Putin akan Bertemu Xi Jinping Pertama Kalinya Setelah Invasi Ukraina

Siswanto, BBC

Jum'at, 16 September 2022 | 07:42 WIB
Putin akan Bertemu Xi Jinping Pertama Kalinya Setelah Invasi Ukraina
BBC

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping - dalam kesempatan yang jarang terjadi - akan bertemu di Uzbekistan.

Kremlin menegaskan pertemuan dengan pemimpin China sebagai "sangat penting".

Sejumlah pemimpin dunia, seperti India, Pakistan, Turki dan Iran, juga akan hadir dalam puncak pertemuan Shanghai Cooperation Organisation (SCO) yang digelar di Kota Samarkand, Uzbekistan, pada 15-16 September.

Baca juga:

Kedua pemimpin terakhir bertemu di Olimpiade Musim Dingin di Beijing pada bulan Februari silam.

Usai pertemuan tersebut, keduanya mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut bahwa persahabatan antar negara itu "tidak ada batasnya".

Beberapa hari setelah itu, Rusia menginvasi Ukraina.

Akankah perang di Ukraina mengubah persahabatan kedua negara yang "tidak ada batasnya" tersebut?

BBC Monitoring menelisik apa yang ingin dicapai Moskow dari pertemuan ini, dan apa yang mungkin diharapkan Beijing sebagai imbalannya.

baca juga

Putin kian terdesak?

Bagi Presiden Putin, hubungan yang lebih erat dengan Beijing merupakan bagian penting dari visinya tentang dunia "multipolar", di mana negara-negara seperti Rusia dan China akan melampaui pengaruh Barat di seluruh dunia.

Kebijakan ini merupakan bagian mendasar dari pemerintahannya dan dia telah mengupayakan hal ini selama bertahun-tahun. Namun kini, mengejar visi itu menjadi lebih penting bagi Kremlin.

Setelah menginvasi Ukraina, Vladimir Putin telah dijauhi dan diasingkan oleh negara-negara Barat, sehingga dia ingin terlihat bertemu dengan para penggerak dan pelopor dunia seperti Xi Jinping.

Namun, lebih dari sekadar hal itu yang membuat pertemuan dengan pemimpin China begitu penting bagi presiden Rusia.

Apa yang diharapkan Putin?

Putin tertarik dengan investasi, teknologi dan perdagangan bilateral dengan China, sebab perang dengan Ukraina telah memicu gelombang sanksi terhadap Rusia yang tak diperkirakan sebelumnya.

Setelah perusahaan-perusahaan asing dari dunia Barat hengkang dari Rusia, Putin tertarik mengganti operasional mereka di Rusia dengan perusahaan China.

Seiring dengan negara-negara Barat berupaya melepaskan ketergantungan dengan minyak dan gas Rusia, Moskow akan berupaya mengalihkan pasokan energi ini ke timur, ke China.

Baca juga:

Moskow juga menghendaki pasokan senjata untuk menyokong invasinya ke Ukraina, namun - terlepas dari retorika yang mendukung - China sangat berhati-hati dalam membantu Rusia di bidang itu.

Akan tetapi, kebijakan mempererat hubungan dengan China ini menciptakan jebakan bagi pemimpin Rusia itu.

Kedua negara tetap bersaing secara geopolitik, dan di dalam negeri, Presiden Putin dituding membiarkan pengaruh China tumbuh di Rusia bagian timur.

Xi Jinping memegang kendali?

Perjalanan Xi Jinping ke Uzbekistan (dan Kazakhstan) adalah perjalanan ke luar negeri pertamanya setelah pandemi Covid-19 bermula pada 2020.

Kunjungan itu tepat sebelum Kongres Nasional Partai Komunis China (PKC) ke-20 digelar pada 16 Oktober, saat Xi diperkirakan akan terpilih kembali untuk masa jabatan ketiga - yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sementara media pemerintah China belum merilis rincian lebih jauh tentang pertemuan dengan Putin, media Taiwan dan Hong Kong memandang kehadiran Xi Jinping di pertemuan itu sebagai cara dia memberi sinyal pada dunia bahwa dia memiliki kendali penuh terhadap partai dan negaranya.

Central News Agency, media yang berafiliasi dengan pemerintah Taiwan, juga melihat potensi "memalukan", karena kunjungan itu bertepatan dengan perkembangan terbaru di Ukraina, yang menunjukkan pasukan Rusia dipaksa keluar dari wilayah timur Ukraina yang sebelumnya mereka rebut dari negara itu.

Diplomat senior China, Yang Jiechi, baru-baru ini mengafirmasi solidaritas Beijing dengan Moskow dalam sebuah pertemuan dengan Duta Besar Rusia Andrey Denisov.

Sementara itu, pejabat Partai Komunis China, Li Zhanshu, melakukan "kunjungan dengan niat baik" ke Rusia awal September ini.m

Baik Yang dan Li mengharapkan China dan Rusia untuk lebih membangun hubungan - yang "akan dinaikkan ke tingkat yang baru", menurut Li.

Faktor perang Ukraina

Kendati begitu, Beijing hati-hati mempertahankan "posisi netral" terkait perang di Ukraina.

Negara itu perlu bantuan Rusia di tengah kekhawatiran akan kontaminasi dunia Barat, namun begitu negara itu tampaknya tak mau terlalu dekat dengan Putin.

Dengan perang di Ukraina yang memburuk secara drastis dan petisi Twitter yang menyerukan pengunduran diri Putin yang ditandatangani oleh puluhan anggota dewan kota Rusia, pertemuan Xi dengan pria yang pernah disebutnya sebagai "teman dekat" akan diperhatikan dengan ketat.

Akankah Xi menjauhkan dirinya dari pemimpin Rusia itu, atau menawarkan dukungannya untuk menghindari dirinya semakin terisolasi jika Putin jatuh?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:21 WIB

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:48 WIB

Rekap Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026 Kamis 18 Juni: Ronaldo Mandul, Sejarah Baru Uzbekistan

Rekap Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026 Kamis 18 Juni: Ronaldo Mandul, Sejarah Baru Uzbekistan

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:56 WIB

BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:54 WIB

Kata-kata China soal Perdamaian AS - Iran: Kini Fokus ke Masalah Selat Hormuz

Kata-kata China soal Perdamaian AS - Iran: Kini Fokus ke Masalah Selat Hormuz

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:21 WIB

Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029

Purbaya Kantongi Utang Rp 302,8 T dari China, Biayai Proyek Pemerintah hingga 2029

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:19 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Luis Diaz Cetak Satu Gol dan Assist, Bawa Kolombia Hajar Uzbekistan

Hasil Piala Dunia 2026: Luis Diaz Cetak Satu Gol dan Assist, Bawa Kolombia Hajar Uzbekistan

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:03 WIB

Prediksi Lini dan Skor Uzbekistan vs Kolombia: Los Cafeteros Bidik 3 Poin

Prediksi Lini dan Skor Uzbekistan vs Kolombia: Los Cafeteros Bidik 3 Poin

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:05 WIB

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:34 WIB

Siapkan Panda Bonds, Purbaya Pamer Ekonomi RI Kuat di Depan Menkeu China

Siapkan Panda Bonds, Purbaya Pamer Ekonomi RI Kuat di Depan Menkeu China

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:01 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:01 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB