Pengamat Pertahanan: Peluncuran Rudal Korut Adalah Bentuk 'Flexing'

Diana Mariska | Suara.com

Senin, 07 November 2022 | 07:15 WIB
Pengamat Pertahanan: Peluncuran Rudal Korut Adalah Bentuk 'Flexing'
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memantau peluncuran rudal Korea Utara di sebuah lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara, Minggu (10/10/2022). [KCNA VIA KNS/AFP]

Suara.com - Seorang pengamat pertahanan mengatakan peluncuran-peluncuran rudal yang dilakukan secara intensif oleh Korea Utara dalam beberapa pekan terakhir merupakan sebuah upaya “flexing” atau pamer tetapi tidak memiliki potensi masif untuk mengancam keamanan di tingkat kawasan.

Pengajar di Universitas Pertahanan Indonesia, Dr. Ade Muhammad, menjelaskan bahwa peluncuran rudal balistik, yang ditakuti banyak pihak akan diikuti oleh uji coba senjata nuklir, merupakan sebuah rutinitas bagi Korut. Insiden-insiden yang tercatat sepanjang tahun ini pun diprediksi sebagi sebuah upaya untuk pamer kekuatan.

Flexing,” ujar Ade saat ditemui di sela-sela acara Indo Defence Expo & Forum 2022 di Jakarta. Ia menambahkan bahwa meskipun jumlah peluncuran rudal tahun ini tercatat lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tetapi aktivitas ini rutin dilakukan oleh pemerintahan Kim Jong Un.

“Tidak hanya tahun ini, [uji coba tahun-tahun] sebelumnya juga harus dicatat … dan tidak hanya sekali.”

Ade menekankan publik perlu memahami kebiasaan atau kultur di antara negara-negara Asia dan bahwa agresivitas yang ditunjukkan Korut dalam beberapa waktu terakhir merupakan bagian dari cara Asia atau “Asian way”.

“Kita mempunyai yang namanya ‘Asian way’. Contohnya, Korut itu kan secara teknis masih perang tetapi mereka tidak [benar-benar] berperang. Sejak [penetapan] zona demiliterisasi selesai, Korut tidak berperang, dan Korea Selatan juga tidak memprovokasi,” ujar Ade.

Zona demiliterisasi (DMZ) yang dimaksud Ade merupakan wilayah yang melintasi Semenanjung Korea dan menjadi daerah penyangga antara Korut dan Korsel. DMZ Korea ini ditetapkan dalam perjanjian gencatan senjata kedua negara pada tahun 1953.

Ade juga menjelaskan bahwa dalam situasi kini, tidak ada urgensi yang mendorong Korut untuk memulai perang dengan Korsel maupun negara lain di kawasan.

“Korut itu sudah nyaman menjadi mafia, [menjadi] tempat menyembunyikan uang, [menciptakan] uang palsu… Menjadi negara yang demikian saja sudah cukup untuk mereka,” kata Ade.

Konflik China-Taiwan Lebih Mendesak

Selain tensi yang meningkat di Semenanjung Korea, kawasan Asia juga menghadapi ancaman lain dalam bentuk konflik antara China dan Taiwan. Di tengah wacana reunifikasi yang terus mengemuka, kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan pada Agustus lalu menambah kekhawatiran banyak pihak mengenai respons yang akan diberikan oleh China.

Menurut Ade, jika akhirnya “pecah”, konflik China-Taiwan akan membawa dampak yang jauh lebih besar ketimbang konflik kedua negara Korea.

“[Dampak] ekonominya lebih dahsyat daripada militernya,” ujar Ade. “[Selain itu,] keamanan dalam negeri kita [akan] bermasalah. Terorisme muncul dan banyak orang miskin.”

Meski demikian, ahli pertahanan itu menyebut kemungkinan terjadinya perang terbuka masih tetap kecil, karena semua negara yang terlibat masih memiliki agenda dan kepentingan masing-masing.

“Ketika China menyerbu Taiwan, makan chip 3 nanometer, yang dipasok dan hanya bisa dipasok Taiwan, akan berhenti dipasok. Artinya apa? Ponsel China tidak bisa bekerja karena kehilangan pasokan spare part canggih,” terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungi Pameran Indo Defence 2022, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Kemudikan Rantis Elektrik Morino MV Cruiser

Kunjungi Pameran Indo Defence 2022, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Kemudikan Rantis Elektrik Morino MV Cruiser

Otomotif | Sabtu, 05 November 2022 | 21:21 WIB

Pejabat Keamanan AS Sebut Korut Diam-diam Pasok Peluru Artileri untuk Rusia

Pejabat Keamanan AS Sebut Korut Diam-diam Pasok Peluru Artileri untuk Rusia

News | Kamis, 03 November 2022 | 14:55 WIB

Lagi, Rudal Korut Lintasi Wilayah Jepang, Otoritas Minta Warga Berlindung

Lagi, Rudal Korut Lintasi Wilayah Jepang, Otoritas Minta Warga Berlindung

News | Kamis, 03 November 2022 | 11:31 WIB

Diikuti 59 Negara, Jokowi Tinjau Pameran Indo Defence 2022 di JIExpo Kemayoran

Diikuti 59 Negara, Jokowi Tinjau Pameran Indo Defence 2022 di JIExpo Kemayoran

Foto | Rabu, 02 November 2022 | 17:23 WIB

Melihat Beragam Alat Tempur Modern di Pameran Indo Defence 2022

Melihat Beragam Alat Tempur Modern di Pameran Indo Defence 2022

Foto | Rabu, 02 November 2022 | 16:21 WIB

Semenanjung Korea Kembali Memanas: Korut Tembakkan 3 Rudal Ke Wilayah Korsel, Bunyi Sirine Bersahutan

Semenanjung Korea Kembali Memanas: Korut Tembakkan 3 Rudal Ke Wilayah Korsel, Bunyi Sirine Bersahutan

News | Rabu, 02 November 2022 | 15:36 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB