Tragedi Halloween di Itaewon: Kesaksian Penyintas

Siswanto, BBC

Senin, 31 Oktober 2022 | 10:24 WIB
Tragedi Halloween di Itaewon: Kesaksian Penyintas
BBC

Suara.com - Para penyintas Tragedi Halloween di Seoul menuturkan pengalaman horor mereka saat menyaksikan teman-teman dan orang asing mati lemas di sebuah gang selagi musik riang menggelegar pada malam hari.

Sedikitnya 153 orang tewas ketika kerumunan memadati Distrik Itaewon di ibu kota Korea Selatan.

"Orang-orang mulai mendorong dari belakang, seperti ombak - tidak ada yang bisa Anda lakukan," kata Nuhyil Ahammed kepada BBC.

"Saya tidak bisa tidur tadi malam. Saya masih bisa melihat orang-orang sekarat di depan saya."

Pria berusia 32 tahun ini memaparkan pengalamannya kepada BBC pada Minggu (30/10) sore. Dia mengaku terjebak dalam kerumunan dan tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri sendiri apalagi orang lain.

Sejumlah rekaman video menyedihkan dari acara tersebut telah menyebar di media sosial. Ahammed sendiri membagikan pengalaman traumatisnya di Instagram.

Rekaman itu menunjukkan kerumunan manusia, kebanyakan remaja dan berusia 20-an tahun, berjejalan di gang sempit yang miring sehingga mereka tidak bisa bergerak. Mereka kemudian mulai terdorong ke segala arah. Beberapa terseret ke tanah. Yang lain tidak bisa bernapas.

Baca juga:

Itaewon adalah salah satu lingkungan paling populer di Seoul untuk hiburan malam. Penduduk Seoul dan turis asing berduyun-duyun ke sana setiap akhir pekan, tetapi Halloween adalah salah satu malam tersibuk sepanjang tahun. Daerah itu menjadi tuan rumah perayaan Halloween pertama sejak Covid melanda pada 2020.

baca juga

Diperkirakan 100.000 orang datang untuk berpesta pada hari Sabtu (29/10). Untuk pertama kalinya sejak Covid, jumlah orang yang berkumpul tidak dibatasi dan pengunjung tidak perlu memakai masker di luar ruangan.

Namun Menteri Dalam Negeri Korea Selatan, Lee Sang-min, mengatakan para pejabat tidak mengantisipasi kerumunan seperti itu di jalan-jalan sempit Itaewon.

"Perkiraan jumlah kerumunan di Itaewon tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jadi saya mengerti bahwa personel yang dikerahkan berjumlah sama seperti sebelumnya."

Dia mengatakan banyak petugas telah dikerahkan ke tempat lain di ibu kota pada Sabtu malam.

"Saya tidak tahu pasti jumlah personel polisi yang dikerahkan [ke Itaewon] tetapi sejumlah besar telah dikerahkan di Gwanghwamun, tempat kerumunan besar diperkirakan akan melakukan protes," katanya dalam sebuah pemaparan.

Sedikitnya 82 orang juga terluka dalam tragedi tersebut. Lee mengatakan beberapa korban tetap belum teridentifikasi karena mereka berusia di bawah 17 tahun atau tidak memiliki KTP dewasa.

Presiden Yoon Suk-yeol telah menyerukan penyelidikan atas penyebab tragedi itu dan menyatakan masa berkabung nasional.

Ahammed, seorang pekerja IT dari India yang tinggal di Seoul, mengatakan dia telah menghadiri pesta Halloween di Itaewon selama lima tahun terakhir.

Menurutnya, tahun lalu ada lebih banyak polisi di daerah itu, tetapi tahun ini jumlah kerumunan jauh melebihi yang dia saksikan sebelumnya. Meski demikian, dia mengatakan "tidak ada pengendalian massa".

Ahammed ada di antara kerumunan bersama teman-temannya. Dia tidak ingat mengapa mereka ingin memasuki gang itu. Yang jelas tempat tersebut adalah tempat nongkrong populer bagi para pengunjung yang mengenakan kostum.

