Kisah dari Lyman yang Direbut Kembali oleh Ukraina

Siswanto, BBC

Jum'at, 07 Oktober 2022 | 00:03 WIB
Kisah dari Lyman yang Direbut Kembali oleh Ukraina
BBC

Suara.com - Orla Guerin BBC News, Lyman

Kemenangan terkadang bisa tampak senyap. Hal itu itu terlihat di kota Lyman di Ukraina bagian timur, yang berhasil direbut kembali dari Rusia akhir pekan lalu.

Jalan-jalan yang sepi dipenuhi puing-puing bertebaran, di sepanjang sisinya gedung-gedung hangus terbakar.

Terpal logam yang menjuntai dari atap bangunan yang hancur diterpa angin

Segelintir warga sipil berani keluar. 

Kami menghitung jumlah warga yang berada di luar tak lebih dari jumlah anjing yang berkeliaran - kendati Lyman ditinggali oleh 20.000 populasi sebelum perang.

Warga sipil yang kami temui tampak terguncang oleh rangkaian pemboman selama berbulan-bulan, dan tidak yakin cobaan berat mereka telah berakhir.

Satu-satunya aktivitas kehidupan adalah konvoi pasukan Ukraina dengan kendaraan lapis baja mereka.

Mereka di duduk di kendaraan lapis baja, sambil melambai dan bersorak, saat mereka menuju luar kota di sepanjang jalan yang dibatasi oleh hutan pinus.

baca juga

Mereka menggemakan bukti dari pengorbanan manusia atas kekalahan Rusia.

Mayat lima tentara Rusia yang tewas, tergeletak berdekatan satu sama lain.

Tubuh mereka tampak membengkak dan berkerut karena jasad mereka telah dibiarkan selama berhari-hari.

Namun selama hidupnya, mereka adalah suami atau putra seseorang.

Mereka berseragam lengkap, dengan sepatu bot masih terpasang di kakinya, seolah-olah mereka entah bagaimana bisa kembali berperang. 

Mereka tampaknya telah dibunuh secara bersamaan ketika mereka mencoba melarikan diri.

Di dekatnya kami melihat tumpukan seragam Rusia, kantong tidur, dan paket ransum yang dibuang. 

Ada ransel tentara dengan nama tertulis di atasnya. Kami tidak tahu bagaimana nasib pemiliknya.

Dua sukarelawan muda dari kelompok kemanusiaan Ukraina bekerja dengan hati-hati, menghitung mayat-mayat itu, dan mencari apa pun yang bisa mengidentifikasi mereka.

Mereka berlutut hanya beberapa meter dari ranjau yang tersebar di sepanjang pinggir jalan, warna hijau tua ranjau itu disamarkan oleh rerumputan dan dedaunan. 

Baca juga:

Ranjau tersebut adalah ancaman yang tersisa dari musuh yang telah berhasil dipukul mundur, atau seperti yang dikatakan kementerian pertahanan Rusia, "ditarik ke posisi yang lebih menguntungkan". 

Pernyataan itu memiliki nada yang familiar dengan apa yang dikatakan Rusia, setelah kekalahannya bulan lalu di provinsi Kharkiv di timur laut.

Para sukarelawan kemudian memasukkan jenazah ke dalam kantong mayat hitam dan membawa mereka - beberapa tentara Rusia yang gugur akhirnya meninggalkan medan perang.

Sebuah bendera Ukraina baru berkibar di atas tank T72 Rusia yang ditangkap, yang diparkir di pinggir jalan. 

"Kami akan menang," kata tentara muda Ukraina yang tersenyum sambil memanjat menara senjata. 

"Saya merasa sangat senang, sangat hebat."

Apa yang terjadi di sini bukan hanya kekalahan bagi Presiden Vladimir Putin.  Ini benar-benar penghinaan. 

Baru Jumat lalu dia mengumumkan kepada dunia bahwa dia mencaplok empat wilayah Ukraina, termasuk Donetsk, tempat Lyman berada. 

Dia menyatakan bahwa wilayah-wilayah itu akan menjadi "Rusia selamanya".

Sehari kemudian pasukan Ukraina berada di dalam Lyman, dan pasukan Putin berlari menyelamatkan diri.

Ukraina mengatakan sebanyak 5.000 tentara Rusia dikepung di Lyman, sebelum kota itu jatuh. 

Kami tidak tahu berapa banyak yang terbunuh atau ditangkap. 

Kementerian pertahanan di Kyiv mengatakan dalam sebuah cuitan di Twitter bahwa hampir semua pasukan Rusia yang dikerahkan ke Lyman telah "ditugaskan kembali ke dalam kantong mayat atau ditangkap".

Kota strategis itu merupakan pintu gerbang ke wilayah tetangga Luhansk, yang hampir seluruhnya berada dalam cengkeraman Rusia. 

Ukraina berharap untuk maju lebih jauh, menggunakan kemenangannya di sini sebagai batu loncatan.

Lena dan putranya Radion yang berusia 10 tahun mengharapkan perdamaian, dan air bersih.

Kami bertemu ibu dan anak itu ketika menuju sumur untuk mengisi kembali wadah air berukuran lima liter.

