PSI Disemprot Publik 'Udah Dilepeh Masih Menjilat' Gegara Siap Jadi Garda Terdepan Ganjar Pranowo

Dany Garjito | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:26 WIB
PSI Disemprot Publik 'Udah Dilepeh Masih Menjilat' Gegara Siap Jadi Garda Terdepan Ganjar Pranowo
Ketua Umum PSI, Grace Natalie (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali bercuit bahwa pihak mereka menudukung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) 2024.

PSI bahkan menyebut bahwa mereka akan menjadi garda utama untuk mengusung Ganjar sebagai capres 2024. Sesumbar PSI tersebut diunggah melalui akun Twitter resmi @psi_id pada Kamis (20/10/2022) usai Ganjar dalam wawancara menyebutkan siap jika diminta nyapres oleh partainya yakni PDI Perjuangan.

"Pernyataan siap Mas Ganjar itu layak diapresiasi dan sudah ditunggu puluhan juta rakyat," tulis PSI dalam poster yang menampakkan wajah Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie.

"Kalau beliau menjadi presiden, kecemasan bahwa Indonesia bakal terpuruk pasca-2024 bisa kita halau dari pikiran," tambahnya.

Cuitan PSI (twitter.com/psi_id)
Cuitan PSI (twitter.com/psi_id)

Lebih lanjut mereka PSI menyebutkan bahwa pihaknya optimis untuk Indonesia yang samakin makmur, adil, dan toleran.

"Kami siap mendukung di garda terdepan."

Cuitan tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.

"Udah enggak diakuin Ganjar masih aja getol nyalonin Ganjar sebenarnya apa sih yang Ganjar tawarkan masak kayak enggak punya harga diri," komentar warganet. 

"PSI kenalan dulu sama pak Ganjar, biar tidak di lepeh di depan umum," imbuh warganet lain. 

"Mendukung di garda terdepan? Punya berapa kursi? Sudah dilepeh m asih menjilat ya?" tulis warganet di kolom komentar. 

"Kalau PSI punya harga diri, punya rasa malu, mau independen mending dukung Anies pasti diterima," timpal lainnya. 

Ganjar Soal Diusung PSI

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanggapi kabar soal diusungnya dia menjadi bakal calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang oleh Partai Solidaritas Indonesia alias PSI.

Merespons hal tersebut, Ganjar Pranowo buka suara dan mengatakan tak tahu soal dirinya diusung PSI menjadi capres.

Ganjar menyampaikan bahwa tak ada komunikasi sama sekali antara dirinya dengan PSI mengenai pengusungan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Ganjar Pranowo Capres 2024, PSI Siap Jadi Garda Terdepan

Dukung Ganjar Pranowo Capres 2024, PSI Siap Jadi Garda Terdepan

Sumbar | Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:08 WIB

Ganjar Pranowo Dilirik Partai Lain Jadi Capres 2024, Sosok Kepercayaan Megawati Beri Dukungan: Kader PDIP Laku Dijual

Ganjar Pranowo Dilirik Partai Lain Jadi Capres 2024, Sosok Kepercayaan Megawati Beri Dukungan: Kader PDIP Laku Dijual

Surakarta | Kamis, 20 Oktober 2022 | 16:54 WIB

PDIP dukung Puan Maharani, Pengamat: 'Secara moral, Ganjar harus keluar dari PDIP'

PDIP dukung Puan Maharani, Pengamat: 'Secara moral, Ganjar harus keluar dari PDIP'

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 16:21 WIB

Terkini

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:35 WIB

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:25 WIB

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:24 WIB

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:21 WIB

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:17 WIB

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB

Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini

Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:05 WIB