Pasangan Capres-Cawapres Potensial Versi Indikator: Anies-AHY Lebih Unggul Ketimbang Ganjar-Erick Thohir

Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:07 WIB
Pasangan Capres-Cawapres Potensial Versi Indikator: Anies-AHY Lebih Unggul Ketimbang Ganjar-Erick Thohir
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berjabat tangan dengan bakal calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (7/10/2022). [Antara/Muhammad Adimaja/nym].

Suara.com - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil jajak pendapat pemilihan presiden 2024. Salah satu hasilnya menunjukan pasangan capres-cawapres potensial untuk maju dalam kontestasi politik itu.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi memaparkan ada tiga nama dengan elektabilitas sebagai capres paling tinggi. Di antaranya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, eks Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Dalam hasil surveinya, Ganjar memperoleh elektabilitas tertinggi dari 19 nama tokoh dengan suara 27 persen. Lalu disusul Anies 23,7 persen dan Prabowo 16,3 persen.

Selanjutnya, Indikator Politik Indonesia juga mensurvei kandidat cawapres paling potensial dengan elektabilitas tertinggi. Terdapat lima nama dengan suara terbanyak, yakni Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sandiaga Uno, Erick Thohir, dan Khofifah Indar Parawansa.

"Pada simulasi 18 nama semi terbuka calon wakil presiden, Ridwan Kamil paling banyak dipilih, 19,7 persen , kemudian AHY 16,3 persen, Sandiaga Uno 12,8 persen, Erick 9,6 persen, Khofifah 5,3 persen, nama-nama lain lebih rendah, sementara belum menjawab 15,5 persen," ujar Burhanuddin dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/12/2022).

Dari tiga nama capres teratas, Burhanuddin juga menyebutkan siapa saja cawapres yang paling cocok jadi pendamping.

Hasilnya, Ganjar dianggap paling cocok dengan Erick Thohir, Anies dengan AHY, dan Prabowo dengan Ridwan Kamil. Ganjar-Erick mendapatkan suara 19,2 persen, Anies-AHY 28,6 persen, Prabowo-Kang Emil 17,8 persen.

"Basis Ganjar terutama lebih prefer kepada Erick Thohir dan Ridwan Kamil sebagai cawapres. Basis Anies terutama lebih prefer kepada AHY, Ridwan Kamil, atau Sandiaga Uno sebagai cawapres. Dan basis Prabowo preferensinya terhadap cawapres sangat mirip dengan basis Anies," tuturnya.

Menurut Burhanuddin, bila melihat dari tren waktu ke waktu, elektabilitas dan dukungan untuk Erick Thohir terus mengalami kenaikan.

“Melihat ketertarikan dari basis pendukung, cocok jika Erick Thohir kemudian diduetkan dengan Ganjar Pranowo," katanya.

Survei dilakukan dalam rentang 30 Oktober sampai 5 November secara tatap muka. Melibatkan 1.220 responden, keakuratan survei diklaim mencapai 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerindra Anggap Hasil Survei Tidak Bisa jadi Acuan, Apalagi Bakal Capresnya Masih Belum Jelas

Gerindra Anggap Hasil Survei Tidak Bisa jadi Acuan, Apalagi Bakal Capresnya Masih Belum Jelas

News | Kamis, 01 Desember 2022 | 16:16 WIB

Izin Safari Dicabut, Relawan Anies Baswedan di Aceh Tetap Ramai Menyambut

Izin Safari Dicabut, Relawan Anies Baswedan di Aceh Tetap Ramai Menyambut

| Kamis, 01 Desember 2022 | 16:15 WIB

Menilik Dinasti Politik Jokowi, Sang Presiden Siapkan Gibran Jadi Pengganti Anies Baswedan di Jakarta

Menilik Dinasti Politik Jokowi, Sang Presiden Siapkan Gibran Jadi Pengganti Anies Baswedan di Jakarta

News | Kamis, 01 Desember 2022 | 15:59 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB