPR, Senin kemarin, Jenderal Dudung malah absen dengan alasan mengecek persiapan prajurit.

Menurut legislator dari PDIP itu, gelagat di mana ada Jenderal Andika di situ tidak ada KSAD Dudung, sudah menjadi rahasia umum.

"Ini semua menjadi rahasia umum pak, rahasia umum. Jenderal Andika, di mana ada Jenderal Andika, tidak ada KSAD," kata Effendi.

Effendi kemudian menyampaikan salah satu contoh momen lain, di mana ketika ada Jenderal Andika di saat yang sama tidak ada Jenderal Dudung.

"Jenderal Andika membuat Super Garuda Shield, tidak ada KSAD di situ. Saya tidak tahu nanti silakan dijelaskan," kata Effendi.

"Apakah Anda undang tapi dia tidak hadir, apakah memang tidak diundang, saya enggak tahu. Silakan nanti dijawab," sambungnya.

baca juga

Sebut Gerombolan Ormas

Anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon. (tangkapan layar/ist)
Anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon. (tangkapan layar/ist)

Sebelum menyoroti hubungan Jenderal Andika dengan Jenderal Dudung, Effendi bahkan sempat menyebut TNI layaknya gerombolan. Ia bahkan menilai kelakuan TNI lebih-lebih dari organisasi masyarakat atau ormas.

Pernyataan Effendi itu menyusul adanya temuan dan informasi yang diperoleh Komisi I. Adapun temuan itu mengenai isu tidak harmonisnya hubungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Bukan cuma itu, Effendi juga menyoroti berbagai informasi mengenai adanya ketidakpatuhan hingga pembangkangan di tubuh TNI.

Ia menilai dengan segala keributan tersebut, TNI tidak ubahnya seperti gerombolan.

"Ini TNI kayak gerombolan ini. Lebih-lebih ormas, jadinya tidak ada kepatuhan," kata Effendi di rapat kerja dengan Panglima TNI di DPR, Senin.

Anggota Komisi I Helmy Faisal juga menyoroti adanya informasi ketidakharmonisan di tubuh TNI, terutama di antara Panglima TNI dan KSAD. Karena itu ia berharap ada kehadiran dari KSAD Dudung untuk mengklarifikasi informasi tersebut lebih lanjut.

"Kita harapkan Pak KSAD bisa hadir sekaligus untuk menepis di sosial media, di berbagai macam. Kita itu ada informasi yang tidak enak bahwa ada hubungan yang kurang harmonis antara Panglima dengan KSAD," kata Helmy.

"Saya kira ini harus kita clear kan. Mengingat kita ini membutuhkan persatuan menghadapi situasi politik yang kita semua ketahui ada masalah di Papua yang memerlukan kebersatuan kita," sambung Helmy.

Apa Jawaban Panglima TNI?

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (Suara.com/Novian)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (Suara.com/Novian)

Menanggapi sorotan anggota Komisi I DPR RI, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, bahwa dirinya merasa hubungannya dengan Jenderal Dudung tidak ada masalah alias baik baik saja.

"Ya dari saya tidak ada. Karena semua yang berlaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan, tetap berlaku selama ini. Jadi tidak ada kemudian yang berbeda," kata Andika usai rapat dengan Komisi I DPR, Senin (5/9/2022).

Namun demikian, kata Andika, dirinya tidak mengetahui apakah Jenderal Dudung memiliki perasaan yang sama atau tidak.

"Menurut saya, kita tetap menjalankan kegiatan kita sesuai dengan peraturan perundangan. Jadi enggak ada yang berbeda dan enggak ada yang kemudian melenceng dari tupoksi," katanya.

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman diketahui tidak tampak ketika Panglima TNI berada dalam ruang rapat kerja hari Senin (5/9/2022) bersama Komisi I DPR RI dengan alasan Jenderal Dudung absen karena harus mengecek persiapan prajurit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenderal Andika Perkasa Tegaskan Anak KSAD Jenderal Dudung Lolos Masuk Akmil

Jenderal Andika Perkasa Tegaskan Anak KSAD Jenderal Dudung Lolos Masuk Akmil

Purwokerto | Selasa, 06 September 2022 | 08:30 WIB

Politikus PDI Effendi Simbolon Sebut Ada Disharmoni di Tubuh TNI hingga Anak KSAD Jenderal Dudung Gagal Masuk Akmil

Politikus PDI Effendi Simbolon Sebut Ada Disharmoni di Tubuh TNI hingga Anak KSAD Jenderal Dudung Gagal Masuk Akmil

Purwokerto | Selasa, 06 September 2022 | 08:16 WIB

Ekspresi Panglima TNI Andika Perkasa saat Ditanya Wartawan Jadi Capres NasDem

Ekspresi Panglima TNI Andika Perkasa saat Ditanya Wartawan Jadi Capres NasDem

Video | Senin, 05 September 2022 | 21:15 WIB

Kasad Jenderal Dudung Abdurachman Cek Kesiapan Yonif 143/TWEJ Lampung Selatan

Kasad Jenderal Dudung Abdurachman Cek Kesiapan Yonif 143/TWEJ Lampung Selatan

Lampung | Senin, 05 September 2022 | 21:18 WIB

Usut Tuntas Kasus Mutilasi 4 Warga Mimika oleh Prajurit, Panglima TNI Akan Gandeng Komnas HAM dan LPSK

Usut Tuntas Kasus Mutilasi 4 Warga Mimika oleh Prajurit, Panglima TNI Akan Gandeng Komnas HAM dan LPSK

News | Senin, 05 September 2022 | 21:10 WIB

Soal Isu Kurang Harmonis dengan KSAD, Ini Jawaban Panglima TNI

Soal Isu Kurang Harmonis dengan KSAD, Ini Jawaban Panglima TNI

Depok | Senin, 05 September 2022 | 20:19 WIB

Jendral Andika Perkasa Kandidat Capres 2024, Usulan di Rakernas Partai Nasdem

Jendral Andika Perkasa Kandidat Capres 2024, Usulan di Rakernas Partai Nasdem

Bandungbarat | Senin, 05 September 2022 | 19:29 WIB

Terkini

BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia

BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:29 WIB

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:25 WIB

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:24 WIB

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:20 WIB

×