Bantah KIB Disiapkan untuk Kendaraan Figur Tertentu Maju Pilpres, Mardiono PPP: yang Disebut Sekoci Itu Tidak Ada!

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Senin, 17 Oktober 2022 | 15:23 WIB
Bantah KIB Disiapkan untuk Kendaraan Figur Tertentu Maju Pilpres, Mardiono PPP: yang Disebut Sekoci Itu Tidak Ada!
Plt Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, menegaskan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN dan PPP bukan untuk sekoci disiapkan untuk figur tertentu maju di Pilpres 2024. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Plt Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, menegaskan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN dan PPP bukan untuk sekoci disiapkan untuk figur tertentu maju di Pilpres 2024.

"Kebetulan Golkar, PAN, dan PPP termasuk yang lebih dulu bangun koalisi. Tapi tidak berarti 3 Partai itu disiapkan untuk orang-orang tertentu, yang disebut sekoci tidak ada," kata Mardiono dalam unggahan di akun Instagram DPP PPP @dpp.ppp, Senin (17/10/2022).

Mardiono mengatakan, sebelum dirinya menjabat sebagai Plt Ketum PPP dan masih menjadi koordinator KIB, pembahasan dalam koalisi tidak pernah menyinggung soal siapa capres-cawapres.

"Setiap kita bahas isu-isu di dalam koalisi belum pernah kita bahas capres cawapres," ungkapnya.

Menurutnya, pembahasan dalam koalisi hanya baru sebatas merangkum ide gagasan dan yang dikemas lalu di bawa ke masing-masing partai.

"Kita satukan yang kita smpkan ke rakyat, ini lho KIB punya ide gagasan untuk bangsa ke depan," pungkasnya.

KIB Disebut Ecek-ecek

Sebelumnya Politisi Partai NasDem, Zulfan Lindan, menilai bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) hanya lah koalisi ecek-ecek. Menurut apa yang dia tahu bahwa KIB hanya disiapkan untuk menjadi sekoci Ganjar Pranowo apabila tidak diusung maju oleh PDIP di Pilpres 2024 mendatang.

Koalisi Indonesia Bersatu. [Antara]
Koalisi Indonesia Bersatu. [Antara]

Hal itu disampaikan Zulfan dalam diskusi dengan judul Adu Perspektif "Membaca Manuver Tabloid, Dewan Kolonel, hingga isu Dendam Lama" yang digelar oleh Detikcom dan Total Politik, Senin (27/8/2022) malam.

Zulfan awalnya menjelaskan kalau KIB berbeda dengan NasDem, Demokrat dan PKS jika sudah berkoalisi.

"Lain lah kalau KIB jangan disamakan dengan koalisi ini (NasDem, PKS dan Demokrat). KIB itu kan koalisi ecek-ecek itu," kata Zulfan.

Ia membeberkan, maksud ecek-ecek itu lantaran dirinya mendengar kalau KIB dipersiapkan hanya untuk menjadi wadah untuk Ganjar Pranowo jika tak diusung oleh PDIP.

"Artinya begini lahirnya KIB itu kan ada kepentingan tertentu yang kita dengar konon kabarnya itu adalah untuk menjadi sekocinya Ganjar seandainya Ganjar tidak dicalon kan oleh PDIP. Kan begitu yang berkembang," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengumuman Capres KIB saat Injury Time Cuma Untungkan Golkar, PAN-PPP Terancam Tersingkir dari Senayan?

Pengumuman Capres KIB saat Injury Time Cuma Untungkan Golkar, PAN-PPP Terancam Tersingkir dari Senayan?

News | Senin, 17 Oktober 2022 | 11:11 WIB

Menanti Gebrakan KIB Umumkan Sosok Capres 2024, Ketum Golkar Sebut-sebut Wilayah Indonesia Timur

Menanti Gebrakan KIB Umumkan Sosok Capres 2024, Ketum Golkar Sebut-sebut Wilayah Indonesia Timur

News | Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:52 WIB

Berpengalaman Dukung Pemerintahan Jokowi, Pengamat Beberkan KIB Makin Besar Jika PDIP Gabung

Berpengalaman Dukung Pemerintahan Jokowi, Pengamat Beberkan KIB Makin Besar Jika PDIP Gabung

News | Kamis, 13 Oktober 2022 | 08:56 WIB

Terungkap Kapan Koalisi Indonesia Bersatu Bakal Deklarasi Capres Cawapres

Terungkap Kapan Koalisi Indonesia Bersatu Bakal Deklarasi Capres Cawapres

News | Rabu, 12 Oktober 2022 | 18:01 WIB

Buka Kesempatan PDIP Bergabung, Akankah KIB Bakal Mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024?

Buka Kesempatan PDIP Bergabung, Akankah KIB Bakal Mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024?

Jawa Tengah | Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:36 WIB

KIB Umumkan Capres Tahun Depan, Airlangga Hartarto: Jilid Terakhir

KIB Umumkan Capres Tahun Depan, Airlangga Hartarto: Jilid Terakhir

Lampung | Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:19 WIB

Terkini

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:55 WIB

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:26 WIB

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:18 WIB

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB