Mengapa PKI Tidak Dibubarkan Soekarno Bahkan Setelah G30S? Ini 5 Alasannya

Rifan Aditya

Senin, 30 September 2024 | 15:22 WIB
Mengapa PKI Tidak Dibubarkan Soekarno Bahkan Setelah G30S? Ini 5 Alasannya
Presiden Soekarno [Instagram Soekarno_Presidenku] - Mengapa PKI Tidak Dibubarkan oleh Soekarno Bahkan Setelah G30S? Ini 5 Alasannya

Suara.com - Nama Partai Komunis Indonesia (PKI) pasti sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, karena berkaitan erat dengan peristiwa G30S/PKI. Lantas, mengapa PKI tidak dibubarkan oleh Soekarno?

Peristiwa G30S/PKI akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah kelam bangsa Indonesia. Insiden ini merenggut nyawa enam jenderal dan satu perwira Angkatan Darat, serta meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia.

Peristiwa tragis ini juga menandai awal merosotnya kepemimpinan Presiden Soekarno, yang merupakan salah satu tokoh nasional yang sangat dihormati.

Setelah peristiwa G30S PKI, rakyat pun geram dan menuntut pembubaran PKI. Pada saat itu, rakyat menyampaikan tuntutan dengan penuh kemarahan agar PKI dibubarkan setelah mendengar kabar bahwa kelompok tersebut adalah dalang di balik peristiwa tersebut.

Saat itu, markas dan kantor PKI mulai diserang dan dibakar oleh massa yang marah, dan unjuk rasa berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun rakyat telah menyampaikan tuntutan untuk membubarkan PKI, Presiden Soekarno belum bersedia memenuhi permintaan itu.

Alasan Soekarno Tidak Membubarkan PKI

Meskipun telah terjadi pertumpahan darah yang diduga didalangi oleh PKI, Soekarno memiliki pendirian yang kuat dan enggan membubarkan PKI karena alasan sebagai berikut.

1. Keyakinan Soekarno terhadap NASAKOM
  
Salah satu faktor yang melatarbelakangi sikap Soekarno adalah keyakinannya terhadap ideologi NASAKOM, yang merupakan singkatan dari Nasionalis, Agama, dan Komunis. Menurut Soekarno, ketiga hal tersebut adlaah pilar penyeimbang bagi negara Indonesia.

Nasionalisme menyatukan bangsa dalam semangat persatuan, sementara agama memberikan dasar moral dan spiritual. Di sisi lain, komunisme mewakili aspirasi kelompok tertindas dan berjuang untuk keadilan sosial. 

Pembubaran PKI dalam konteks Nasakom akan menimbulkan ketimpangan yang berbahaya. Soekarno mengkhawatirkan bahwa hilangnya salah satu pilar ini dapat menggoyahkan stabilitas nasional.

baca juga

2. PKI Menjadi Kekuatan Politik yang Besar

Selama masa Demokrasi Terpimpin, PKI menjadi kekuatan politik yang tidak bisa diabaikan. Partai ini memiliki basis massa yang besar, terutama di kalangan buruh dan petani. 

PKI juga berhasil menempatkan kader-kadernya di berbagai posisi strategis, baik di pemerintahan maupun di lembaga-lembaga negara. 

Soekarno khawatir jika PKI dibubarkan, akan menciptakan kekosongan politik yang berpotensi memicu ketidakstabilan. Hal itu akan memicu kelompok-kelompok lain mengisi kekosongan tersebut dan dapat menyebabkan konflik horizontal yang berkepanjangan.

Selain itu, pembubaran PKI juga berisiko menimbulkan gejolak sosial, mengingat partai ini memiliki jutaan pendukung yang militan.

3. Belajar dari Pemberontakan PRRI/Permesta

Pengalaman pahit dari pemberontakan PRRI/Permesta pada akhir 1950-an masih terekam jelas dalam pikiran Soekarno. Pemberontakan yang disebabkan oleh ketidakpuasan beberapa tokoh daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat ini hampir saja memecah belah Indonesia. 

Soekarno khawatir bahwa jika PKI dibubarkan, hal itu dapat memicu reaksi serupa dari para pendukung partai tersebut. Terlebih lagi, PKI memiliki jaringan yang luas dan militan di berbagai daerah.

4. Hubungan dekat Soekarno dengan negara-negara Komunis

Selama masa kepemimpinannya, Soekarno menjadi salah satu pemimpin yang dihormati di dunia, yang menyebabkan hubungan dekatnya dengan negara-negara berideologi Komunis, seperti Uni Soviet, Republik Rakyat Tiongkok, dan Korea Utara.

5. Keraguan terhadap Militer

Hubungan Soekarno dengan militer, terutama Angkatan Darat, mengalami pasang surut. Soekarno menyadari bahwa militer memiliki ambisi politik yang besar, dan pembubaran PKI berpotensi memperkuat posisi mereka.

