Suara.com - Koalisi Perubahan yang disiapkan untuk mengusung Anies Baswedan sedianya dideklarasikan pada Kamis (10/11/2022). Koalisi ini tersusun atas tiga partai politik, yakni Partai NasDem yang sudah mendeklarasikan Anies, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat.
Gagalnya deklarasi ini memicu kekhawatiran koalisi karam bahkan sebelum berhasil berlayar. Banyak juga yang mengaitkan kondisi ini dengan tidak adanya titik temu untuk menentukan siapa bakal calon pendamping Anies.
Namun kekhawatiran ini ditepis oleh Anies. Dikutip dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Anies memastikan kepada para kader Partai NasDem bahwa koalisi dengan PKS dan Partai Demokrat tidak retak.
"Insya Allah dua partai ikut. PKS dan Demokrat sudah bersiap. Nanti kita jalan bersama, kita kerja bersama," ujar Anies dalam sambutannya di acara HUT ke-11 Partai NasDem di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (10/11/2022).
![Bakal calon presiden dari Partai NasDem, Anies Baswedan, bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan sejumlah elite Nasdem hingga PKS di kediamannya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Selasa (25/10/2022). [Foto ist/ IG @aniesbaswedan]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/10/26/97070-anies-baswedan-bertemu-ketum-demokrat-elite-pks-nasdem-dan-pks-tim-kecil.jpg)
Anies lantas mengungkap beberapa misi yang ingin dituntaskan Koalisi Perubahan. Namun secara garis besar koalisi ketiga partai dan Anies ingin fokus menyelesaikan ketimpangan yang ada di Indonesia.
"Satu perekonomian, setara harga, ini misi kita yang kita perjuangkan. Papua, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara," tutur Anies.
"Secara kilometer dari Jakarta jauh, tapi mereka tidak boleh merasakan harga yang berbeda. Ekonominya harus terintegrasi, kita merasa adanya ketimpangan," sambungnya.
Namun Anies menegaskan koalisi harus meang baik tingkat eksekutif dan legislatif. "Ini adalah PR yang belum selesai, continue and change, isi bersama. Apa artinya kemenangan di eksekutif, tanpa dukungan legislatif," kata Anies.
PKS dan Demokrat Justru Diajak Masuk KIB
![Tiga ketua umum partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu yakni Mardiono (PPP), Airlangga Hartarto (Golkar), dan Zulkifli Hasan (PAN) menggelar pertemuan di Kota Makassar, Minggu 6 November 2022 [SuaraSulsel.id/Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/11/07/26761-koalisi-indonesia-bersatu.jpg)
Koalisi Perubahan yang sedianya beranggotakan Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS gagal mengadakan deklarasi pada 10 November 2022.
Di tengah batalnya deklarasi tersebut, Partai Demokrat dan PKS malah ditawari untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu. Bahkan Partai Demokrat dan PKS diyakini bakal tergoda untuk masuk KIB.
"Semua kita goda lah, PKS, Demokrat, semua kita goda, masa enggak kita goda. Insya Allah tergoda," jelas Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (11/11/2022).
Namun Yandri membantah pihaknya ingin menjegal Anies maju ke Pemilihan Presiden 2024.
"Bukan (penjegalan). Itu bagus dalam alam demokrasi kita. Membangun kesepahaman, walau nanti berbeda tetap saling menghargai menjaga dimensi demokrasi kita. Menjaga koalisi demokrasi kita penting," tegas Yandri.