"Saya pikir nanti akan damai," kata Lena, yang mengenakan topi hitam dan beberapa lapis jumper wol.

"Seharusnya damai. Semua orang sudah cukup menderita. Hal tersulit adalah selamat dari penembakan. Kami berdoa saat kami tinggal di ruang bawah tanah. Situasinya masih tegang tapi secara keseluruhan, saya senang."

Sementara kegiatan sekolah terhenti selama invasi Rusia, Radion telah belajar pelajaran perang. 

Wajahnya muram, di balik topi birunya. 

"Agak menakutkan di Lyman," katanya kepada kami, "karena ada banyak pengeboman. Perang sangat buruk karena orang-orang sekarat. Hati saya lebih damai sekarang."

Orang lain di sini masih tampak tenggelam dalam trauma mereka, seperti Nadia yang berusia 66 tahun. 

Dia sendirian di jalanan, berjalan perlahan, seolah-olah dia tidak bisa mengenali sekelilingnya.

"Saya berharap yang terbaik," katanya, "dan bahwa mereka [Rusia] tidak akan kembali ke sini. Itu sangat buruk. Kedua belah pihak menembak. Kami tidak mengerti apa-apa.

Ketika sudah tenang, kami pergi ke luar untuk memasak. Kemudian dimulai lagi. Kita semua sudah gila sekarang.

"Dan dia punya pertanyaan untuk kami."Kenapa saya dibombardir?" 

"Saya tidak melakukan hal buruk. Saya tidak membunuh. Saya tidak mencuri. Saya tidak mengerti mengapa. Mungkin Anda bisa memberi tahu saya. Kami hidup dengan baik, semuanya baik-baik saja, kami bekerja. Dan dalam satu saat semua itu terbalik."

Di jalan-jalan di sekitar kota, slogan-slogan pro-Rusia telah ditempel di dinding, kios, dan halte bus. 

"CCCP"— huruf Cyrillic untuk Uni Soviet, Uni Republik Sosialis Soviet— dituliskan di bagian depan toko yang tertutup.

Sama seperti Presiden Putin mungkin ingin menghidupkan kembali Uni Soviet dari masa mudanya, reruntuhan Lyman adalah bukti kegagalannya.

Ukraina sekarang memiliki momentum dan negara itu tahu harus bergerak cepat seiring dengan pasokan senjata dari negara-negara Barat.

Pertempuran akan semakin keras saat cuaca dingin datang. 

Kesempatan untuk merebut kembali lebih banyak wilayah musim dingin ini mungkin akan tertutup dalam beberapa pekan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel

Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:51 WIB

Pemerintah Telusuri 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korban Penipuan atau Sukarela?

Pemerintah Telusuri 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korban Penipuan atau Sukarela?

News | Rabu, 02 September 2026 | 11:03 WIB

Rusia Jawab Tuduhan Intelijen Ukraina, WNI Jadi Tentara Bayaran Moskow

Rusia Jawab Tuduhan Intelijen Ukraina, WNI Jadi Tentara Bayaran Moskow

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:49 WIB

Dokumen Intelijen Ukraina: WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Paling Muda Kelahiran 1997

Dokumen Intelijen Ukraina: WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Paling Muda Kelahiran 1997

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:52 WIB

Info A1 Intelijen Ukraina, Ini Dia 8 Nama WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

Info A1 Intelijen Ukraina, Ini Dia 8 Nama WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:30 WIB

Anak-anak di Ukraina dan Bagaimana Perang Merenggut Masa Kecil Mereka

Anak-anak di Ukraina dan Bagaimana Perang Merenggut Masa Kecil Mereka

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 14:15 WIB

Intelijen Ukraina: Rusia Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran untuk Propaganda Seolah-olah Didukung Dunia

Intelijen Ukraina: Rusia Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran untuk Propaganda Seolah-olah Didukung Dunia

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:20 WIB

Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan

Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:57 WIB

8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menhan Sjafrie Buka Suara

8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menhan Sjafrie Buka Suara

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:35 WIB

Perang Belum Usai, 1,6 Juta Anak Ukraina Disebut Masih Terpisah dari Keluarga

Perang Belum Usai, 1,6 Juta Anak Ukraina Disebut Masih Terpisah dari Keluarga

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Terkini

AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

News | Sabtu, 05 September 2026 | 22:35 WIB

Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027

Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 22:21 WIB

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 22:15 WIB

Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029

Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029

Surakarta | Sabtu, 05 September 2026 | 22:10 WIB

Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif

Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif

Surakarta | Sabtu, 05 September 2026 | 22:06 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 22:04 WIB

Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo

Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 22:01 WIB

Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander

Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 22:00 WIB

Bandar Lampung Berselimut Abu Gunung Anak Krakatau, Warga Diimbau Gunakan Masker

Bandar Lampung Berselimut Abu Gunung Anak Krakatau, Warga Diimbau Gunakan Masker

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 21:58 WIB

AHY Bicara Keras di HUT ke-25 Demokrat: TNI-Polri dan ASN Jangan Jadi Alat Politik

AHY Bicara Keras di HUT ke-25 Demokrat: TNI-Polri dan ASN Jangan Jadi Alat Politik

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:45 WIB

×