Luhut Bilang Orang Non-Jawa Sulit Jadi Presiden, Gentari: Diduga Ditujukan untuk Puan Maharani

Reza Gunadha, Elvariza Opita

Jum'at, 30 September 2022 | 16:41 WIB
Luhut Bilang Orang Non-Jawa Sulit Jadi Presiden, Gentari: Diduga Ditujukan untuk Puan Maharani
Luhut Binsar Pandjaitan dan Rocky Gerung (Youtube/RGTV channel ID)

Suara.com - Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan, sempat membuat heboh masyarakat karena celetukan politiknya beberapa waktu lalu.

Luhut saat itu mengatakan, belum ada kesempatan terbuka untuk nonJawa menjadi presiden di Indonesia.

Pernyataan ini sejatinya untuk menggambarkan Luhut sendiri. Dia mengklaim dirinya adalah warga double minoritas, karena bukan orang Jawa dan beragama Kristen.

Namun pernyataan Luhut ini memicu kontroversi hingga dicap rasis.

Banyak pihak memberikan tanggapannya, tak terkecuali Panglima Generasi Cinta Negeri (Gentari) Habib Umar Alhamid.

Ia bahkan mencurigai pernyataan Luhut itu adalah sinyalemen politikus senior tersebut mendukung salah satu bakal calon presiden.

Dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Habib Umar menduga pernyataan Luhut itu ditujukan untuk Ketua DPR RI Puan Maharani yang digadang-gadang menjadi jago terkuat capres dari PDIP.

"Pernyataan Luhut itu diduga ditujukan ke Puan Maharani, putri Megawati dengan Taufik Kiemas yang asli Palembang Sumatera Selatan," ujar Habib Umar kepada awak media, Kamis (29/9/2022).

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (tengah) saat datang di Kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (tengah) saat datang di Kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Habib Umar juga menduga Luhut selama ini mendukung nama lain untuk menjadi pengganti Presiden Joko Widodo, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

baca juga

"Pernyataan Luhut tersebut diduga bertujuan untuk mendukung Ganjar dan menjegal Puan," katanya melanjutkan.

Padahal, dikatakan Habib Umar, semua nama yang muncul sebagai kandidat bakal capres 2024 adalah tokoh dari Jawa. Selain Puan dan Ganjar, kandidat seperti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan juga berasal dari Jawa.

Karena itulah ia menyayangkan pula pernyataan Luhut yang dianggap tidak elok tersebut. "Jadi sebenarnya siapa yang disasar dan ditarget Pak Luhut dalam pernyataan yang tidak elok tersebut?" tutur Habib Umar.

Habib Umar Alhamid Menilai Pilpres 2024 adalah Momentum Perubahan

Kolase Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan (Instagram/ganjarpranowo/prabowo/aniesbaswedan)
Kolase Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan (Instagram/ganjarpranowo/prabowo/aniesbaswedan)

Panglima Gentari itu menilai Pemilu 2024 adalah waktu yang tepat untuk mencari pemimpin terbaik bagi Indonesia menuju era pembaruan. Karena itulah sebaiknya hindari politik identitas yang membawa perpecahan dan permusuhan.

"Sekarang ini kita sedang mencari pemimpin yang terbaik untuk mengubah nasib bangsa dan negara menuju era pembaruan yang sejuk damai dan terarah, yang mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya," jelas Habib Umar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP 'Babak Belur' Jika Puan Ngotot Maju Capres 2024, Cuma Ganjar Sang Penyelamat?

PDIP 'Babak Belur' Jika Puan Ngotot Maju Capres 2024, Cuma Ganjar Sang Penyelamat?

News | Jum'at, 30 September 2022 | 15:43 WIB

Akhirnya Ferdy Sambo Dieksekusi, Kekuatan Jenderal Bintang Dua Ini Dilumpuhkan Sebelum Masuk Meja Hijau

Akhirnya Ferdy Sambo Dieksekusi, Kekuatan Jenderal Bintang Dua Ini Dilumpuhkan Sebelum Masuk Meja Hijau

Tasikmalaya | Jum'at, 30 September 2022 | 14:43 WIB

Heboh PKI Siapkan Dana Rp 5 Triliun untuk Presiden Jokowi 3 Periode, Begini Faktanya

Heboh PKI Siapkan Dana Rp 5 Triliun untuk Presiden Jokowi 3 Periode, Begini Faktanya

Kalbar | Jum'at, 30 September 2022 | 12:43 WIB

Buka Pintu Lebar-lebar, Partai Demokrat Masih Menantikan Safari Politik Puan Maharani

Buka Pintu Lebar-lebar, Partai Demokrat Masih Menantikan Safari Politik Puan Maharani

News | Jum'at, 30 September 2022 | 11:41 WIB

Cegah Politik Identitas, Pangamat Politik Sarankan Minimal Tiga Capres yang Maju di Pilpres 2024

Cegah Politik Identitas, Pangamat Politik Sarankan Minimal Tiga Capres yang Maju di Pilpres 2024

Surakarta | Jum'at, 30 September 2022 | 10:04 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB