2 WNI Jadi Korban Luka Tragedi Halloween di Itaewon, Kemlu: Sudah Sehat

Rizki Nurmansyah, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 03 November 2022 | 16:22 WIB
2 WNI Jadi Korban Luka Tragedi Halloween di Itaewon, Kemlu: Sudah Sehat
Seorang wanita menaruh karangan bunga sebagai penghormatan kepada para korban dalam tragedi Itaewon di luar stasiun kereta bawah tanah Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Minggu (30/10/2022). [Anthony WALLACE / AFP]
Petugas kepolisian berjalan di antara barang-barang pribadi para korban yang diambil dari tempat kejadian Tragedi Itaewon dan ditampilkan di sebuah gimnasium di Seoul, Korea Selatan, Selasa (1/11/2022). [Anthony WALLACE / AFP]
Petugas kepolisian berjalan di antara barang-barang pribadi para korban yang diambil dari tempat kejadian Tragedi Itaewon dan ditampilkan di sebuah gimnasium di Seoul, Korea Selatan, Selasa (1/11/2022). [Anthony WALLACE / AFP]

"Teman saya, yang ada di sana bersama saya, lebih kuat dari saya. Jadi mereka berpegangan pada saya dan membantu saya menahan kekuatan. Seandainya saya tidak bersama teman saya, saya akan benar-benar jatuh," lanjut YouTuber tersebut.

Tapi apa yang bisa menyebabkan 153 orang meninggal setelah jatuh di sebuah gang? Dalam kasus seperti itu, hampir tidak mungkin bagi mereka yang jatuh untuk melarikan diri dan akhirnya mereka terinjak-injak dengan yang lain.

Padahal, menurut para ahli, penyebab utama kematian dalam keramaian sebenarnya adalah mati lemas. Menurut Steve Allen, seorang konsultan di Crowd Safety, kesalahan yang terjadi adalah ketika kerumunan runtuh dan orang-orang di belakang mereka naik ke atas orang-orang di depan mereka yang sudah jatuh horizontal.

"Orang-orang ditekan bersama-sama begitu erat sehingga menjadi tidak mungkin untuk bernapas. Bahkan, tekanan yang diberikan dikabarkan bisa membengkokkan baja. Dalam beberapa kasus, orang pingsan dan bahkan mati saat masih berdiri, tubuh mereka ditahan oleh kerumunan orang," pungkasnya.

Seorang jurnalis (kanan) berjalan di antara barang-barang pribadi para korban yang diambil oleh polisi dari tempat kejadian Tragedi Itaewon dan ditampilkan di sebuah gimnasium di Seoul, Korea Selatan, Selasa (1/11/2022). [Anthony WALLACE / AFP]
Seorang jurnalis (kanan) berjalan di antara barang-barang pribadi para korban yang diambil oleh polisi dari tempat kejadian Tragedi Itaewon dan ditampilkan di sebuah gimnasium di Seoul, Korea Selatan, Selasa (1/11/2022). [Anthony WALLACE / AFP]

Ia juga berbicara pada kasus lonjakan kerumunan tragis yang terjadi di konser Astroworld pada tahun 2021, G. Keith Still, profesor ilmu kerumunan di University of Suffolk di Inggris, menjelaskan apa yang terjadi ketika seseorang secara fatal terjebak dalam lonjakan kerumunan.

"Dibutuhkan 30 detik sebelum Anda kehilangan kesadaran, dan sekitar enam menit, Anda mengalami asfiksia kompresif atau restriktif. Itu umumnya penyebab kematian yang dikaitkan - tidak hancur, tetapi mati lemas," jelas G. Keith Still.

Selain tak sengaja menginjak-injak, para ahli telah menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian dalam lonjakan massa adalah sesak napas, yaitu ketika tubuh kekurangan oksigen. Di lokasi tragedi Itaewon, orang menderita mati lemas dan serangan jantung, yang pada akhirnya menyebabkan sebagian besar korban.

Ada banyak elemen yang akhirnya menambah hasil tragis di Itaewon, termasuk pencabutan mandat jarak sosial dan kurangnya kontrol massa. Saat pihak berwenang menyelidiki insiden tersebut, Korea Selatan berharap untuk melihat langkah-langkah keamanan yang lebih kuat diterapkan ke depan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelajaran Berharga dari Tragedi Itaewon dan Berdendang Bergoyang, Yoyok Sukawi Ingatkan Soal CHSE

Pelajaran Berharga dari Tragedi Itaewon dan Berdendang Bergoyang, Yoyok Sukawi Ingatkan Soal CHSE

Jawa Tengah | Kamis, 03 November 2022 | 15:00 WIB

Belajar dari Tragedi Itaewon, Ini 10 Tips Hindari "Crowd Quake" yang Mematikan Saat Ada Kerumunan

Belajar dari Tragedi Itaewon, Ini 10 Tips Hindari "Crowd Quake" yang Mematikan Saat Ada Kerumunan

Lifestyle | Kamis, 03 November 2022 | 11:45 WIB

Turut Berduka Atas Tragedi Itaewon, Gucci Batalkan Fashion Show di Seoul

Turut Berduka Atas Tragedi Itaewon, Gucci Batalkan Fashion Show di Seoul

Lifestyle | Rabu, 02 November 2022 | 14:40 WIB

Terkini

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

×