Dear Prabowo, Pengamat Sebut Jokowi Cuma Bergurau Soal Jatah Pilpres 2024: Sulit Dibayangkan...

Agatha Vidya Nariswari | Elvariza Opita | Suara.com

Rabu, 09 November 2022 | 11:29 WIB
Dear Prabowo, Pengamat Sebut Jokowi Cuma Bergurau Soal Jatah Pilpres 2024: Sulit Dibayangkan...
Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Menhan Prabowo Subianto meninjau pameran Indo Defence 2022 Expo & Forum di Jakarta International Expo pada Rabu (2/11/2022). [Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Suara.com - Presiden Joko Widodo membuat dunia politik Indonesia semakin dinamis dengan dugaan dukungannya terhadap Prabowo Subianto untuk Pemilihan Presiden 2024.

Kali ini Jokowi menyebut Pilpres 2024 adalah jatahnya Prabowo setelah mengungkit kekalahan sang Menteri Pertahanan di Pilpres 2019 lalu.

Namun, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, mempunyai pandangan berbeda. Terang-terangan Jamiluddin menyebut pernyataan Jokowi tidak serta-merta menunjukkan restu atau dukungan.

Pasalnya Jamiluddin menyebut pernyataan yang sama juga disampaikan Jokowi kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, ketika menghadiri HUT Golkar ke-58.

"Pernyataan Jokowi itu tidak serta sebagai bentuk dukungan kepada Prabowo. Sebab, pernyataan senada juga disampaikan Jokowi kepada Airlangga Hartarto saat ulang tahun Golkar," ujar Jamiluddin, dikutip dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Selasa (9/11/2022).

Jokowi dan Airlangga Hartarto (Youtube/ tvOneNews).
Jokowi dan Airlangga Hartarto (Youtube/ tvOneNews).

Justru Jamiluddin meyakini Jokowi pada akhirnya akan tetap memberi dukungan untuk bakal calon presiden yang diusung PDI Perjuangan.

"Sulit dibayangkan Jokowi akan memberi dukungan capres secara terbuka kepada seorang kandidat yang bukan kader PDIP," tegas Jamiluddin.

Namun dukungan ini juga baru akan diberikan setelah ada restu dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memiliki hak prerogatif memilih sosok penerima tiket pencapresan.

Jamiluddin menilai Jokowi juga mempertimbangkan kemungkinan disanksi jika nekat membicarakan soal capres secara terbuka, apalagi karena hanya berstatus sebagai kader partai.

"Jadi, pernyataan Jokowi itu hanya gurauan semata. Jokowi hanya ingin menegaskan Prabowo punya peluang untuk menang dalam Pilpres 2024. Sebab ia sudah tiga kali mengikuti Pilpres," kata Jamiluddin melanjutkan.

"Karena itu, Prabowo jangan berharap mendapat dukungan dari relawan Jokowi. Prabowo harus berjuang tanpa Jokowi untuk memenangkan Pilpres," pungkas Jamiluddin.

Endorse Prabowo Cuma 'Harapan Kosong'

Menhan Prabowo Subianto memuji kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam puncak milad ke-45 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (29/10). [Dok. DPP Partai Gerindra]
Menhan Prabowo Subianto memuji kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam puncak milad ke-45 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (29/10). [Dok. DPP Partai Gerindra]

Pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif memiliki pandangan yang kurang lebih serupa dengan yang disampaikan Jamiluddin Ritonga. Ikhwan menilai pernyataan dukungan Jokowi adalah dalam konteks sebagai menteri alih-alih untuk keperluan Pilpres 2024.

"Pak Prabowo jangan geer dulu. Soal endorse politik untuk maju di Pilpres 2024, (Jokowi) juga pernah dilayangkan kepada sejumlah menteri seperti Airlangga Hartarto sebagai capres Golkar. Jadi, keduanya berpotensi untuk melanjutkan legacy Jokowi di 2024," ujar Ikhwan di Jakarta, Rabu (9/11/2022).

Ia menilai Jokowi sedang menikmati perannya di dua panggung politik, yakni depan dan belakang. Pasalnya saat ini para tokoh berlomba-lomba untuk kecipratan Jokowi Effect.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nah Loh! Jokowi Endorse Prabowo Cuma Manuver, Sejatinya Mendukung Ganjar Pranowo, Ini Analisanya

Nah Loh! Jokowi Endorse Prabowo Cuma Manuver, Sejatinya Mendukung Ganjar Pranowo, Ini Analisanya

News | Rabu, 09 November 2022 | 11:03 WIB

Soal Jokowi Beri 'Jatah' Prabowo Pada 2024, Sekjen Gerindra: Bukan Lagi Sinyal, Tapi...

Soal Jokowi Beri 'Jatah' Prabowo Pada 2024, Sekjen Gerindra: Bukan Lagi Sinyal, Tapi...

News | Rabu, 09 November 2022 | 09:45 WIB

Jokowi Bakal Dukung Capres yang Ngerti Ekonomi, Dokter Tifa Langsung Colek Anies Baswedan

Jokowi Bakal Dukung Capres yang Ngerti Ekonomi, Dokter Tifa Langsung Colek Anies Baswedan

Bisnis | Rabu, 09 November 2022 | 07:07 WIB

Perjalanan Karier Politik Prabowo: Pernah 3 Kali Kalah di Pilpres, Kini Diberi Sinyal Hijau Jokowi

Perjalanan Karier Politik Prabowo: Pernah 3 Kali Kalah di Pilpres, Kini Diberi Sinyal Hijau Jokowi

News | Selasa, 08 November 2022 | 18:19 WIB

Daripada Ganjar Pranowo, Prabowo Lebih Dekat ke 'Restu' Jokowi di Pilpres 2024, Kok Bisa?

Daripada Ganjar Pranowo, Prabowo Lebih Dekat ke 'Restu' Jokowi di Pilpres 2024, Kok Bisa?

News | Selasa, 08 November 2022 | 18:25 WIB

Terkini

Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?

Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:30 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:21 WIB

Krisis Iklim Ancam Keselamatan Jemaah Haji, Studi Soroti Risiko Heatstroke

Krisis Iklim Ancam Keselamatan Jemaah Haji, Studi Soroti Risiko Heatstroke

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:20 WIB

KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Kasus Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR Maidi

KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Kasus Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR Maidi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:18 WIB

DPR Apresiasi Bareskrim di Kasus Judi Online Internasional, Minta Jaringan Lain Dibongkar

DPR Apresiasi Bareskrim di Kasus Judi Online Internasional, Minta Jaringan Lain Dibongkar

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:11 WIB

Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?

Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 10:25 WIB

252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

News | Senin, 11 Mei 2026 | 10:19 WIB

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

News | Senin, 11 Mei 2026 | 09:41 WIB

Komisi II DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Parlemen, Tak Perlu Dialihkan ke Pemerintah

Komisi II DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Parlemen, Tak Perlu Dialihkan ke Pemerintah

News | Senin, 11 Mei 2026 | 09:33 WIB

Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran

Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:43 WIB