Polri Sebut 131 Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan Bukan karena Gas Air Mata, Polisi di Malang Sujud Mohon Ampun ke Aremania

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Senin, 10 Oktober 2022 | 17:14 WIB
Polri Sebut 131 Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan Bukan karena Gas Air Mata, Polisi di Malang Sujud Mohon Ampun ke Aremania
Polisi menambakan gas air mata ke arah tribun yang membuat Aremania kocar-kacir usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya. (Tangkap layar Instagram @kabarnegri)

Suara.com - Sebanyak 131 orang meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022). 10 hari pasca kejadian, Polri mengklaim korban meninggal dunia usai menonton pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan bukan akibat gas air mata.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kebanyakan korban tragedi Kanjuruhan karena kekurangan oksigen hingga terinjak-injak. Dedi menyebut tak ada satupun korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan akibat gas air mata.

"Dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit THT, dan juga spesialis penyakit mata, tidak satu pun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata. Tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen, karena apa? Terjadi berdesak-desakan, trerinjak-injak, bertumpuk-tumpukan mengakibatkan kekurangan oksigen," kata Dedi kepada wartawan, Senin (10/10/2022).

Dedi kemudian menjelaskan efak gas air mata pada dasarnya hanya akan menimbulkan iritasi. Namun, tidak sampai menyebabkan kematian.

"Sampai saat ini belum ada jurnal ilmiah yang menyebutkan ada fatalitas gas air mata yang mengakibatkan orang meninggal dunia," katanya.

Polres Malang Mohon Ampun

Melalui akun twitter @polrestamakota, Polres Malang Kota menyampaikan permohonan maaf terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. Dua di antara korban tewas merupakan anggota kepolisian.

"Mohon ampun kami kepada-Mu ya Rabb atas peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober silam. Tak lupa permohonan maaf juga kami haturkan kepada korban dan keluarganya beserta Aremania Aremanita. Kabulkan doa kami, ya Rabb. #PresisiMengabdiMelayani," tullis akun tersebut.

Kemudian dalam poster yang diungga juga bertuliskan, "kami bersujud dan bersimpuh memohon ampunan mu ya rabb, menghaturkan maafkepada korban dan keluarganya serta seluruh Aremania Aremanita, serta memanjatkan doaagar situasi Kamtibmas kembali kondusif, kabulkan doa kami ya rab... Amin."

baca juga

Terlihat juga dalam foto tersebut seluruh anggota Polri di Malang melakukan sujdu syukur memohon ampun.

Melalui akun twitter @polrestamakota, Polres Malang Kota menyampaikan permohonan maaf terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. ( @polrestamakota)
Melalui akun twitter @polrestamakota, Polres Malang Kota menyampaikan permohonan maaf terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. ( @polrestamakota)

Gas Air Mata Kedaluwarsa

Sebelumnya Polri telah mengakui ada anggota yang menggunakan gas air mata kedaluwarsa saat Tragedi Kanjuruhan. Beberapa gas air mata yang ditemukan tercatat telah kedaluwarsa sejak tahun 2021.

"Ya, ada beberapa yang ditemukan ya. Yang tahun 2021, ada beberapa," ungkap Dedi.

Dedi tak menyebut jumlah gas air mata kedaluwarsa yang ditemukan oleh penyidik. Dia mengklaim barang bukti tersebut masih diperiksa di laboratorium forensik.

"Saya belum tahu jumlahnya, tapi masih didalami oleh labfor," kata dia.

Kendati begitu, Dedi mengklaim gas air mata kedaluwarsa tidak berbahaya. Berbeda dengan makanan kedaluwarsa.

"Kebalikannya (dengan makanan), dengan zat kimia atau gas air mata ini, ketika dia expired justru kadar kimianya itu berkurang. Sama dengan efektivitasnya gas air mata ini, ketika ditembakkan, dia tidak bisa lebih efektif lagi," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas HAM Dalami Penggunaan Gas Air Mata Kedaluwarsa Oleh Polisi

Komnas HAM Dalami Penggunaan Gas Air Mata Kedaluwarsa Oleh Polisi

Sulsel | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:21 WIB

Sudah Kedaluwarsa, Komnas HAM Sebut Kerusuhan di Kanjuruhan Pecah karena Polisi Tembakan Gas Air Mata

Sudah Kedaluwarsa, Komnas HAM Sebut Kerusuhan di Kanjuruhan Pecah karena Polisi Tembakan Gas Air Mata

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:15 WIB

Berbeda dengan Makanan, Polri Klaim Penggunaan Gas Air Mata Kedaluwarsa Tidak Berbahaya

Berbeda dengan Makanan, Polri Klaim Penggunaan Gas Air Mata Kedaluwarsa Tidak Berbahaya

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:15 WIB

Polisi Tembakkan Gas Air Mata Kedaluwarsa ke Suporter Arema FC

Polisi Tembakkan Gas Air Mata Kedaluwarsa ke Suporter Arema FC

Sulsel | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:15 WIB

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan 131 Orang, Polri Akui Ada Anggota Gunakan Gas Air Mata Kedaluwarsa

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan 131 Orang, Polri Akui Ada Anggota Gunakan Gas Air Mata Kedaluwarsa

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 15:27 WIB

Baru Punya Jembatan Usai 77 Tahun Indonesia Merdeka, Tokoh Masyarakat dan MUI di Pangandaran Langsung Sujud Syukur

Baru Punya Jembatan Usai 77 Tahun Indonesia Merdeka, Tokoh Masyarakat dan MUI di Pangandaran Langsung Sujud Syukur

Jabar | Senin, 22 Agustus 2022 | 11:09 WIB

Bebas di Hari Kemerdekaan Indonesia, Bang Napi di Sukabumi Ini Langsung Sujud Syukur dan Pulang ke Kampung Halaman

Bebas di Hari Kemerdekaan Indonesia, Bang Napi di Sukabumi Ini Langsung Sujud Syukur dan Pulang ke Kampung Halaman

Jabar | Kamis, 18 Agustus 2022 | 05:30 WIB

Terkini

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:15 WIB

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

×