Intelijen Ukraina: Rusia Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran untuk Propaganda Seolah-olah Didukung Dunia

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 01 September 2026 | 11:20 WIB
Intelijen Ukraina: Rusia Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran untuk Propaganda Seolah-olah Didukung Dunia
Serda Satria Arta Kumbara saat memakai seragam lengkap TNI AL. (ist /TikTok @zstorm689)
baca 10 detik
  • Intelijen Ukraina membongkar perekrutan sedikitnya delapan warga Indonesia oleh militer Rusia.

  • Warga asing tergiur janji manis posisi non-tempur, namun justru dijadikan umpan meriam.

  • Keterlibatan tentara asing dipicu oleh krisis pendaftaran prajurit lokal di internal Rusia.

Suara.com - Rusia merekrut sedikitnya 8 warga negara Indonesia ke dalam pasukan tentara bayaran untuk bertempur di medan perang Ukraina. Langkah nekat Moskow ini membuktikan krisis pasukan lokal yang semakin mendalam di tengah tekanan perang yang tidak kunjung usai.

Dokumen resmi mengenai perekrutan warga Indonesia tersebut dibocorkan langsung oleh Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina pada 27 Agustus lalu. Manuver ini dipakai Kremlin sebagai bahan propaganda untuk memamerkan seolah-olah perang mereka mendapat dukungan global.

Faktor utama masifnya rekrutmen tentara asing ini dipicu oleh merosotnya warga Rusia yang mau menandatangani kontrak militer. Gejolak sosial ekonomi serta bayang-bayang gelombang mobilisasi baru memicu ketidakpuasan publik Rusia yang makin memuncak.

Kolase foto eks Prajurit TNI yang menjadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara. (Tangkapan layar/ist)
Kolase foto eks Prajurit TNI yang menjadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara. (Tangkapan layar/ist)

“Kremlin sedang mencari umpan meriam baru di kepulauan Indonesia,” kata pernyataan resmi intelijen Ukraina, dikutip dari nv.ua.

Para rekrutan asing diiming-imangi bayaran fantastis, posisi non-tempur, kemudahan menjadi warga negara Rusia, hingga beragam tunjangan sosial. Sayangnya, mayoritas tentara asing ini tidak sadar bahwa mereka akan langsung dikirim ke garis depan pertempuran.

Skema licik ini sebelumnya telah memakan korban warga negara Nepal, Kuba, Kenya, hingga India. Setelah tiba di Rusia, para korban dikirim langsung ke medan tempur tanpa pembekalan militer yang layak hingga tewas pada minggu-minggu pertama.

Data medis terintegrasi yang bocor pada April 2025 mengungkapkan keterlibatan tentara bayaran dari minimal 48 negara di pihak Rusia. Khusus wilayah Moskow saja, lebih dari 1.500 warga asing berhasil direkrut sepanjang April 2023 hingga Mei 2024.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha pada April 2026 mengonfirmasi penahanan ratusan tentara asing hasil rekrutmen Rusia tersebut. Saat ini lebih dari 300 prajurit asing yang bertempur membela Rusia berada dalam penawanan pihak Ukraina.

Langkah Rusia memanfaatkan warga negara berkembang menunjukkan eskalasi baru dalam taktik perang asimetris kawasan. Keterlibatan warga Indonesia menambah daftar panjang implikasi global dari konflik darat terbesar di Eropa ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:05 WIB

Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan

Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:57 WIB

8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menhan Sjafrie Buka Suara

8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menhan Sjafrie Buka Suara

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:35 WIB

Terkini

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 06:55 WIB

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

×