Dianggap Tidak Efektif, Prancis Segera Akhiri Operasi Anti-Jihadis di Afrika

Diana Mariska

Rabu, 09 November 2022 | 14:14 WIB
Dianggap Tidak Efektif, Prancis Segera Akhiri Operasi Anti-Jihadis di Afrika
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (MOHAMMED BADRA / POOL / AFP)

Suara.com - Prancis akan segera mengakhiri operasi anti-jihadis yang digelar di daerah perbatasan Sahel, Afrika, setelah sebelumnya mengumumkan penarikan pasukan militer dari Mali.

BBC mengabarkan bahwa Presiden Emmanuel Macron akan menyampaikan pidato di Toulon pada Rabu (9/11) untuk secara resmi mengakhiri Operasi Barkhane yang telah berlangsung selama delapan tahun.

Usai mengumumkan penarikan pasukan pada Februari lalu, salah satu langkah anti-jihad yang diambil pemerintah Prancis ini memang sudah tidak beroperasi.

Pasukan Prancis yang terakhir telah meninggalkan markas mereka di kota Gao, Mali, pada 15 Agustus.

Kantor presiden Prancis, Istana Elysee, menyebut Presiden Macron berencana menguraikan prioritas baru yang akan menjadi basis bagi intervensi militer di Afrika pada masa mendatang.

Operasi Barkhane diluncurkan tahun 2013 guna membendung penetrasi kelompok jihadis di Mali, Afrika Barat, dan sempat melibatkan hingga 5.500 tentara Prancis.

Namun, para petinggi militer dan politisi di Prancis disebut meragukan kelangsung operasi tersebut karena masih berlanjutnya penyebaran di wilayah berbagai kelompok yang terafiliasi dengan Al-Qaeda dan Islamic State serta bertambah panjangnya daftar korban tewas dari sisi pasukan Prancis, yaitu 58 orang.

Macron diperkirakan akan mengatakan bahwa Prancis tidak benar-benar menghentikan perang melawan militan Islam di kawasan itu tetapi menekankan bahwa upaya tersebut akan dilakukan melalui strategi yang berbeda.

Sekitar 3.000 tentara Prancis akan tetap berada di Niger, Chad, dan Burkina Faso, tetapi mereka tidak akan bertindak secara independen dan hanya akan terlibat dalam rencana terkoordinasi dengan tentara nasional.

Selain itu, penempatan ini ini tidak akan memiliki nama resmi, yang mengindikasikan bahwa operasi itu bukan lagi "operasi eksternal" seperti Barkhane.

Beberapa ahli mengatakan Prancis dalam posisi yang cukup terdesak untuk mengakui kegagalan Barkhane setelah junta di Mali secara tiba-tiba memutuskan hubungan.

“Tujuan awalnya adalah untuk menghentikan penyebaran jihadisme di Sahel dan untuk menjalin kemitraan yang kuat dengan tentara Mali,” kata Elie Tenenbaum, spesialis pertahanan dari Institut Hubungan Internasional Prancis (IFRI).

"Hari ini, kemitraan strategis itu berantakan ... sementara jihadisme semakin meluas di kawasan itu dan mengakar lebih dalam di masyarakat."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi dan Krisis BBM, Para Pekerja di Prancis Mogok Nasional

Inflasi dan Krisis BBM, Para Pekerja di Prancis Mogok Nasional

Foto | Rabu, 19 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Mesut Ozil hingga Presiden Prancis Beri Selamat Karim Benzema atas Trofi Ballon d'Or 2022

Mesut Ozil hingga Presiden Prancis Beri Selamat Karim Benzema atas Trofi Ballon d'Or 2022

Bola | Selasa, 18 Oktober 2022 | 06:27 WIB

Terus Dukung Upaya Perang, Prancis Janji Latih 2.000 Tentara Ukraina

Terus Dukung Upaya Perang, Prancis Janji Latih 2.000 Tentara Ukraina

News | Senin, 17 Oktober 2022 | 15:48 WIB

Emmanuel Macron Anggap Sinis Rencana Rusia tentang Referendum Ukraina Timur

Emmanuel Macron Anggap Sinis Rencana Rusia tentang Referendum Ukraina Timur

Your Say | Kamis, 22 September 2022 | 10:59 WIB

Emmanuel Macron Kecam Sikap Negara Netral atas Ukraina, Indonesia Termasuk?

Emmanuel Macron Kecam Sikap Negara Netral atas Ukraina, Indonesia Termasuk?

Your Say | Kamis, 22 September 2022 | 10:34 WIB

Kenang Sosok Ratu Elizabeth II, Pemimpin Dunia Ucapkan Duka Cita

Kenang Sosok Ratu Elizabeth II, Pemimpin Dunia Ucapkan Duka Cita

Tekno | Jum'at, 09 September 2022 | 09:25 WIB

Terkini

Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses

Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:55 WIB

Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas

Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas

Bogor | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:54 WIB

Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:49 WIB

Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah

Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:44 WIB

Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus

Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus

Entertainment | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:41 WIB

DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi

DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:40 WIB

Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan

Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:37 WIB

3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam

3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:35 WIB

Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros

Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:30 WIB

Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971

Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:29 WIB

×