Fakta Terbaru Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Pastikan Seluruh Pintu Stadion Terbuka

Dwi Bowo Raharjo, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:23 WIB
Fakta Terbaru Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Pastikan Seluruh Pintu Stadion Terbuka
Komnas HAM mengungkap fakta baru mengenai Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 korban jiwa. Disebutkan pada saat peristiwa terjadi seluruh pintu stadion terbuka. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap fakta baru mengenai Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 korban jiwa. Disebutkan pada saat peristiwa terjadi seluruh pintu stadion terbuka.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebutkan bahwa pintu yang terbuka sangat kecil, tidak sesuai dengan kapasitas massa yang ingin keluar karena panik akibat tembakan gas air mata.

"Berdasarkan video yg diterima Komnas HAM kondisi pintu tribun terbuka meskipun pintu kecil, (yaitu di pintu) 10,11 12 13. Jadi kalau pintu kecil terbuka sejak awal," kata Anam dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (12/10/2022).

Fakta itu ditemukan Komnas HAM berdasarkan hasil investigasi timnya yang turun langsung ke Stadion Kanjuruhan, Kabupatan Malang. Dikatakan narasi yang menyebut seluruh pintu tertutup karena terhalang massa yang saling berdesakan berusaha untuk keluar.

Dari ukuran pintu dengan luas sekitar dua meter, yang terbuka hanya selaus 150 cm dengan tinggi 180 cm.

"Ini (pintu yang dibuka) 75 cm, karena ada dua pintu yang dibuka, berarti 150 cm terus ada tiang tengah ini ada yang macet juga disini 180 cm itu tinggingnya itu yang dibuka ke luar," jelas Anam.

Akibat minimnya ruang pintu untuk dapat keluar, membuat massa berebutan dan berdesakan, hingga akhirnya memicu jatuhnya korban jiwa mencapai 132 orang.

Gegara Gas Air Mata Polisi

Diberitakan sebelumnya, Komnas HAM tetap konsisten menyebut pemicu utama Tragedi Kanjuruhan akibat tembakan gas air mata dari polisi.

baca juga
Perbedaan 3 Jenis Gas Air Mata [Twitter]
Polisi tembakkan gas air mata ke tribun usai pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya. [ist/Twitter]

"Nah gas air mata inilah yang membuat kepanikan, sehingga banyak orang yang masuk ke gate 13. Seandainya enggak ada tembakan gas air mata, ya kami kira enggak ada korban jiwa yang begitu besar. Nah itu titik soalnya," kata Anam saat dihubungi Suara.com, Selasa (11/10/2022) kemarin.

Anam mengaku memiliki video yang belum terpublikasi tentang rekaman keterkaitan penembakan gas air mata dengan jatuhnya korban jiwa. Video itu diperoleh Komnas HAM dari suporter yang berada di lokasi.

"Termasuk banyak video yang kami dapatkan tidak terpublikasi. Yang itu menjelaskan bagaimana posisi dari masing-masing gate, yang kami dapatkan dari teman-teman suporter aremania. Termasuk juga gate 13 itu, bagaimana relasi antara gas air mata dan kematian," ungkapnya.

"Jadi kalau ditanya apa penyebab utamanya, ya karena penembakan gas air mata yang menimbulkan kepanikan. Nah itu faktualnya," kata Anam kembali menegaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kehilangan Tiga Teman, Seorang Remaja Tidak Mau Tinggalkan Stadion Stadion Kanjuruhan

Kehilangan Tiga Teman, Seorang Remaja Tidak Mau Tinggalkan Stadion Stadion Kanjuruhan

Surakarta | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:17 WIB

Tragedi Kanjuruhan Buka Borok Karut Marut Liga Indonesia, Saling Lempar Tanggung Jawab PSSI, PT LIB Hingga Broadcaster

Tragedi Kanjuruhan Buka Borok Karut Marut Liga Indonesia, Saling Lempar Tanggung Jawab PSSI, PT LIB Hingga Broadcaster

Malang | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:14 WIB

Pemerintah Tak Bisa Turut Campur, Tapi Menpora Tak Ingin Liga 1 Terhenti Terlalu Lama

Pemerintah Tak Bisa Turut Campur, Tapi Menpora Tak Ingin Liga 1 Terhenti Terlalu Lama

Bola | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:13 WIB

Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan, Prof Made Gelgel Pernah Buat Arak Obat Covid-19, Ahli Kasus Munir-Kopi Sianida

Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan, Prof Made Gelgel Pernah Buat Arak Obat Covid-19, Ahli Kasus Munir-Kopi Sianida

Denpasar | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:07 WIB

Tragedi Kanjuruhan: Polri Segera Periksa PSSI hingga Indosiar

Tragedi Kanjuruhan: Polri Segera Periksa PSSI hingga Indosiar

Riau | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:03 WIB

PSSI Bantah Tak Dilibatkan dalam Kolaborasi Transformasi Sepak Bola Indonesia oleh Pemerintah dan FIFA

PSSI Bantah Tak Dilibatkan dalam Kolaborasi Transformasi Sepak Bola Indonesia oleh Pemerintah dan FIFA

Bola | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:03 WIB

Bukti-Bukti Kacaunya Liga 1: PSSI, PT LIB, Panpel, hingga Indosiar Kompak Saling Tuding

Bukti-Bukti Kacaunya Liga 1: PSSI, PT LIB, Panpel, hingga Indosiar Kompak Saling Tuding

News | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:01 WIB

Terkini

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×