Pemimpin AS Janji Tidak Ada Perang Dingin Baru dengan China

Siswanto, BBC

Selasa, 15 November 2022 | 14:33 WIB
Pemimpin AS Janji Tidak Ada Perang Dingin Baru dengan China
BBC

Suara.com - Tessa Wong

BBC News, Bali, Indonesia

Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah berjanji tidak akan ada "Perang Dingin baru" dengan China, setelah pertemuan damai bersama Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Bali, Senin (14/11).

Biden juga mengatakan, dia tidak percaya China akan menginvasi Taiwan.

Pertemuan itu adalah tatap muka pertama antara dua pemimpin negara adidaya sejak Biden menjabat.

Mereka juga membahas tentang Korea Utara dan invasi Rusia ke Ukraina sehari sebelum KTT G20 berlangsung.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam di sebuah hotel mewah tak lama setelah kedatangan Xi, para pemimpin membahas berbagai topik termasuk Taiwan.

Diklaim oleh Beijing, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu menganggap AS sebagai sekutu, dan selalu menjadi masalah pelik dalam hubungan AS-China.

Ketegangan melonjak Agustus lalu ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan.

baca juga

China menanggapi pertemuan itu dengan melakukan latihan militer skala besar di sekitar pulau Taiwan, yang memicu kekhawatiran potensi konflik antara AS dan China. Sebuah pernyataan dari media pemerintah China pada hari Senin mengatakan, Xi telah menekankan bahwa Taiwan tetap menjadi "inti dari kepentingan inti China ... dan garis merah pertama dalam hubungan AS-China yang tidak dapat dilintasi". Dalam beberapa minggu terakhir, para pejabat AS telah memperingatkan bahwa China mungkin meningkatkan rencana untuk menginvasi Taiwan. Sejumlah wartawan pada hari Senin bertanya kepada Biden, apakah dia yakin ini benar, dan apakah menurutnya Perang Dingin baru sedang terjadi? "Saya sepenuhnya percaya tidak perlu ada Perang Dingin baru. Saya telah bertemu berkali-kali dengan Xi Jinping dan kami terus terang dan jelas satu sama lain. Saya tidak berpikir ada upaya segera dari pihak China untuk menginvasi Taiwan,” ujarnya. "Saya menjelaskan bahwa kami ingin melihat masalah lintas-selat diselesaikan secara damai sehingga tidak perlu sampai seperti itu. Dan saya yakin dia mengerti apa yang saya katakan, saya mengerti apa yang dia katakan."

Biden mengatakan, kedua pemimpin telah sepakat untuk membentuk sebuah mekanisme di mana akan ada dialog di level pejabat kunci pemerintahan untuk menyelesaikan beragam masalah.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken juga akan segera mengunjungi China, katanya.

Biden menambahkan, dia telah menjelaskan kepada Xi bahwa "kebijakan kami [AS] tentang Taiwan tidak berubah sama sekali. Ini adalah posisi yang sama persis dengan yang kami miliki".

Biden telah berulang kali mengatakan, AS akan membela Taiwan jika diserang oleh China.

Posisi ini telah dilihat sebagai perubahan dari kebijakan "ambiguitas strategis" AS yang telah lama dipegang atas Taiwan, di mana AS tidak berkomitmen untuk membela pulau itu.

AS telah lama berjalan di antara situasi sulit masalah Taiwan. Landasan hubungan AS dengan Beijing adalah kebijakan Satu China, di mana Washington hanya mengakui satu pemerintah China - di Beijing - dan tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan. Tetapi, AS juga memelihara hubungan dekat dengan Taiwan dan menjual senjata kepadanya di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan, yang menyatakan bahwa AS harus menyediakan pulau itu sarana untuk mempertahankan diri.

Persaingan, bukan konflik

Selain Taiwan, diskusi Xi dan Biden juga mencakup kekhawatiran atas ancaman Korea Utara dan invasi Rusia ke Ukraina, menurut keterangan resmi dari kedua belah pihak.

Biden juga menyuarakan rasa keprihatinan tentang pelanggaran hak asasi manusia di China, termasuk perlakuan terhadap Uighur di Xinjiang, lalu Hong Kong, dan Tibet.

Kedua pemimpin berusaha memberi isyarat satu sama lain - dan ke seluruh dunia yang menyaksikan pertemuan mereka - bahwa mereka sadar jika stabilitas global bergantung pada hubungan antara kedua negara itu, dan bahwa mereka akan bertindak secara bertanggung jawab.

Dalam beberapa hari terakhir, Biden dan pejabat AS bersusah payah untuk mengisyaratkan tujuan perdamaian mereka, berulang kali menekankan bahwa AS tidak menginginkan konflik dengan China, sambil mempertahankan rasa persaingan yang kuat.

Xi tampaknya berada di halaman yang sama, mengakui dalam sambutan pembukaan pertemuan bahwa "kita perlu memetakan jalan yang tepat untuk hubungan China-AS", mengingat bahwa "dunia telah tiba di persimpangan jalan".

Kemudian dalam keterangan resmi China, Xi mengatakan bahwa "hubungan China-AS seharusnya tidak menjadi permainan zero-sum di mana Anda bangkit dan saya jatuh ... Bumi yang luas sepenuhnya mampu mengakomodasi perkembangan dan kemakmuran bersama China dan Amerika Serikat. ".

Wen-ti Sung, seorang ilmuwan politik yang mengajar di program Studi Taiwan Universitas Nasional Australia, mencatat bahwa ada "beberapa kesepakatan substantif".

Kedua pemimpin mendapatkan kemenangan, katanya. "Xi menunjukkan dia tidak terintimidasi oleh Biden, seperti AS dan China benar-benar setara." Sementara itu Biden diberikan izin untuk "AS mendorong batas atas Taiwan, dan kedua belah pihak setuju meningkatkan dialog untuk meyakinkan negara lain".

Ilmuwan politik Ian Chong dari National University of Singapore mengatakan: "Nadanya secara keseluruhan adalah positif. Ada beberapa pengakuan bahwa ada kepentingan bersama, dan ini termasuk tidak membiarkan hubungan lepas kendali.

"Tapi saya masih akan berhati-hati. Mengingat volatilitas dalam hubungan China-AS, mereka telah mulai dan berhenti."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha

Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:13 WIB

Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan

Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:41 WIB

China dan Rusia Buka Rute Dagang Baru Lewat Kutub Utara, Apa Efeknya di Selat Malaka dan Indonesia?

China dan Rusia Buka Rute Dagang Baru Lewat Kutub Utara, Apa Efeknya di Selat Malaka dan Indonesia?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:15 WIB

Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:44 WIB

AS Keluar, Rusia Masuk: Intip Pertemuan Xi Jinping dan Putin di Beijing, Terusan Suez Bisa Tak Laku

AS Keluar, Rusia Masuk: Intip Pertemuan Xi Jinping dan Putin di Beijing, Terusan Suez Bisa Tak Laku

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:44 WIB

Usai Bertemu Trump, Xi Jinping Langsung Gelar Pertemuan Strategis dengan Putin

Usai Bertemu Trump, Xi Jinping Langsung Gelar Pertemuan Strategis dengan Putin

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:18 WIB

Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'

Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:00 WIB

Terkini

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:57 WIB

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:41 WIB

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:32 WIB

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:18 WIB

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:55 WIB

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:50 WIB

100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan

100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:35 WIB

Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya

Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:23 WIB

Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor

Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:16 WIB

×