Penjual Dawet di Kanjuruhan Bukan Lagi Misteri, Minta Maaf Ternyata Eks Kader PSI

Farah Nabilla | Suara.com

Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:49 WIB
Penjual Dawet di Kanjuruhan Bukan Lagi Misteri, Minta Maaf Ternyata Eks Kader PSI
Seorang ibu yang mengaku penjual dawet hingga memprovokasi Aremania di Tragedi Kanjuruhan meminta maaf kepada keluarga. (Twitter/@AremaniaCulture)

Suara.com - Kasus kerusuhan Stadion Kanjuruhan hingga kini masih menjadi perbincangan publik. Sebuah narasi dari wanita mengaku penjual dawet Kanjuruhan pun sempat menggemparkan. Terbaru, wanita tersebut akhirnya muncul dan meminta maaf atas 'kepalsuannya' memperkeruh suasana sebagai penjual dawet.

Di dalam video tersebut, terlihat seorang wanita memohon maaf kepada seorang anggota keluarga hingga tersujud. Hal ini pun terungkap lewat Twitter @aremaniaculture. 

Permohonan maaf ini disampaikan oleh wanita bernama Suprapti Fauzi tersebut karena hoax yang telah disebarkannya saat kejadian Stadion Kanjuruhan yang menyatakan bahwa ada Aremania yang mabuk saat kerusuhan tersebut bernama Nawi yang menyebabkan kerusuhan semakin kacau. Lewat video tersebut, Suprapti mengungkapkan permohonan maafnya tersebut.

"Saya Suprapti memohon maaf karena berhubung dengan voice note yang beredar kemarin. Saya tidak ada tujuan apapun untuk menjelekkan nama almarhum (Nawi)," ungkap Suprapti.  

"Terimakasih jika anda menerima permohonan maaf saya ini ya," lanjutnya. 

Tak hanya meminta maaf, Suprapti juga bersujud kepada salah satu anggota keluarga dari korban jiwa Kanjuruhan, Nawi yang sebelumnya dituduhnya sempat mabuk saat kerusuhan.

Voice Note Penjual Dawet

Hoaks yang dibuat oleh Suprapti sebelumnya disampaikan lewat voice note darinya yang mengaku sebagai penjual dawet di sekitaran Stadion Kanjuruhan dan seolah memberikan kesaksian atas insiden tersebut. Tak hanya menyalahkan Aremania, Suprapti juga menyebut bahwa gas air mata yang ditembakkan polisi tidak berarti apa-apa.

"Yang lebih parah itu, akhirnya mereka (Aremania) uyel-uyelan(desak-desakan), uyel-uyelan (berdesakan) keluar karena menghindari gas air mata,' ujarnya dalam rekaman voice note itu.

"Nah gas air matanya sebetulnya gak terlalu banyak kok. Cuman ini,uyel-uyelane karo sodok-sodokanekaro jejek-jekane(desak-desakan dan dorong-dorongan serta injak-injaknya) sesama suporter," lanjut Suprapti di voice note tersebut.

Suprapti juga menjelaskan ada anak kecil yang terjepit saat kerusuhan tersebut. Ia pun tanpa ragu menjelaskan insiden tersebut.

"Terus di pintu 3, sebelah kiri warung saya itu ada anak terjepit, ada anak kecil terjepit. Dari situ awalnya ditolonglah sama polisi, Pak Arif namanya, orang Batu, polisi Batu," jelas wanita itu.

Wanita tersebut juga mengungkap bahwa banyak Aremania yang mabuk saat kerusuhan tersebut. 

"Yang meninggal itu banyak yang berbau alkohol," sambung Suprapti.

Namun, hoaks tersebut langsung direspons oleh banyak orang yang mengecam voice note yang tersebar tersebut karena dianggap menggiring opini atas insiden tersebut. Tak hanya itu, identitasnya yang mulai terkuak ternyata menjadi malapetaka baginya.

Suprapti Fauzi pun diketahui sempat menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Malang, Yosea Suryo Widodo akhirnya mengakui Suprapti pernah menjabat sebagai pengurus partai. Namun dia mengklaim yang bersangkutan tidak lagi menjadi pengurus.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Nilai Banyak Polisi di Tingkat Bawah Masih Bekerja Keras Melayani Warga

Jokowi Nilai Banyak Polisi di Tingkat Bawah Masih Bekerja Keras Melayani Warga

Sumut | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:41 WIB

Kepada Komnas HAM, Pihak Indosiar Tegaskan Tak Miliki Wewenang Atur Jadwal Liga 1: Otoritas Final di PT LIB

Kepada Komnas HAM, Pihak Indosiar Tegaskan Tak Miliki Wewenang Atur Jadwal Liga 1: Otoritas Final di PT LIB

News | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:40 WIB

Keluarga Dua Korban Tragedi Kanjuruhan Minta Autopsi, Polisi: Mungkin Pekan Depan

Keluarga Dua Korban Tragedi Kanjuruhan Minta Autopsi, Polisi: Mungkin Pekan Depan

Bekaci | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:23 WIB

Ketum PSSI Pastikan Kehadiran FIFA dan AFC Bukan Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Tapi...

Ketum PSSI Pastikan Kehadiran FIFA dan AFC Bukan Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Tapi...

Bola | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:21 WIB

Setelah Galang Dana, BTS ARMY Indonesia Buka Posko Psikologis dan Hukum untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Setelah Galang Dana, BTS ARMY Indonesia Buka Posko Psikologis dan Hukum untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Bekaci | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:20 WIB

Kompolnas Kawal Inafis Cari Bukti Pelengkap Penyidikan Tragedi Kanjuruhan

Kompolnas Kawal Inafis Cari Bukti Pelengkap Penyidikan Tragedi Kanjuruhan

Malang | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:17 WIB

Shin Tae-yong Bakal Mundur jika Iwan Bule Mengundurkan Diri dari Ketum PSSI, Presiden Jokowi Buka Suara

Shin Tae-yong Bakal Mundur jika Iwan Bule Mengundurkan Diri dari Ketum PSSI, Presiden Jokowi Buka Suara

Jabar | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:06 WIB

Terkini

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB