Tragedi Madiun 1948: Sejarah Kelam, Narasi Alternatif dan Rekonsiliasi

Siswanto, BBC

Kamis, 29 September 2022 | 17:03 WIB
Tragedi Madiun 1948: Sejarah Kelam, Narasi Alternatif dan Rekonsiliasi
BBC

Suara.com - Ribuan orang diperkirakan meninggal akibat perang saudara, yang menurut sejarah resmi, disebut Pemberontakan Madiun 1948 oleh Partai Komunis Indonesia, PKI.

Korban meninggal tidak hanya tokoh Islam, pamong praja atau masyarakat biasa, tetapi juga di pihak lawannya, yaitu pimpinan PKI dan pendukungnya.

Dilatari rivalitas ideologi dan intrik politik, pimpinan kesatuan tentara pro-PKI mengumumkan pemerintahan baru di Madiun, dan pemerintah pusat menanggapinya secara tegas. Pertumpahan darah pun terjadi.

Puluhan tahun kemudian, orang-orang yang terseret dalam pusaran konflik bersenjata itu sudah tiada, tetapi memori atas tragedi itu terus diwariskan hingga kini.

Nyaris setiap tahun, peristiwa masa lampau itu seperti dihidupkan lagi, utamanya ketika ada tuntutan penyelesaian dugaan pelanggaran HAM pembunuhan orang-orang komunis pada 1965.

Sebagian kalangan juga masih melihat sejarah peristiwa Madiun 1948 dari kaca mata menang-kalah dan benar-salah.

Tragedi itu juga lebih disorot dari sudut politik-kekuasaan dan konflik elite, dan sebagian masyarakat seperti tertawan masa lalu.

Simak juga:

Namun di sisi lain, ada upaya yang terus dibangun untuk mengurangi kecurigaan di antara generasi kedua atau ketiga, yang orang tuanya dulu saling bermusuhan. 

baca juga

Sebagian mereka berusaha menjembatani kalangan akar rumput yang dulu orang tuanya saling bertikai. 

Muncul pula semacam tindakan untuk berpaling dari masa lalu, tetapi tanpa mengabaikannya. 

Dan setelah Reformasi 1998, kembali bermunculan narasi alternatif di balik tragedi itu, sebagai jawaban narasi tunggal Orde Baru yang cenderung menampilkan tragedi Madiun 1948 secara seragam. 

Tetapi langkah ini tidaklah mudah, karena masih ada penolakan dari sejumlah pihak yang sepertinya belum bisa lepas dari kejadian traumatik peristiwa kekerasan di masa lampau itu.

Ada pesimisme, tetapi di sisi lain ada nada optimistis dalam menempatkan peristiwa Madiun 1948 dari kaca mata sekarang. 

Waktu yang terus bergerak, keterbukaan informasi dan demokratisasi, diyakini akan membuat generasi kini dan mendatang, yang tak terpapar trauma Madiun 1948, akan memilih perspektif yang lebih segar dalam menempatkan kejadian itu. 

“Saya berangkat dari satu adagium, setiap generasi menulis sejarahnya sendiri… Dan saya punya pandangan optimis bahwa generasi yang akan datang punya satu kesempatan atau peluang yang berbeda dengan generasi saya atau generasi ayah dan juga kakek-nenek saya,” kata sejarawan dari Universitas Nasional, Jakarta, Andi Achdian.

Video produksi: Heyder Affan dan Anindita Pradana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arsitektur Sunyi 'Kremlin', Ruang Siksa Rahasia Orba yang Sengaja Dilupakan

Arsitektur Sunyi 'Kremlin', Ruang Siksa Rahasia Orba yang Sengaja Dilupakan

Liks | Selasa, 30 September 2025 | 19:26 WIB

Ketika DN Aidit dan Petinggi PKI Khusyuk Berdoa...

Ketika DN Aidit dan Petinggi PKI Khusyuk Berdoa...

News | Senin, 22 September 2025 | 17:13 WIB

Mengapa PKI Tidak Dibubarkan Soekarno Bahkan Setelah G30S? Ini 5 Alasannya

Mengapa PKI Tidak Dibubarkan Soekarno Bahkan Setelah G30S? Ini 5 Alasannya

News | Senin, 30 September 2024 | 15:22 WIB

Sandur, Seni Tradisional yang Pernah Dicap PKI, Kini Bangkit dari Bayang-Bayang G30S

Sandur, Seni Tradisional yang Pernah Dicap PKI, Kini Bangkit dari Bayang-Bayang G30S

Video | Kamis, 26 September 2024 | 12:05 WIB

DN Aidit: Pahlawan yang Dilupakan atau Dalang G30S? Mengungkap Fakta di Balik Kontroversi

DN Aidit: Pahlawan yang Dilupakan atau Dalang G30S? Mengungkap Fakta di Balik Kontroversi

Video | Selasa, 24 September 2024 | 11:05 WIB

Riwayat Karier Ribka Tjiptaning, Politisi Keturunan PKI yang Kini Jadi Anggota DPR

Riwayat Karier Ribka Tjiptaning, Politisi Keturunan PKI yang Kini Jadi Anggota DPR

News | Jum'at, 06 September 2024 | 11:35 WIB

Negara Harus Pulihkan Aset Korban Pelanggaran HAM Berat 1965 - 1966

Negara Harus Pulihkan Aset Korban Pelanggaran HAM Berat 1965 - 1966

News | Rabu, 10 Mei 2023 | 15:50 WIB

Peristiwa Madiun 1948: Dikaitkan Gerakan 30 September 1965 dan Memori Atas Tragedi yang Terus Diwariskan

Peristiwa Madiun 1948: Dikaitkan Gerakan 30 September 1965 dan Memori Atas Tragedi yang Terus Diwariskan

Video | Jum'at, 30 September 2022 | 12:15 WIB

Sejarah G30S Singkat, Peristiwa Pengkhianatan Terbesar di Indonesia

Sejarah G30S Singkat, Peristiwa Pengkhianatan Terbesar di Indonesia

News | Selasa, 27 September 2022 | 14:46 WIB

Mengenal Sejarah Gerakan 30 September Tahun 1965 Tragedi Berdarah Indonesia

Mengenal Sejarah Gerakan 30 September Tahun 1965 Tragedi Berdarah Indonesia

News | Selasa, 13 September 2022 | 10:51 WIB

Terkini

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

×