Sejarah Perebutan Tahta Keraton Solo, Berlangsung Sejak Pakubuwono XII Mangkat 2004

Aulia Hafisa

Minggu, 25 Desember 2022 | 20:50 WIB
Sejarah Perebutan Tahta Keraton Solo, Berlangsung Sejak Pakubuwono XII Mangkat 2004
Ilustrasi Keraton Solo (Harindabama.com)

Suara.com - Keraton Solo sedang menjadi sorotam akhir-akhir ini karena keributan yang terjadi pada Jumat (23/12/2022) lalu. Terjadi bentrokan antara kubu Sasonoputro mengatasnamakan Raja Keraton Solo, SISKS Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi dengan kubu Lembaga Dewan Adat (LDA). Bentrok mengakibatkan beberapa orang luka-lika. Alhasil, peristiwa ini membuat warga mengingat kembali sejarah perebutan tahta Keraton Solo. Seperti apa? Simak infonya di bawah ini. 

Sejarah perebutan tahta Keraton Solo

Perebutan tahta keraton solo dimulai ketika Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat bergelar Pakubuwono XII wafat pada 12 Juni 2004. Raja tidak menunjuk seorang putra sebagai penerusnya. Ia tidak memiliki permaisuri dan tidak memilih salah satu putra dari selirnya untuk menjadi putra mahkota. Konflik pun terjadi di antara anak-anak yang berbeda ibu dengan kedudukan selir tersebut. 

Setelah Raja wafat, putra tertua yakni Sinuhun Hangabehi mendeklarasikan diri menjadi raja pada 31 Agustus 2004. Ia bertahta di dalam keraton. Ia mendapatkan dukungan dari saudara satu ibunya, termasuk Gusti Kanjeng Ratu Wandansari alias Gusti Moeng. Akan tetapi, muncul juga Sinuhun Tedjowulan yang mendeklarasikan diri sebagai raja pada 9 November 2004 dan bertahta di luar keraton. Ia didukung oleh saudara-saudaranya yang menilai Sinuhun Tedjowulan lebih pantas memimpin Kasunanan Solo. 

Sempat damai

Konflik tersebut sempat teredam ketika Wali Kota Solo pada masanya, yakni Joko Widodo dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mooryati Soedibyo mengupayakan damai di antara dua kubu putra Keraton Solo tersebut di Jakarta. Rekonsiliasi perdamaian terjadi pada tahun 2012. Di antara Sinuhun Hangabehi dan Sinuhun Tedjowulan terjadi kesepakatan yang berbunyi:

  • Sinuhun Hangabehi sebagai putra tertua Raja Kasunan Surakarta menjadi raja dengan gelar Sunan Pakubuwono XIII.
  • Sinuhun Tedjowulan menjadi Mahapatih dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung. 

Akan tetapi, rekonsiliasi tersebut tidak disetujui oleh Gusti Moeng dan saudara-saudaranya. Mereka pun mendirikan 
Lembaga Dewan Adat (LDA) yang terdiri atas adik dan anak keturunan raja. Lembaga tersebut diketuai oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari atau Gusti Moeng. 

Perseteruan kembali memanas

Peristiwa rekonsiliasi antara Sinuhun Hangabehi dan Tedjowulan, ternyata justru memicu perseteruan yang lebih buruk.
Keduanya yang telah bersatu menjadi sama-sama tak bisa memasuki area Sewaka Keraton Solo. Pihak LDA menutup akses raja menuju gedung utama. 

baca juga

Perseteruan pun kembali memanas pada tahun 2017. Pada waktu itu, Jokowi yang sudah terpilih sebagai Presiden mengutus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Jenderal TNI (Purn) Subayo Hadisiswoyo untuk melakukan upaya perdamaian kembali di antara kedua kubu di Keraton Solo. Akan tetapi, usaha tersebut gagal.

