Sejumlah 141 Pasien Gagal Ginjal Akut Meninggal Dunia di Indonesia, DKI Jakarta Terbanyak

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 24 Oktober 2022 | 20:02 WIB
Sejumlah 141 Pasien Gagal Ginjal Akut Meninggal Dunia di Indonesia, DKI Jakarta Terbanyak
Ilustrasi ginjal - fakta mengenai penyakit gagal ginjal misterius [freepik]

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendata kasus gagal ginjal akut yang meninggal dunia. Dari 141 orang yang meninggal dunia, paling banyak kasusnya terjadi di DKI Jakarta.

Menurut data Kemenkes, gagal ginjal akut di Indonesia tercatat ada 245 kasus. Khusus wilayah Jakarta sendiri terdapat 27 kasus meninggal dunia, 22 kasus masih menjalani perawatan, dan 6 dinyatakan sembuh.

Urutan kedua ditempati Jawa Barat dengan 18 meninggal dunia, 15 menjalani perawatan, dan 1 sembuh. Sehingga total kasus gagal ginjal akut di Jawa Barat mencapai 34 orang.

Lalu, Aceh menjadi provinsi ketiga yang paling banyak memiliki kasus gagal ginjal akut. Sebanyak 21 meninggal dunia di provinsi Aceh, 5 menjalani perawatan, dan 2 sembuh.

Sementara itu, Kemenkes juga mencatat kalau tren kasus gagal ginjal akut pada anak mulai terjadi sejak Agustus 2022 di mana tercatat ada 36 kasus meninggal dunia pada bulan tersebut.

Lebih lanjut, Kemenkes juga membagi jumlah kasus berdasarkan kelompok umur. Sebanyak 161 dari 245 kasus itu terjadi pada kelompok umur 1 hingga 5 tahun.

Gagal Ginjal Akut Akibat Zat Kimia dalam Obat

Sebelumnya diberitakan, Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan, kalau gagal ginjal akut yang menyerang ratusan anak di Indonesia bukan disebabkan oleh bakteri maupun Covid-19.

Budi menyebut kalau gagal ginjal akut disebabkan oleh zat kimia dalam obat-obatan. Ia juga menjelaskan, Kemenkes sudah melakukan pengamatan melalui laboratorium patologi pada September 2022.

Hal Itu dilakukan Kemenkes lantaran dugaan awal gagal ginjal akut itu berasal dari virus, bakteri atau parasit.

"Hasilnya itu kecil sekali disebabkan virus atau bakteri. Misalnya ada bakteri leptospira, ini bisa menyebabkan sakit ginjal. Kita cek semua anak yang kena, ternyata 0 persen," terang Budi saat menyampaikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022).

Kemudian, Kemenkes juga sempat mengecek apakah gagal ginjal akut disebabkan oleh Covid-19. Hasilnya, kurang dari 1 persen pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

Titik terang baru didapatkan Kemenkes ketika Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO mengeluarkan surat edaran pada 5 Oktober 2022 yang isinya merupakan peringatan adanya zat kimia berbahaya pada pelarut obat-obatan.

Setelah mendapatkan surat edaran itu, Kemenkes melakukan tes darah kepada anak yang menderita gagal ginjal akut.

"Kita tes ke 10 anak, 7 darahnya mengandung zat kimia itu. Jadi positif memang 70 persen yang kena itu disebabkan zat kimia itu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kandungan EG dan DEG di Obat Sirop Sangat Tinggi, Dua Industri Farmasi akan Diproses Hukum

Kandungan EG dan DEG di Obat Sirop Sangat Tinggi, Dua Industri Farmasi akan Diproses Hukum

Lampung | Senin, 24 Oktober 2022 | 19:36 WIB

BPOM Akan Seret Dua Industri Farmasi ke Pidana Terkait Obat Sirup Sebabkan Gagal Ginjal Akut

BPOM Akan Seret Dua Industri Farmasi ke Pidana Terkait Obat Sirup Sebabkan Gagal Ginjal Akut

News | Senin, 24 Oktober 2022 | 18:35 WIB

Fraksi Gerindra akan Panggil Menkes dan BPOM terkait Gagal Ginjal Akut

Fraksi Gerindra akan Panggil Menkes dan BPOM terkait Gagal Ginjal Akut

News | Senin, 24 Oktober 2022 | 18:12 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB