Kisah Anak Buruh Tani Korban Tragedi Kanjuruhan, Terpaksa Cari Utangan untuk Biaya Rawat Jalan karena RS Penuh

Chandra Iswinarno

Kamis, 06 Oktober 2022 | 12:40 WIB
Kisah Anak Buruh Tani Korban Tragedi Kanjuruhan, Terpaksa Cari Utangan untuk Biaya Rawat Jalan karena RS Penuh
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]

Suara.com - Peristiwa Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam masih menyisakan cerita bagi salah satu korbannya, Nur Saguwanto (19) yang kini harus melakukan rawat jalan untuk menyembuhkan luka di tubuhnya.

Saat ditemui Beritajatim.com-jaringan Suara.com di rumahnya yang berada di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Nur Saguwanto hanya bisa tergolek lemas akibat kakinya patah di pergelangan. Tak hanya itu, wajahnya pun melepuh dengan kelopak mata membengkak, sisa gas air mata yang menempel di wajahnya.

Saat pertandingan Derbi Jatim, Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Saguwanto menyaksikan pertandingan big match tersebut di tribun 11. Saat pertandingan selesai, ia sempat melihat ada sejumlah suporter yang turun ke lapangan.

"Tiba tiba ada tembakan gas air mata di tempat saya duduk. Setelah itu saya nggak ingat lagi," kata Saguwanto, Kamis (6/10/2022).

Lulusan salah satu SMK swasta di Gondanglegi ini mengaku datang ke Stadion Kanjuruhan untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangannya melawan Persebaya bersama kawannya.

Nur Saguwanto (kiri) bersama sang ayah. Saguwanto merupakan salah satu dari sekian korban luka Tragedi Kanjuruhan [Foto: Brama Yoga Kiswara/beritajatim.com]
Nur Saguwanto (kiri) bersama sang ayah. Saguwanto merupakan salah satu dari sekian korban luka Tragedi Kanjuruhan [Foto: Brama Yoga Kiswara/beritajatim.com]

Saguwanto mengaku trauma dengan Tragedi Kanjuruhan yang membuatnya menjadi salah satu korban.

"Suasana malam itu mencekam. Gas air mata membuat saya sulit bernafas dan pingsan,” ujarnya.

Saat kericuhan pecah Saguwanto pingsan sedangkan kawannya selamat.

"Saya baru sadar ketika hari Minggu (2/10/2022) pagi. Tahu-tahu saya sudah ada di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. Saya sempat nelpon keluarga, tapi nggak bisa melihat HP karena pandangan mata kabur. Pusing," tuturnya.

baca juga

Mengetahui kondisinya yang mengalami luka-luka di rumah sakit, Saguwanto hanya bisa menangis.

"Saya cuma menangis saja, baru berhenti menangis ketika bertemu keluarga," ucap Saguwanto.

Tak kalah sedihnya, Ibu Saguwanto, Dewi Fitri mengaku kepanikan terjadi di keluarganya saat mengetahui sang anak jadi korban Tragedi Kanjuruhan. Pun ia sempat kehilangan jejak Saguwanto usai Tragedi Kanjuruhan pecah.

"Kami semua panik, karena anak saya dicari ke semua rumah sakit tidak ada. Baru Minggu pagi anak saya ketemu," katanya.

Saat menjenguk anaknya, ia mengungkapkan kala itu kondisi Saguwanto cukup parah. Pun tak lama, ia dibolehkan pulang ke rumah oleh pihak RS walaupun Saguwanto seharusnya tetap dirawat di RS Kanjuruhan. Saat itu, ia menceritakan ruang perawatan di RS tersebut penuh.

"Akhirnya, anak saya dipulangkan. Saya bawa ke rumah, manggil bidan desa untuk membantu memasangkan infus dan merawat langsung," ujarnya.

Cari Utangan untuk Rawat Jalan

Selama perawatan di rumah, Dewi harus mengeluarkan biaya pribadi bahkan sampai mencari utangan untuk perawatan anaknya.

"Kalau biaya waktu perawatan di rumah sakit gratis. Karena dipulangkan, ya mau nggak mau saya cari utangan sendiri. Sudah habis Rp750 ribu hari ini. Ayahnya juga masih mencari utangan lagi," papar Dewi.