Tapi begitu mereka terjebak dalam kerumunan, dia menyadari ada yang tidak beres.

"Bahkan jika Anda berdiri diam, seseorang mendorong Anda dari depan dan seseorang dari belakang. Itu terjadi beberapa kali. Saya menyadari ada sesuatu yang salah. Saya merasa takut akan terjadi sesuatu."

Dia sempat jatuh tetapi berhasil berjalan ke tangga di sisi gang: "Seorang wanita dengan sayap malaikat - dia memberi isyarat kepada saya dan saya berhasil naik ke anak tangga yang tinggi," katanya.

"Orang-orang tercekik, berteriak... tergencet... jatuh... terlalu banyak orang.

"Saya berada di tangga hanya bisa menyaksikan semua yang terjadi. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dan tidak ada yang bisa kita lakukan."

Dia mengatakan dirinya merasa tidak berdaya ketika dia melihat orang-orang mengembuskan napas terakhir mereka. Dia khawatir kondisi teman-temannya dan dia mencoba menelepon mereka tetapi mereka tidak menjawab. Beberapa jam kemudian dia mengetahui bahwa mereka telah berhasil lolos dari kerumunan.

Ahammed tidak sepenuhnya menyadari apa yang terjadi sampai kerumunan bubar dan ambulans tiba. "Mereka mulai menarik mayat dari bawah," katanya. "Satu orang, dia tahu temannya sudah meninggal tetapi dia terus memberinya CPR selama 30 menit."

Teman lain mencoba menghentikannya, kenang Ahammed, tetapi pemuda itu tidak mau berhenti.

Di samping mereka, lanjutnya, beberapa orang masih merias wajah seperti tidak terjadi apa-apa.

Perlahan-lahan skala bencana itu terungkap dengan sendirinya. Ambulans begitu penuh dengan orang-orang terluka yang perlu dibawa ke rumah sakit sehingga mereka meninggalkan sejumlah jenazah hingga satu jam.

Kemudian di malam hari, sejumlah jenazah yang masih berbalut kostum Halloween, dijajarkan di sepanjang jalan dengan ditutupi selimut biru.

Anggota masyarakat bersama ratusan petugas darurat yang dikirim dari berbagai wilayah berupaya memberikan CPR kepada mereka yang terbaring tak sadarkan diri.

Pada Minggu (30/10) pagi, kerabat dan teman dari orang-orang hilang muncul di tempat kejadian mencari petunjuk untuk mengetahui apakah orang yang mereka cintai ada di sana. Namun semua jenazah telah dipindahkan dari jalan ke gimnasium, agar anggota keluarga dapat mengidentifikasi mereka.

Balai warga adalah tempat yang dilingkupi kedukaan pada hari Minggu (30/10). Para kerabat datang untuk mencari tahu apakah orang yang mereka cintai termasuk di antara korban tewas.

Beberapa pingsan ketika diberitahu bahwa belum ada informasi. Yang lain dikawal keluar karena mereka terlalu patah arang dan terlalu lemah untuk berjalan.

Seorang wanita, saat mencari putranya yang berusia 22 tahun, sangat putus asa sehingga dia hampir tidak bisa berbicara. Dia bilang putranya pergi bekerja di klub malam di Itaewon dan dia tidak mendengar kabar dari putranya sejak itu.

Altar untuk para korban direncanakan akan dipasang di berbagai tempat di ibu kota.

Perhatian pasti akan beralih ke standar keselamatan dan tindakan pengendalian massa yang diterapkan pada malam itu. Tapi untuk saat ini, Korea Selatan berduka atas kematian begitu banyak anak mudanya.

