Sigit menjelaskan bahwa kasus narkotika dengan barang bukti jenis sabu menjadi kasus yang paling banyak diselesaikan penanganannya, yaitu nilainya mencapai Rp 9,4 triliun.
Di sisi lain, ia juga menambahkan secara keseluruhan jumlah kasus yang ditangani Polri sepanjang tahun 2022 turun 611 kasus atau sekitar 1,5 persen dibandingkan 2021.
Sigit mengklaim bahwa penanganan kasus penyebaran dan penggunaan narkoba bisa menyelamatkan 104.461.569 jiwa.
Telah Memberantas Teroris MIT Poso
Lebih lanjut, Sigit juga mengklaim bahwa ia telah memberantas kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Adapun Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya di Poso telah menangkap sebanyak tujuh orang anggota MIT pada tahun 2021.
DI tahun 2022, Sigit menjelaskan bahwa ada tiga anggota MIT telah ditangkap dan satu orang lainnya masih dalam pengejaran.
Ia juga kemudian meminta masyarakat untuk tidak perlu lagi khawatir karena kelompok MIT telah diberantas.
Memberantas Ribuan Kasus Judi
Sigit juga mengklaim bahwa Polri telah mengungkap sebanyak 3.432 kasus perjudian sepanjang tahun 2022. Ia menyebut bahwa kasus tersebut terdiri dari kasus judi konvensional dan online.
Total tindak pidana judi yang ditangani Polri meningkat secara signifikan dibandingkan tahun 2021.
Ia menyebut bahwa Polri telah menangkap sebanyak lima orang tersangka yang melarikan diri ke lima negara tetangga yaitu Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, dan juga Filipina.
Menetapkan Sebanyak 5 Tersangka Kasus Gagal Ginjal Anak
Sementara itu, kasus gagal ginjal akut yang sempat diperbincangkan masyarakat karena menewaskan ratusan anak juga tidak luput dari capaian yang disampaikan oleh Sigit.
Sigit menjelaskan bahwa saat ini sudah ada lima perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gagal ginjal akut pada anak/