Untuk diketahui, Keluarga Saguwanto tergolong keluarga prasejahtera. Hanya memiliki kartu berobat KIS.

Ayah Saguwanto, Mahfud, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, hanya bisa berharap anaknya bisa kembali sembuh.

Dia pun mengaku, hingga saat ini tidak mendapat bantuan.

"Kalau bantuan sampai hari ini belum dapat bantuan. Kita rawat anak kami semampunya di rumah, waktu pertama kejadian kondisinya mengenaskan mas, matanya bengkak merah, lebah dan melepuh," ucap Mahfud.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjenguk korban tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar pada Rabu (5/10/2022). [Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden]
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjenguk korban tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar pada Rabu (5/10/2022). [Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Simpang Siur Data Korban

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo menyebut jumlah korban Tragedi Kanjuruhan sebanyak 129 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut berbeda dengan yang disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang memastikan korban meninggal sebanyak 125 orang.

Jumlah tersebut berkurang dari data sebelumnya 129 orang. Hal itu dikarenakan adanya pendataan yang ganda.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga sempat menyebutkan jumlah korban meninggal. Wagub Emil menyebut jumlah korban mencapai 174 orang. Hal itu berdasarkan data yang didapatnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim.

Terbaru, jumlah korban yang meninggal dalam peristiwa Tragedi Kanjuruhan berjumlah 130 orang sesuai dengan data yang dirilis Dinas Kesehatan Jatim.

Penanggung Jawab Data Posko Postmortem Crisis Center Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok mengatakan, berdasarkan data yang diolah per hari Rabu (5/10/2022) pukul 21.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia sejumlah 130 orang.

Data tersebut diperoleh dari hasil cek dan sanding data antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang per 4 Oktober dan 5 Oktober. Dari data yang diberikan Zulham, ada beberapa nama yang mengalami dobel data. Ada juga nama yang baru masuk dalam daftar korban meninggal dunia.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fix! Data Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Jadi 130 per 6 Oktober, Ini Penyebab Data Berkurang

Fix! Data Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Jadi 130 per 6 Oktober, Ini Penyebab Data Berkurang

Malang | Kamis, 06 Oktober 2022 | 12:34 WIB

Anak yang Orang Tuanya Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Butuh Sosok Pengganti

Anak yang Orang Tuanya Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Butuh Sosok Pengganti

Bekaci | Kamis, 06 Oktober 2022 | 12:34 WIB

KPAI: Anak yang Kehilangan Ortu di Tragedi Kanjuruhan Perlu Figur Pengganti

KPAI: Anak yang Kehilangan Ortu di Tragedi Kanjuruhan Perlu Figur Pengganti

News | Kamis, 06 Oktober 2022 | 12:31 WIB

Terkini

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

Bansos Salah Sasaran? Kemensos Bongkar Modus Baru Penyalahgunaan KTP Warga untuk Judi Online

Bansos Salah Sasaran? Kemensos Bongkar Modus Baru Penyalahgunaan KTP Warga untuk Judi Online

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

Igor Tolic Bongkar Kunci Persib Bungkam FC Seoul: Berjuang hingga Detik Terakhir

Igor Tolic Bongkar Kunci Persib Bungkam FC Seoul: Berjuang hingga Detik Terakhir

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 09:17 WIB

Harga HP Makin Mahal, Xiaomi: Value untuk Pengguna Tidak Berubah

Harga HP Makin Mahal, Xiaomi: Value untuk Pengguna Tidak Berubah

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 09:16 WIB

Ledakan Maut Guncang Pabrik Bata Ringan di Lamongan: 1 Tewas, 6 Luka Bakar Parah

Ledakan Maut Guncang Pabrik Bata Ringan di Lamongan: 1 Tewas, 6 Luka Bakar Parah

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 09:14 WIB

5 Warna Base Ombre untuk Bibir Hitam dan Kulit Gelap agar Hasilnya Cantik

5 Warna Base Ombre untuk Bibir Hitam dan Kulit Gelap agar Hasilnya Cantik

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:10 WIB

Petaka Usai Tahlilan di Lampung Tengah: 1 Warga Tewas, Puluhan Mendadak Tumbang

Petaka Usai Tahlilan di Lampung Tengah: 1 Warga Tewas, Puluhan Mendadak Tumbang

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:07 WIB

×