Reportase tambahan oleh Won Jung Bae dan Hosu Lee

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Halloween Dirayakan Setiap Tanggal 31 Oktober? Ini Sejarahnya

Kenapa Halloween Dirayakan Setiap Tanggal 31 Oktober? Ini Sejarahnya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Dari Slasher hingga Thriller, Ini 8 Film Horor Netflix di Bulan Halloween

Dari Slasher hingga Thriller, Ini 8 Film Horor Netflix di Bulan Halloween

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Bukan Hantu Menyeramkan! Ini Alasan "Aggie and the Ghost" Begitu Lucu

Bukan Hantu Menyeramkan! Ini Alasan "Aggie and the Ghost" Begitu Lucu

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 10:45 WIB

5 Film Horor Klasik Terbaik Sepanjang Masa, Tak Kalah dari yang Modern

5 Film Horor Klasik Terbaik Sepanjang Masa, Tak Kalah dari yang Modern

Entertainment | Selasa, 25 November 2025 | 21:30 WIB

Unik! Dhika Himawan Hamil, Brandon Salim Umumkan Lewat Kostum Halloween

Unik! Dhika Himawan Hamil, Brandon Salim Umumkan Lewat Kostum Halloween

Your Say | Senin, 03 November 2025 | 19:10 WIB

Kocak! Amanda Manopo dan Kenny Austin Cosplay Jadi Sumo hingga Mario Bros

Kocak! Amanda Manopo dan Kenny Austin Cosplay Jadi Sumo hingga Mario Bros

Your Say | Senin, 03 November 2025 | 14:40 WIB

Heidi Klum Jadi Medusa untuk Halloween 2025, Ular di Kepalanya Bergerak!

Heidi Klum Jadi Medusa untuk Halloween 2025, Ular di Kepalanya Bergerak!

Entertainment | Minggu, 02 November 2025 | 17:07 WIB

Apa Itu Jibaro? Kostum yang Dipakai Lisa BLACKPINK di Halloween 2025

Apa Itu Jibaro? Kostum yang Dipakai Lisa BLACKPINK di Halloween 2025

Your Say | Minggu, 02 November 2025 | 16:05 WIB

Potret Lisa BLACKPINK Jadi Sirene Emas Jibaro di Halloween 2025, Kostumnya Bikin Takjub!

Potret Lisa BLACKPINK Jadi Sirene Emas Jibaro di Halloween 2025, Kostumnya Bikin Takjub!

Entertainment | Minggu, 02 November 2025 | 07:30 WIB

Terkini

Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak

Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Viva Milk Cleanser untuk Kulit Berjerawat Varian Apa? Ini Pilihan yang Tepat

Viva Milk Cleanser untuk Kulit Berjerawat Varian Apa? Ini Pilihan yang Tepat

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Praktik 'Nuthuk' Harga Muncul Lagi di Malioboro, Wisatawan Keluhkan Es Jeruk Rp20 Ribu per Gelas

Praktik 'Nuthuk' Harga Muncul Lagi di Malioboro, Wisatawan Keluhkan Es Jeruk Rp20 Ribu per Gelas

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Prabowo Salurkan Rp200 Miliar untuk Karhutla Sumsel, Ini Rincian Dana untuk 15 Daerah

Prabowo Salurkan Rp200 Miliar untuk Karhutla Sumsel, Ini Rincian Dana untuk 15 Daerah

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:02 WIB

BMKG Ungkap 75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau

BMKG Ungkap 75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau

Foto | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Menbud Fadli Zon Soroti Karhutla Ancam Lukisan Gua Prasejarah dan Makam Toraja

Menbud Fadli Zon Soroti Karhutla Ancam Lukisan Gua Prasejarah dan Makam Toraja

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Es Jeruk di Malioboro Rp20 Ribu Viral, Hasto Bakal Turunkan Satpol PP

Es Jeruk di Malioboro Rp20 Ribu Viral, Hasto Bakal Turunkan Satpol PP

Jogja | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Sestama BNPB Klaim Serahkan Dokumen ke Penyidik KPK

Usai Diperiksa 7 Jam, Sestama BNPB Klaim Serahkan Dokumen ke Penyidik KPK

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:55 WIB

3 Day Cream Wardah untuk Kurangi Flek Hitam, Bisa Dipakai Usia 40 Tahun ke Atas

3 Day Cream Wardah untuk Kurangi Flek Hitam, Bisa Dipakai Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Komnas HAM Sambut Putusan MK, Prajurit Pelaku Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum

Komnas HAM Sambut Putusan MK, Prajurit Pelaku Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:54 WIB

×