Menantu Rizieq jadi Imam, Massa GNPR Hujan-hujanan Salat Magrib Berjemaah di Jalanan

Agung Sandy Lesmana, Rakha Arlyanto

Jum'at, 04 November 2022 | 19:12 WIB
Menantu Rizieq jadi Imam, Massa GNPR Hujan-hujanan Salat Magrib Berjemaah di Jalanan
Penampakan massa GNPR menggelar salat Magrib berjemaah di kawasan Patung Kuda, Jakarta. (Suara.com/Rakha)

Suara.com - Meski diguyur hujan deras dan angin kencang massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) tetap menggelar Salat Maghrib berjamaah di Patung Kuda, Jakarta, Jumat (4/111/2022) saat Aksi 411.

Pantauan Suara.com, semulanya orator dari atas mobil komando meminta massa untuk tidak meninggalkan lokasi aksi. Setelah itu, terdengar lantunan azan dari pelantan suara di mobil komando.

Penampakan massa GNPR menggelar salat Magrib berjemaah di kawasan Patung Kuda, Jakarta. (Suara.com/Rakha)
Penampakan massa GNPR menggelar salat Magrib berjemaah di kawasan Patung Kuda, Jakarta. (Suara.com/Rakha)

Terpantau massa mulai merapikan saf lalu mengambil posisi untuk salat. Puluhan laskar GNPR tampak membuat border di sekitar massa yang sedang salat.

Penampakan massa GNPR menggelar salat Magrib berjemaah di kawasan Patung Kuda, Jakarta. (Suara.com/Rakha)
Penampakan massa GNPR menggelar salat Magrib berjemaah di kawasan Patung Kuda, Jakarta. (Suara.com/Rakha)

Menantu Habib Rizieq Shihab (HRS) Habib Irfam Aloysius menjadi imam Salat Magrib. Momen itu berlangsung sekitar 10 menit. Selepas itu, massa GNPR melanjutkan orasi meski di bawah hujan deras dan diwarnai gemuruh petir.

Hingga kini hujan deras masih mengguyur di titik aksi.

Berdoa Berjemaah

Sebelumnya, massa dari Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) tetap melanjutkan Aksi 411 di Patung Kuda, Jakarta, Jumat (4/11/2022) meski diguyur hujan deras.

Pantauan Suara.com, hujan deras mengguyur sekira pukul 17.30 WIB. Tampak beberapa peserta aksi ada yang berlarian berteduh, namun sejumlah peserta aksi yang lainnya setiap mengikuti aksi meski dengan pakaian basah kuyup.

Sejumlah laskar menjaga massa GNPR saat menggelar salat Magrib berjemaah di kawasan Patung Kuda, Jakarta. (Suara.com/Rakha)
Sejumlah laskar menjaga massa GNPR saat menggelar salat Magrib berjemaah di kawasan Patung Kuda, Jakarta. (Suara.com/Rakha)

Sesaat kemudian, seorang orator dari atas mobil komando meminta peserta aksi untuk berdoa bersama-sama.

baca juga

"Jangan takut hujan, kita semua setia pada aksi kita. Ini adalah hujan berkah, maka kita lantunkan doa untuk mengetuk pintu langit," ujar sang orator.

Setelah itu, para peserta aksi yang tetap bertahan bersama menadahkan tangan mengikuti doa yang disampaikan oleh orator. Doa itu berlangsung sekitar 10 menit.

Setelah doa dilaksanakan, orasi kemudian dilanjutkan kembali. Hingga kini ratusan orang masih bertahan di lokasi aksi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Massa GNPR Jangan Takut Hujan, Orator: Kita Doa untuk Mengetuk Pintu Langit

Minta Massa GNPR Jangan Takut Hujan, Orator: Kita Doa untuk Mengetuk Pintu Langit

News | Jum'at, 04 November 2022 | 18:11 WIB

Ikut Aksi 411, Refly Harun soal Massa GNPR Tuntut Jokowi Mundur: Bahasa yang Tepat ya Mundur, Bukan Diturunkan

Ikut Aksi 411, Refly Harun soal Massa GNPR Tuntut Jokowi Mundur: Bahasa yang Tepat ya Mundur, Bukan Diturunkan

News | Jum'at, 04 November 2022 | 17:26 WIB

Aksi 411 Desak Jokowi Mundur, Massa GNPR Kibarkan Bendera Raksasa Berwajah HRS Tersenyum

Aksi 411 Desak Jokowi Mundur, Massa GNPR Kibarkan Bendera Raksasa Berwajah HRS Tersenyum

News | Jum'at, 04 November 2022 | 16:04 WIB

Gelar Long March ke Kawasan Istana, Massa GNPR Kompak Pekik: Mundur Jokowi Sekarang Juga!

Gelar Long March ke Kawasan Istana, Massa GNPR Kompak Pekik: Mundur Jokowi Sekarang Juga!

News | Jum'at, 04 November 2022 | 14:41 WIB

Geng Rizieq Cs Hari Ini Demo Tuntut Jokowi Lengser, Ali Ngabalin: Ganti Dong Judulnya Masak Itu Melulu?

Geng Rizieq Cs Hari Ini Demo Tuntut Jokowi Lengser, Ali Ngabalin: Ganti Dong Judulnya Masak Itu Melulu?

News | Jum'at, 04 November 2022 | 11:52 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×