Sayonara AHY! Gatot Nurmantyo Disebut Lebih Layak Jadi Cawapres Anies Baswedan: AHY Populer Ada Faktor SBY

Farah Nabilla | Elvariza Opita | Suara.com

Minggu, 23 Oktober 2022 | 10:01 WIB
Sayonara AHY! Gatot Nurmantyo Disebut Lebih Layak Jadi Cawapres Anies Baswedan: AHY Populer Ada Faktor SBY
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di rumah duka Hermanto Dardak, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (20/8/2022). [Suara.com/Rena Pangesti]

Suara.com - Partai NasDem sudah mendeklarasikan Anies Baswedan menjadi bakal calon presiden 2024. Deklarasi ini diikuti dengan pembebasan Anies untuk memilih calon wakil presidennya sendiri.

Nama yang paling populer disandingkan dengan Anies adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun ternyata justru menyebutkan nama lain yang dinilai lebih cocok untuk mendampingi Anies.

Dikutip dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com, nama yang disebutkan Refly adalah eks Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo.

"Kita bicara objektif dan berdasarkan fakta dan ngomong apa danya. Kalau kita lihat polling RH Channel, memang orang lebih menjagokan Gatot Nurmantyo ketimbang AHY begitu dihadapkan secara head to head," ujar Refly lewat tayangan video di kanal YouTube-nya, dikutip pada Minggu (23/10/2022).

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI. (Suara.com/Bagaskara)
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI. (Suara.com/Bagaskara)

Berbekal hasil jajak pendapat itulah, Refly mendukung gagasan Gatot lebih cocok menjadi cawapres Anies. Sebab AHY dinilai masih muda dan minim pengalaman untuk mendampingi Anies.

Hal ini berbeda dengan Gatot yang lebih malang-melintang. Bahkan dari segi karier kemiliteran pun Gatot jauh lebih berpengalaman daripada AHY.

"Mengingat dia sosok yang muda dan pengalamannya belum banyak dan biasanya anak muda, kadang ketika belum banyak pengalaman jauh lebih feodal dibandingkan orang yang sudah berpengalaman. Hal ini karena masih butuh legitimasi dan pengakuan," kata Refly.

"AHY minim pengalaman terlebih bila dibandingkan dengan calon presiden lain atau cawapres lain masih belum seimbang. Dengan Gatot saja misalnya ya jelas kalah jauh karir kemiliteran AHY yang baru mayor dan Gatot itu sudah jadi Panglima TNI, jenderal," terang Refly melanjutkan.

Refly Harun (Youtube)
Refly Harun (Youtube)

Pengalaman ini juga yang menjadi penyebab Gatot dinilai lebih cocok bersanding dengan Anies. Meski begitu, Refly juga mengamini bahwa AHY bisa membantu memenangkan Anies di Pemilihan Umum 2024.

Pasalnya AHY bisa membawa popularitas untuk memenangkan Anies. Namun hal ini juga tidak lepas dari popularitas ayah AHY, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini juga karena faktor dan trah sang ayah yang juga cukup populer," tutur Refly.

Presiden Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono saat memberi pemaparan kepada kader Partai Demokrat. (Twitter/SBYudhoyono)
Presiden Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono saat memberi pemaparan kepada kader Partai Demokrat. (Twitter/SBYudhoyono)

Karena itulah, Refly menilai AHY bisa menjaring lebih banyak pengalaman dengan menjadi menteri terlebih dahulu misalnya. Refly juga menilai AHY dan Gatot tidak bisa terus-menerus dibandingkan untuk mendampingi Anies.

"Itu juga bisa dibilang karena dia ada trah SBY, jadi dia tidak pernah ada karier seperti menteri dan lain sebagainya. Makanya banyak yang bilang agar bersedia menjadi menteri dulu yang kira-kira memang cocok untuk portofolionya," pungkas Refly.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Korupsi Formula E, Masyarakat Umumnya Tak Percaya Anies Baswedan Terlibat

Dugaan Korupsi Formula E, Masyarakat Umumnya Tak Percaya Anies Baswedan Terlibat

Bekaci | Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:33 WIB

Survei: Elektabilitas Ganjar dan Anies Sebagai Bakal Capres Naik Signifikan

Survei: Elektabilitas Ganjar dan Anies Sebagai Bakal Capres Naik Signifikan

News | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:05 WIB

Heboh Video Keuskupan Agung Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden, Benarkah?

Heboh Video Keuskupan Agung Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden, Benarkah?

Riau | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Jalan Terjal Cari Cawapres, Pengamat Justru Nilai Duet Anies dengan AHY Menjanjikan

Jalan Terjal Cari Cawapres, Pengamat Justru Nilai Duet Anies dengan AHY Menjanjikan

News | Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:49 WIB

Tegas! Airlangga Klaim KIB Tak akan Pakai Politik Identitas, Sindir Anies Baswedan?

Tegas! Airlangga Klaim KIB Tak akan Pakai Politik Identitas, Sindir Anies Baswedan?

News | Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:42 WIB

Surya Paloh: Dulu Dibilang Penista Agama, Sekarang Kadrun

Surya Paloh: Dulu Dibilang Penista Agama, Sekarang Kadrun

| Sabtu, 22 Oktober 2022 | 18:29 WIB

Rara si Pawang Hujan Ramal Sosok Ini akan Menangi Pilpres 2024

Rara si Pawang Hujan Ramal Sosok Ini akan Menangi Pilpres 2024

| Sabtu, 22 Oktober 2022 | 16:11 WIB

Ancang-ancang Pilpres 2024, Ridwan Kamil Blak-blakan Tengah Lirik Golkar

Ancang-ancang Pilpres 2024, Ridwan Kamil Blak-blakan Tengah Lirik Golkar

News | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 15:57 WIB

Terkini

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:49 WIB

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:21 WIB

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB