Saiful Mujani Minta Jokowi Contoh Obama, Reagan dan Clinton Soal Tiga Periode: Harusnya Bilang Tidak Bisa

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Kamis, 05 Januari 2023 | 18:34 WIB
Saiful Mujani Minta Jokowi Contoh Obama, Reagan dan Clinton Soal Tiga Periode: Harusnya Bilang Tidak Bisa
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (YouTube Sekretariat Presiden)

Suara.com - Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani menilai sudah saatnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencontoh mantan presiden Amerika Serikat yang menolak maju untuk tiga periode, walau banyak pihak yang mendorong.

Saiful menceritakan, penolakan itu datang dari mantan presiden AS yang memang dinilai bagus sehingga mendapat dorongan tiga periode. Ia menyebut tiga di antaranya ada Ronald Reagan, Bill Clinton, dan Barack Obama.

"Bill Clinton, dua kali dia jadi presiden, orang-orang yang fanatik sama Bill Clinton, 'tambah sekali lagi, tambah sekali lagi' kayak begitu. Bill Clinton bilang tidak bisa, konstitusinya tidak memungkinkan," kata Saiful dikutip dari kanal YouTube SMRC TV, Kamis (5/1/2023).

Hal senada juga, kata Saiful, dilakukan Obama dan Ronald Reagen yang menolak maju tiga periode. Menurut Saiful, sikap tegas menolak itu dilakukan lantaran para mantan presiden AS menyadari adanya konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden.

"Dan ada pemikiran normatif dia, dasarnya, dia bernegara itu menjadi sangat penting. Dia tidak bergeming dengan itu, dia tidak tertarik dengan isu-isu orang yang mendorong-dorong agar kembali maju," kata Saiful.

Fenomena adanya dorongan tiga periode itu, kini dilihat Saiful muncul dari orang-orang sekitar Jokowi. Ia melihat orang sekitar Jokowi mendorong dan menyemangati Jokowi untuk maju kembali memimpin di periode ketiga.

"Kan para aktivis, juga para pendukung Jokowi kan sering bikin pertemuan-pertemuan yang mendorong agar Pak Jokowi maju sekali," kata Saiful.

Karena itu, menurut Saiful, Jokowi harus menanggapinya dengan pernyataan tegas seperti yang dilakukan para mantan presiden AS.

"Harusnya seperti Barack Obama, seperti Ronald Reagan atau seperti Bill Clinton bilang. Pak jokowi bilang harusnya, tidak bisa, tidak akan melakukan itu, jangan sekali sekali anda berpikir demikian, harusnya begitu," kata Saiful.

baca juga

Adapun Saiful memberikan saran demikian karena saat ini ia melihat tidak ada ketegasan dari Jokowi dalam menanggapi wacana tiga periode. Menurutnya hanya ada satu pernyataan Jokowi yang terbilang tegas, namun itu terjadi di awal kemunculan isu tiga periode. Kekinian publik justru menilai sebaliknya.

"Pernah awal dulu, kamu mau menampar muka saya. Pernah awal tapi ke sini tuh hilang mukanya gitu ya, ke sini hilang mukanya," kata Saiful merujuk pernyataan Jokowi.

"Jadi itu kan hak orang untuk berpendapat kaya begitu, sekarang berubah kaya begitu," lanjut Saiful.

Kalau Tiga Periode, Jokowi Bakal Keok

Sebelumnya, Jokowi diprediksi tidak akan terpilih apabila nekat mencalonkan diri kembali menjadi presiden untuk ketiga kalinya pada 2024. Satu penyebabnya, elektabilitas Jokowi keok dibanding kandidat lain.

Berdasarkan hasil survei SMRC, elektabilitas Jokowi pada tren elektabilitas top of mind alami penurunan dari Mei 2021 ke Desember 2022. Pada survei top of mind Mei 2021 elektabilitas Jokowi 27,6 persen, namun elektabilitas itu kian merosot. Terakhir pada survei Desember 2022 elektabilitas Jokowi cuma 15,5 persen.

"Nah dalam survei survei berikutnya itu konsisten menurun dan survei terakhir hanya 15 persen," kata pendiri SMRC, Saiful Mujani dikutip dari YouTube SMRC TV, Kamis (5/1/2023).

Padahal, dikatakan Saiful Mujani, dalam acara Bedah politik bersama Saiful Mujani bertema 'Peluang Jokowi Kalau jadi Capres Lagi,' elektabilitas sang presiden harusnya bisa lebih dari itu. Mengingat tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Jokowi cukup tinggi mencapai sekitar 70 persen, ditambah Jokowi sudah dua kali menjabat sebagai petahana.

