Intimidasi itu dilakukan agar penyidik ikut memperkuat skenario versi Ferdy Sambo yang sudah diungkapkan ke publik.
"Saya mendapatkan informasi bahwa ada upaya untuk menghalang-halangi, mengintimidasi, bahkan membuat cerita-cerita di luar yang dilakukan untuk memperkuat skenario yang bersangkutan ke banyak orang," kata Listyo.
Ia juga mengakui jika sejumlah penyidiknya takut dalam mengusut kasus ini, mengingat saat itu Ferdy Sambo masih menjabat sebagai Kadiv Propam Mabes Polri.
Hal itulah kemudian yang membuat Kapolri mengambil langkah untuk menonaktifkan Ferdy Sambo dari jabatan tersebut.
Akui Ferdy Sambo punya pengaruh besar
Hal lain yang menjadi tantangan dalam mengungkap kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J adalah besarnya pengaruh Ferdy Sambo di Institusi Polri.
Menurut Kapolri, sebagai mantan Kadiv Propam Mabes Polri, Ferdy Sambo memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mempengaruhi dan bahkan menekan penyidik.
Terlebih penyidik tersebut pangkatnya di bawah Ferdy Sambo. Tak hanya itu, Ferdy Sambo dinilai juga bisa mempengaruhi para jenderal dalam Polri.
Tak sampai disana, Ferdy Sambo juga memiliki pengaruh untuk merangkul petinggi negara lainnya, seperti para amggota DPR, agar percaya dengan omongannya.
Kontributor : Damayanti Kahyangan