Ia khawatir bahwa militer akan memanfaatkan situasi untuk merebut kekuasaan, mengakhiri era Demokrasi Terpimpin, dan menggagalkan cita-cita revolusi. Oleh karena itu, Soekarno berupaya menjaga keseimbangan kekuatan antara PKI dan militer.

Ia berpendapat bahwa keberadaan PKI sebagai kekuatan penyeimbang dapat mencegah tindakan sewenang-wenang dari militer.

Penolakan Soekarno setelah peristiwa G-30 S/PKI memicu demonstrasi besar-besaran di masyarakat. Aksi tersebut mengusung istilah TRITURA, yang terdiri dari tiga tuntutan rakyat, yaitu membubarkan PKI dan organisasi-organisasi terkait, merombak kabinet Dwikora, serta menurunkan harga bahan pokok.

Sebagai akibat dari demonstrasi ini, muncul peristiwa Supersemar, yaitu surat perintah pada tanggal sebelas Maret yang memberikan mandat kepada Ir. Soeharto untuk mengambil tindakan.

Melalui Supersemar, Soeharto mengambil alih kekuasaan, membubarkan PKI, dan menangkap 15 menteri Soekarno yang dituduh terlibat dalam G30S/PKI. 

Demikianlah informasi mengenai alasan mengapa PKI tidak dibubarkan oleh Soekarno usai peristiwa G30S/PKI. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Masalah Posisinya di DPR Digantikan Cucu Soekarno, Arteria: Saya Kerja Melayani Megawati dan Keluarga Besarnya

Tak Masalah Posisinya di DPR Digantikan Cucu Soekarno, Arteria: Saya Kerja Melayani Megawati dan Keluarga Besarnya

News | Senin, 30 September 2024 | 13:25 WIB

6 Fakta Lubang Buaya dalam Sejarah G30S dan PKI pada Peristiwa 1965

6 Fakta Lubang Buaya dalam Sejarah G30S dan PKI pada Peristiwa 1965

News | Senin, 30 September 2024 | 13:18 WIB

Cucu Soekarno Dapat 'Karpet Merah' Melenggang ke Senayan, Gantikan Sri Rahayu dan Arteria Dahlan

Cucu Soekarno Dapat 'Karpet Merah' Melenggang ke Senayan, Gantikan Sri Rahayu dan Arteria Dahlan

News | Senin, 30 September 2024 | 07:00 WIB

Korban G30S PKI yang Selamat, AH Nasution Lolos dari Maut Meski Harus Ditebus Nyawa Putrinya

Korban G30S PKI yang Selamat, AH Nasution Lolos dari Maut Meski Harus Ditebus Nyawa Putrinya

News | Minggu, 29 September 2024 | 16:47 WIB

Terkini

Bukan Bom! Gegana Ungkap Biang Kerok Ledakan Pakuwon City yang Hancurkan 41 Bangunan

Bukan Bom! Gegana Ungkap Biang Kerok Ledakan Pakuwon City yang Hancurkan 41 Bangunan

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Di Balik Status Kota Global, Pramono Anung Wanti-Wanti Ancaman Bencana Tersembunyi di Jakarta

Di Balik Status Kota Global, Pramono Anung Wanti-Wanti Ancaman Bencana Tersembunyi di Jakarta

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:26 WIB

Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Tekuk Thailand

Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Tekuk Thailand

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:26 WIB

Emil Audero Pahlawan Indonesia, Media Spanyol Soroti Aksi Heroik Antar Garuda Juara FIFA ASEAN Cup

Emil Audero Pahlawan Indonesia, Media Spanyol Soroti Aksi Heroik Antar Garuda Juara FIFA ASEAN Cup

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Apa Saja Skincare yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas? Kenali Risikonya

Apa Saja Skincare yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas? Kenali Risikonya

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:20 WIB

RSUD Soetomo Surabaya Tampung Korban Rujukan Ledakan Pakuwon City

RSUD Soetomo Surabaya Tampung Korban Rujukan Ledakan Pakuwon City

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dihadiri 326 Anggota, Rapat Paripurna DPR yang Dipimpin Puan Bahas 5 Agenda Strategis

Dihadiri 326 Anggota, Rapat Paripurna DPR yang Dipimpin Puan Bahas 5 Agenda Strategis

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Tiket Sudah di Tangan, Kok Diusir? Viral Video Suporter Timnas Indonesia Terusir demi Paspampres

Tiket Sudah di Tangan, Kok Diusir? Viral Video Suporter Timnas Indonesia Terusir demi Paspampres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Sinopsis Pooja Meri Jaan, Film India Terbaru Mrunal Thakur dan Huma Qureshi

Sinopsis Pooja Meri Jaan, Film India Terbaru Mrunal Thakur dan Huma Qureshi

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Salah Isi BBM Jangan Paksakan Mobil Tetap Berjalan

Salah Isi BBM Jangan Paksakan Mobil Tetap Berjalan

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:11 WIB

×