"Tadi ada kepuasan yang sangat tinggi 70 persen. Harusnya kalau itu punya makna elektoral 70 persen itu, mestinya Pak Jokowi dapat 50 persen lah setidaknya, kira kira kaya gitu. Kenyataannya kan tidak," kata Saiful.

Bahkan dalam survei top of mind itu, elektabilitas Jokowi sebagai capres jauh di bawah elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Ganjar Pranowo yang paling tinggi, itu lebih tinggi dari Pak Jokowi sendiri. Pak Jokowi ini seimbang dengan Anies dan seimbang dengan Pak Prabowo," kata Saiful.

Saiful menganalisis, tren penurunan elektabilitas Jokowi itu menurun karena orang menganggap Jokowi tidak akan maju kembali. Apalagi sikap demikian merupakan pelanggaran konstitusi jika benar dilakukan mengingat adanya pembatasan masa jabatan presiden hanya dua periode.

"Karena mungkin masyarakat sudah terbentuk pikirannya bahwa Pak Jokowi itu nggak akan maju. Di mana aturannya kan dua kali," kata Saiful.

Bukan cuma itu, Saiful menilai fokus masyarakat saat ini bukan ke Jokowi, melainkan ke kandidat-kandidat lainnya.

"Jadi sudah cukup dan pikirannya sudah berpikir kepada tokoh lain. Muncul lah Ganjar, muncul lah Anies, misalnya muncul lah Prabowo," kata Saiful.

Saiful merujuk hasil-hasil survei sebelumnya di mana mayoritas publik enggan Jokowi kembali menjadi presiden untuk ketiga kalinya. Bahkan menurut analisi Saiful, publik yang ingin belum tentu memilih Jokowi pada 2024.

"Minoritas sekitar 30 persen yang menginginkan Pak Jokowi maju lagi, nah apakah yang 30 persen ini akan memilih Pak Jokowi? Itu belum tentu juga, nah ini hasilnya," kata Saiful.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kalau Jokowi Maju Nyapres Lagi Bakal Keok, Masih Nekat Pengin Dorong Tiga Periode?

Kalau Jokowi Maju Nyapres Lagi Bakal Keok, Masih Nekat Pengin Dorong Tiga Periode?

News | Kamis, 05 Januari 2023 | 17:06 WIB

Tak Mau Jokowi Terjerumus, Relawan Projo Tegas Tolak Wacana Penundaan Pemilu dan Tiga Periode

Tak Mau Jokowi Terjerumus, Relawan Projo Tegas Tolak Wacana Penundaan Pemilu dan Tiga Periode

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 16:03 WIB

Mulai Tercium Siapa Dalang Jokowi Tiga Periode, Pengamat: Ada Usaha Terstruktur...

Mulai Tercium Siapa Dalang Jokowi Tiga Periode, Pengamat: Ada Usaha Terstruktur...

News | Kamis, 22 Desember 2022 | 11:39 WIB

Terkini

Memprihatinkan! Hampir Semua Pesantren di Indonesia Belum Penuhi Standar Air Minum dan Sanitasi

Memprihatinkan! Hampir Semua Pesantren di Indonesia Belum Penuhi Standar Air Minum dan Sanitasi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:46 WIB

Perbanyak Gerai AZKO, ACES Raup Cuan Rp390,3 Miliar di Semester I

Perbanyak Gerai AZKO, ACES Raup Cuan Rp390,3 Miliar di Semester I

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:46 WIB

Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja

Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja

Jogja | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia

Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Krim Malam Bagusnya Dipakai Jam Berapa? Ini Panduan Memilih Produk Sesuai Jenis Kulit

Krim Malam Bagusnya Dipakai Jam Berapa? Ini Panduan Memilih Produk Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Bedak Marcks Warna Pink Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Fungsinya sebelum Membeli

Bedak Marcks Warna Pink Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Fungsinya sebelum Membeli

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:41 WIB

Industri Fesyen Sumbang PDB RI Rp 120,13 Triliun di Triwulan I 2026

Industri Fesyen Sumbang PDB RI Rp 120,13 Triliun di Triwulan I 2026

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Motor Bekas Terbaik dengan Harga Terjangkau di Bawah 5 Juta, Nggak Perlu Nyicil Baru

Motor Bekas Terbaik dengan Harga Terjangkau di Bawah 5 Juta, Nggak Perlu Nyicil Baru

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Beyond the Law Malam Ini: Duel Maut Mantan Detektif vs Gembong Mafia

Beyond the Law Malam Ini: Duel Maut Mantan Detektif vs Gembong Mafia

Entertainment | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Gerindra Kaji Komprehensif Putusan MK Soal Anggaran MBG Dipisah dari Pos Pendidikan

Gerindra Kaji Komprehensif Putusan MK Soal Anggaran MBG Dipisah dari Pos Pendidikan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:34 WIB

×