Wapres Maruf Harap Isu Pemekaran Wilayah Tidak Dipolitisasi

Erick Tanjung | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 15 September 2022 | 21:18 WIB
Wapres Maruf Harap Isu Pemekaran Wilayah Tidak Dipolitisasi
Wakil Presiden Maruf Amin [Foto: ANTARA]

Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin berharap isu pemekaran wilayah di suatu daerah tidak menjadi isu politik atau dipolitisasi. Salah satu daerah yang akan dilakukan pemekaran wilayah yaitu Papua.

Menurut dia, saat ini pemekaran wilayah masih dalam moratorium. Dengan begitu, belum ada wilayah yang akan dilakukan pemekaran dalam waktu dekat ini.

"Memang moratorium belum dicabut ya masih belum, karena alasannya dari hasil kajian beberapa daerah yang diotonomikan itu atau dimekarkan itu belum mampu membiayai sendiri masih bergantung APBN, oleh karena itu belum," ujar Maruf saat meninjau Batamindo Green Farm, di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/09/2022).

Dia melanjutkan, meski moratorium, terdapat kebutuhan khusus bagi Papua yang memang harus dilakukan pemekaran wilayah. Pemekaran wilayah di Papua, terang Wapres, hanya semata-mata untuk kesejahteraan rakyat.

"Kecuali Papua karena Papua ini memang ada kebutuhan khusus Ya baik untuk pelayanan, luasnya wilayah dan kemudian juga untuk mempercepat kesejahteraan di Papua dan juga tentu supaya pengawasannya lebih mudah, karena selama ini ada kebutuhan khusus untuk papua dan Papua Barat," ucap dia.

Wapres pun kembali menegaskan, isu pemekaran wilayah tidak diharapkan jadi isu politik. Pasalnya, perlu kajian yang komprehensif dan mendalam untuk melakukan pemekaran di suatu wilayah.

"Artinya kemampuan daerah, jadi kajiannya sangat komprehensif tidak hanya keinginan tapi juga keberlangsungan daripada pemekaran itu. Dan untuk Papua Saya kira semua sudah sepakat baik di tingkat dan itu inisiatif DPR tingkat pemerintah pusat, karena ada kebutuhan khusus, seharusnya tidak jadi isu politik, tidak dipolitisasi," kata dia.

Sebelumnya, DPR RI mengesahkan tiga rancangan undang-undang tentang daerah otonomi baru atau RUU DOB Papua dalam pengambilan keputusan tingkat II di rapat paripurna.

Ada tiga RUU yang disahkan untuk menjadi undang-undang, diantaranya RUU tentang Pembentukan Papua Selatan, RUU tentang Pembentukan Papua Tengah dan RUU tentang Pembentukan Papua Pegunungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Serangan Hacker, Wapres Ma'ruf Amin Percaya Emergency Response Team

Antisipasi Serangan Hacker, Wapres Ma'ruf Amin Percaya Emergency Response Team

| Kamis, 15 September 2022 | 20:38 WIB

Wapres Maruf Sebut Sistem Tanam Hidroponik Bisa Jadi Siasat Gagal Panen

Wapres Maruf Sebut Sistem Tanam Hidroponik Bisa Jadi Siasat Gagal Panen

News | Kamis, 15 September 2022 | 19:47 WIB

Curhat ke AHY, Kader Demokrat: Selama Bapak SBY Memimpin Indonesia, Papua Aman-aman Saja

Curhat ke AHY, Kader Demokrat: Selama Bapak SBY Memimpin Indonesia, Papua Aman-aman Saja

News | Kamis, 15 September 2022 | 18:57 WIB

Terkini

Kawal Hingga Tiba di Rumah! Pesan Tegas DPR Usai 9 WNI Dibebaskan dari Penjara Israel

Kawal Hingga Tiba di Rumah! Pesan Tegas DPR Usai 9 WNI Dibebaskan dari Penjara Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:13 WIB

Krisis Iklim Mengubah Politik Gender Rumah Tangga, Bagaimana Bisa?

Krisis Iklim Mengubah Politik Gender Rumah Tangga, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:09 WIB

Kolaborasi Memperluas Akses Air Bersih di Wilayah 3T

Kolaborasi Memperluas Akses Air Bersih di Wilayah 3T

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:01 WIB

Rp 1,9 Triliun Digelontorkan, Tapi Jakarta Masih Punya 211 RW Kumuh

Rp 1,9 Triliun Digelontorkan, Tapi Jakarta Masih Punya 211 RW Kumuh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:58 WIB

Auditorium Binus Anggrek Terbakar! 70 Personel Damkar Diterjunkan, Penyebab Masih Misteri

Auditorium Binus Anggrek Terbakar! 70 Personel Damkar Diterjunkan, Penyebab Masih Misteri

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:51 WIB

Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh

Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:46 WIB

Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi

Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:39 WIB

Api Lahap Auditorium Lantai 4 Binus University di Jakarta Barat

Api Lahap Auditorium Lantai 4 Binus University di Jakarta Barat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:36 WIB

Dafta Negara Protes Kekejaman Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI

Dafta Negara Protes Kekejaman Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:31 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan Telkomsel Perkuat Coverage Pekerja Informal melalui Jamsostek Poin"

BPJS Ketenagakerjaan dan Telkomsel Perkuat Coverage Pekerja Informal melalui Jamsostek Poin"

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:17 WIB