Konflik semakin memuncak, sampai pada Februari 2021, setidaknya perseteruan tersebut telah mengakibatkan lima orang termasuk anak keturunan Sinuhun Hangabehi terkurung di istana. Terbaru, pada Jum'at, 23 Desember 2022, terjadi bentrok sampai empat orang dilarikan ke Rumah Sakit. 
 
Ringkasan kondisi Keraton Solo selama sepekan

Berikut beberapa kejadian yang menyebabkan situasi di Solo memanas dan menjadi pusat perhatian nasional. 

  1. Diduga GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani melakukan penganiayaan terhadap seorang sentana dalem. Hal ini sudah dilaporkan ke kepolisian dan sedang dalam penyelidikan.
  2. Putri Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, GRAy Devi Lelyana Dewi melaporkan barang-barang pribadi dan koleksi berharga ratusan juta sudah dicuri.
  3. Kubu Sasonoputro atas nama Raja Keraton SOlo SISKS Pakubuwono XII Hangabehi bentrok dengan Lembaga Dewan Adat (LDA). 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kraton Solo: Gabung NKRI, Keraton Surakarta Banyak Kehilangan Aset dan Sumber Dana

Kraton Solo: Gabung NKRI, Keraton Surakarta Banyak Kehilangan Aset dan Sumber Dana

Semarang | Minggu, 25 Desember 2022 | 18:38 WIB

Kronologi Konflik Keraton Surakarta, Masalah Internal Kerajaan Tak Kunjung Reda

Kronologi Konflik Keraton Surakarta, Masalah Internal Kerajaan Tak Kunjung Reda

News | Minggu, 25 Desember 2022 | 18:14 WIB

Forum Masyarakat Soloraya Gelar Aksi Tolak Kedatangan Anies Baswedan, Bentangkan Spanduk Bapak Politik Identitas

Forum Masyarakat Soloraya Gelar Aksi Tolak Kedatangan Anies Baswedan, Bentangkan Spanduk Bapak Politik Identitas

Surakarta | Minggu, 25 Desember 2022 | 18:11 WIB

Terkini

Ulasan Novel Akan Kulintasi Dunia Untukmu: Surat yang Menjembatani Dua Masa

Ulasan Novel Akan Kulintasi Dunia Untukmu: Surat yang Menjembatani Dua Masa

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 11:00 WIB

Menang Telak atas Singapura, Timnas Indonesia Belum Mampu Geser Malaysia dari Puncak

Menang Telak atas Singapura, Timnas Indonesia Belum Mampu Geser Malaysia dari Puncak

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 10:54 WIB

3 Rekomendasi Sheet Mask Kolagen Sesuai Review, Wajah Kenyal dan Cerah

3 Rekomendasi Sheet Mask Kolagen Sesuai Review, Wajah Kenyal dan Cerah

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 10:51 WIB

Kenapa Mantan Istri Andre Taulany Laporkan Rieke ke MKD DPR? Ini Duduk Perkaranya

Kenapa Mantan Istri Andre Taulany Laporkan Rieke ke MKD DPR? Ini Duduk Perkaranya

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 10:44 WIB

Perjalanan Panjang Kasus Heroin Mary Jane Veloso, Kini Bebas Murni Lewat Grasi Marcos

Perjalanan Panjang Kasus Heroin Mary Jane Veloso, Kini Bebas Murni Lewat Grasi Marcos

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:41 WIB

Cara Membersihkan Silikon Karet Tupperware yang Berjamur Hitam, Pakai Sabun hingga Baking Soda

Cara Membersihkan Silikon Karet Tupperware yang Berjamur Hitam, Pakai Sabun hingga Baking Soda

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 10:40 WIB

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 10:37 WIB

Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru

Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 10:30 WIB

Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk

Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:29 WIB

Riwayat Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono, Pernah Kembalikan Rp200 Juta ke KPK

Riwayat Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono, Pernah Kembalikan Rp200 Juta ke KPK

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:25 WIB

×