Profil AH Nasution dari Guru ke Militer, Pak Nas Malah Jadi Target Serangan G30S PKI

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 29 September 2022 | 13:14 WIB
Profil AH Nasution dari Guru ke Militer, Pak Nas Malah Jadi Target Serangan G30S PKI
Antusiasme warga menyaksikan ragam diorama peristiwa penculikan AH Nasution oleh Pasukan Tjakrabirawa, di Museum Jenderal Besar AH Nasution di Jalan Teuku Umar No. 40, Menteng, Jakarta, Sabtu (30/9/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Inilah profil AH Nasution, seorang perwira TNI berhasil lolos dari serangan Gerakan 30 September 1965 atau G30S PKI. Pemilik nama lengkap Abdul Haris Nasution ini merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh TNI AD yang menjadi sasaran dalam peristiwa G30S PKI.

Seperti apa profil AH Nasution selengkapnya hingga menjadi target serangan G30S PKI? Langsung saja simak ulasannya di bawah ini. 

Latar Belakang AH Nasution

Abdul Haris Nasution adalah putra kedua dari pasangan H Abdul Halim Nasution dan Zahara Lubis, yang lahir pada tanggal 3 Desember 1918 di Kotanopan, Sumatera Utara.

Abdul Haris Nasution berhasil menyelesaikan pendidikannya di Hollandsche Inlandsche School (HIS) pada tahun 1932. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Sekolah Raja Hoofdenschool, yaitu sekolah pamong praja di Bukit Tinggi.

Lalu pada tahun 1935, Abdul Haris Nasution melanjutkan pendidikannya di Hollandsche Inlandsche Kweekschool (HIK), yaitu sebuah sekolah guru menengah di Bandung. Setelah itu, dirinya mengikuti ujian Algemene Middelbaare School B (AMS) di Jakarta, sehingga hal itulah yang menyebabkan Nasution memperoleh dua ijazah sekaligus pada 1938.

Karier AH Nasution

Setelah berhasil menempuh dan menyelesaikan pendidikannya, AH Nasution kemudian menjadi guru di Bengkulu dan Palembang. Pada saat itu, Abdul Haris Nasution mulai dikenal dengan nama Pak Nas.

Namun, ternyata pekerjaan sebagai seorang guru kurang cocok baginya. AH Nasution mulai tertarik dengan militer dan mengikuti Corps Opleiding Reserve Officieren (CORO) KNIL atau Korps Pendidikan Perwira Cadangan di Bandung, pada 1940-1942.

Jabatan yang pernah diemban oleh AH Nasution dilansir dari situs Pusat Penerangan Markas Besar TNI adalah sebagai berikut:

  1. Kepala Staf Komandemen I/Jawa Barat, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) (1945)
  2. Komandan Divisi I/Jawa Barat (1945)
  3. Panglima Divisi III TKR (kemudian: Tentara Republik Indonesia, atau TRI) Bandung (1945)
  4. Panglima Divisi I/SIliwangi (1946-1948)
  5. Wakil Panglima Besar Angkatan Perang Mobil )1948)
  6. Wakil Panglima Besar Angkatan Perang/Kepala Staf Operatif, Markas Besar Angkatan Perang, RI (1948)
  7. Panglima Markas Besar Komando Djawa (MBKD) (1948)
  8. Panglima Tentara dan Teritorium Djawa (PTTD) (1948)
  9. Kepala Staf AD (KSAD) Jakarta (1949-1952) dan (1955-1962)
  10. Menteri Keamanan Pertahanan, Kabinet Kerja (1959-1960)
  11. Menteri Keamanan Nasional, Kabinet Kerja II (1960-1962)
  12. Wakil Panglima Besar (1961-1962)
  13. Wakil Menteri Pertama/Koordinator bidang Pertahanan-Keamanan, Kabinet Kerja III (1962-1963)
  14. Menteri Koordinator Kompartemen Pertahanan Keamanan, Kabinet IV (1963-1964)
  15. Menteri Koordinator Kompartemen Pertahanan Keamanan, Kabinet Dwikora (1964-1966)
  16. Wakil Panglima Besar Komando Operasi Tertinggi (Koti)/Kepala Staf Angkatan Bersenjata RI (1966)
  17. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) (1966-1972)

Selamat dari Serangan G30S PKI

Dalam peristiwa G30S PKI, Abdul Haris Nasution memang selamat. Namun, AH Nasution harus kehilangan putrinya, yaitu Ade Irma Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean. Pada saat itu, ada tentara yang melepaskan tembakan, namun ternyata terpeleset.

AH Nasution berhasil memanjat dinding lalu terjatuh ke halaman Kedutaan Irak untuk bersembunyi. Akibat kejadian tersebut, dirinya mengalami patah pergelangan kaki. Abdul Haris Nasution meninggal dunia di Jakarta, 6 September 2000 umur 81 tahun.

Seperti itulah profil AH Nasution, sosok perwira TNI yang lolos dari G30S PKI meskipun akhirnya kehilangan putrinya.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022 untuk Diunggah ke Sosial Media

Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022 untuk Diunggah ke Sosial Media

News | Rabu, 28 September 2022 | 15:29 WIB

Fakta Lubang Buaya dan Kaitannya dengan G30S PKI dan Propaganda Politik

Fakta Lubang Buaya dan Kaitannya dengan G30S PKI dan Propaganda Politik

News | Selasa, 27 September 2022 | 20:22 WIB

Profil Kolonel Untung Syamsuri, Dalang Peristiwa Berdarah G30S PKI

Profil Kolonel Untung Syamsuri, Dalang Peristiwa Berdarah G30S PKI

News | Selasa, 27 September 2022 | 15:21 WIB

Terkini

Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember

Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:57 WIB

Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat

Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:49 WIB

Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo

Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:37 WIB

Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS

Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:29 WIB

DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru

DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:59 WIB

Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific

Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:54 WIB

Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?

Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:36 WIB

Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo

Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:32 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang

Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:23 WIB

Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap

Empat Prajurit Terlibat, DPR Minta Dalang Utama Kasus Andrie Yunus Diungkap

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:20 WIB