Penjajakan Koalisi Bareng NasDem dan Demokrat Alot, PKS Mulai Lirik ke Golkar?

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 28 September 2022 | 19:02 WIB
Penjajakan Koalisi Bareng NasDem dan Demokrat Alot, PKS Mulai Lirik ke Golkar?
Sekjen PKS RI Aboe Bakar Al-Habsyi. Ia mengungkapkan rencana koalisi PKS, Demokrat dan NasDem hingga kini masih alot. (Dok. DPR)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar mengungkapkan, penjajakan koalisi partainya dengan NasDem dan Demokrat hingga kekinian masih alot.

Ia mengatakan, kekinian PKS juga membuka komunikasi penjajakan dengan partai lain, termasuk Partai Golkar.

"Semua baik, ke semua juga kita lanjutkan. Kita jaga hubungan, kita semua penjajakan ke setiap yang bisa kita lakukan sampai ketemu titik temu yang jelas," kata Aboe kepada wartawan dikutip Rabu (28/9/2022).

Namun Aboe tak mendetail menjelaskan yang masih jadi kendala PKS, NasDem dan Demokrat sehingga belum mendeklarasikan koalisi. Ia hanya menyebut, jika momennya sudah ada, semua pasti terjadi.

"Semua sudah terbicarakan dengan baik. Tinggal kita lihat saja nanti pada momennya. Nah tunggu pada waktunya," ungkapnya.

Sementara di sisi lain, Aboe juga menyampaikan, bahwa PKS juga membuka penjajakan dengan partai lain selain NasDem dan Demokrat. Salah satunya yakni dengan Golkar.

"Lah biasa. Selama belum putus, kita masih bisa penjajakan ke semua pihak," katanya.

Sebelumnya diberitakan, PKS mendorong pelaksanaan Pilpres 2024 diikuti empat pasangan calon presiden dan calon presiden. Dalam hitung-hitungan itu, mereka berharap PDI Perjuangan mengusung paslon secara mandiri tanpa koalisi.

Seperti diketahui berkat perolehan suara dan raihan kursi di Parlemen, PDIP sebagai partai pemenang di Pemilu 2019 memang berhak untuk mengusung sendiri capres mereka. Mengingat mereka sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

Kemudian di luar dari paslon usulan PDIP, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memetakan tiga paslon lain dari tiga koalisi berbeda.

Adapun koalisi itu ialah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, PPP dan PAN. Kemudian koalisi Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKS serta koalisi PKB dan Partai Gerindra.

"Biarkan saja kan kalau empat yang maju, ya KIB satu; PKS, NasDem, Demokrat satu; Gerindra-PKB satu; PDIP karena bisa mandiri satu," kata Mardani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

"Empat ukuran, ukuran banget, saya dorong empat. Minimal tiga lah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Tentukan Gabung ke Salah Satu Koalisi, Demokrat Tetap Komunikasi dengan KIB dan PKB-Gerindra

Belum Tentukan Gabung ke Salah Satu Koalisi, Demokrat Tetap Komunikasi dengan KIB dan PKB-Gerindra

News | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 17:48 WIB

Belum Mau Bahas Nama Capres-Cawapres di Koalisi, Demokrat - PKB - PKS Utamakan Ini Dulu

Belum Mau Bahas Nama Capres-Cawapres di Koalisi, Demokrat - PKB - PKS Utamakan Ini Dulu

News | Jum'at, 17 Juni 2022 | 16:27 WIB

AHY dan Airlangga Hartarto Bertemu, Peluang Koalisi Demokrat - Golkar Terbuka Lebar

AHY dan Airlangga Hartarto Bertemu, Peluang Koalisi Demokrat - Golkar Terbuka Lebar

Banten | Minggu, 08 Mei 2022 | 12:15 WIB

Terkini

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB